4 Masjid di Arab Saudi Sudah Dibangun Sejak Era Nabi Muhammad

- Empat masjid bersejarah di Arab Saudi, yaitu Quba, Nabawi, Al-Jummah, dan Al-Jinn, dibangun sejak masa Nabi Muhammad SAW dan menjadi saksi awal perkembangan Islam.
- Masjid Quba dikenal sebagai masjid pertama umat Islam, sedangkan Masjid Nabawi menjadi pusat ibadah utama dengan arsitektur megah dan Kubah Hijau yang ikonik.
- Masjid Al-Jummah menandai salat Jumat pertama dalam sejarah Islam, sementara Masjid Al-Jinn menjadi tempat Nabi Muhammad berdakwah kepada kaum jin.
Semua Muslim tahu bahwa Islam pertama kali diturunkan di Makkah, Arab Saudi. Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah Islam juga lahir di Makkah. Setelah cahaya Islam menerangi tanah Arab, banyak masjid dibangun sebagai bukti kuat adanya atribut Islam di sana.
Masjid-masjid di Arab Saudi merupakan jejak sejarah karena sudah dibangun lebih dari 1.000 tahun lalu dan sudah dibangun saat zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas penjelasan lengkap sejarah beberapa masjid di Makkah yang sudah dibangun sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
1. Masjid Quba

Masjid Quba adalah masjid pertama umat Islam yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya pada 622 Masehi. Masjid ini terletak di barat daya kota al-Madinah di sepanjang Jalan Hijrah yang menghubungkan Madinah Munawwarah dan Makkah Mukkaramah. Selama ribuan tahun, Masjid Quba mengalami berbagai renovasi hingga era Saudi.
Masjid Quba dapat menampung sekitar 20 ribu jamaah, ruang salat mencakup area seluas 5.035 m, dan luas lahan masjid mencapai 13.500 m2. Masjid bersejarah ini memiliki 2 lantai, 7 pintu masuk utama, dan 12 pintu sekunder. Selain untuk salat, tersedia jalur yang dirancang untuk jalan kaki, titik kamar hotel dan toko yang menjual barang.
2. Masjid Nabawi

Masjid kedua paling bersejarah bagi umat Islam adalah Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun oleh Nabi Muhammad dan para pengikutnya pada 622 Masehi setelah Masjid Quba. Desain awal Masjid Nabawi atapnya terbuat dari batang dan daun pohon palem. Di era Umar, Masjid Nabawi diperbarui dengan menambahkan dinding terbuat dari batu lumpur dan atapnya menjadi 5,6 m.
Masjid Nabawi berbentuk persegi panjang dengan dua lantai dan memiliki atap datar dengan 27 kubah geser. Terdapat kubah yang berdiri di area Masjid Nabawi yakni Kubah Hijau pertama kali dicat hijau pada 1837. Dari 1994–sekarang, terdapat total 10 menara dengan masing-masing setinggi 104 m.
3. Masjid Al-Jummah

Masjid Al-Jummah menjadi tempat Ibadah bersejarah saat Nabi Muhammad SAW memimpin salat Jum'at pertama sekaligus menjadi khatib atau penceramah sebelum salat dilaksanakan. Dikatakan bahwa ada 100 Muslim ikut serta dalam salat Jum'at pertama. Masjid Al-Jummah terletak di barat daya Madinah, dilansir Thepilgrim.
Masjid Al-Jummah awalnya dibangun dari batu dengan lebar 4,5 m, panjang 8 m, tinggi 5,5 m dan kubahnya dibangun menggunakan batu bata merah. Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi sejak era Kekhalifahan Umar hingga renovasi terakhir dipimpin oleh Syed Hasan Asy-Syarbatli pada pertengahan abad 19.
4. Masjid Al-Jinn

Dilansir Saudipedia, Masjid Al-Jinn merupakan tempat yang menjadi saksi Nabi Muhammad SAW bertemu dengan sekelompok jin dan Nabi Muhammad mengIslamkan para jin tersebut. Para jin ini mendengarkan dengan saksama ketika Rasulullah SAW melantunkan ayat suci Al-Qur'an.
Di era setelah Nabi Muhammad, tepatnya di era Kekhalifahan Ummayah, Masjid Al-Jinn dikenal sebagai masjid penjaga karena para penjaga biasanya berkumpul dan ditempatkan di lingkungan masjid tersebut.
Masjid Al-Jinn mengalami beberapa kali renovasi sepanjang sejarahnya. Perluasan terakhir terjadi pada 2010 pada masa pemerintahan Raja Fahd Bin Abdulaziz Al Saud. Fungsi masjid ini ditambah sebagai tempat parkir, restoran dan pusat perbelanjaan.
Meskipun zaman semakin berkembang, masyarakat Muslim tetap menjaga eksistensi masjid-masjid ini dengan kerajaan silih berganti. Ini menandakan suatu hal, bahwa mereka ingin menceritakan kepada generasi Muslim sekarang mengenai masjid yang pernah melibatkan Nabi Muhammad dalam sejarahnya.

















