Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Ketam Kenari, Krustasea Darat Terbesar yang Punya Capit Kuat

3 min read
 5 Fakta Ketam Kenari, Krustasea Darat Terbesar yang Punya Capit Kuat
Ketam kenari (inaturalist.org/Lynda Wilson)
  • Ketam kenari (Birgus latro) adalah krustasea darat terbesar; saat dewasa hidup di daratan, rentang kakinya mencapai 1 meter dan beratnya hingga 4,1 kilogram.
  • Kerabat kelomang ini menjalani fase larva di laut dan sempat memakai cangkang gastropoda, sebelum eksoskeletonnya mengeras sehingga dewasa tanpa cangkang.
  • Capit ketam kenari dapat memecahkan kelapa dan mengangkat sekitar 30 kilogram; penciumannya mendeteksi aroma lebih dari 50 meter, sementara liang lembap menjadi perlindungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika mendengar kata ketam atau kepiting, mungkin yang terbayang adalah hewan yang hidup di sekitar pantai atau perairan. Namun, ketam kenari punya kehidupan yang cukup berbeda karena lebih banyak beraktivitas di daratan. Hewan ini juga memiliki sejumlah karakteristik unik yang membuatnya menarik untuk dikenali.

Selain berukuran besar, ketam kenari masih berkerabat dengan kelomang dan memiliki capit yang kuat. Hewan ini juga punya cara tersendiri untuk mencari makanan dan berlindung. Penasaran dengan fakta lainnya? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

  1. 1. Merupakan krustasea darat terbesar

    Ketam kenari
    Ketam kenari (commons.wikimedia.org/Drew Avery)

    Ketam kenari (Birgus latro) dikenal sebagai krustasea terbesar yang menghabiskan seluruh masa dewasanya di daratan. Ukurannya dapat mencapai rentang kaki sekitar 1 meter dengan berat hingga 4,1 kilogram. Ukuran tersebut juga membuatnya dikenal sebagai artropoda darat terbesar di dunia.

    Ketam kenari bukan pemegang rekor untuk semua jenis kepiting. Kepiting laba-laba Jepang (Macrocheira kaempferi), misalnya, dapat memiliki rentang dari capit ke capit hingga sekitar 3,7 meter. Namun, untuk krustasea yang hidup sepenuhnya di daratan saat dewasa, ketam kenari merupakan yang terbesar.

  2. 2. Masih berkerabat dengan kelomang

    Ketam kenari
    Ketam kenari (commons.wikimedia.org/whologwhy)

    Ketam kenari masih berkerabat dengan kelomang dan memiliki perjalanan hidup yang cukup unik. Setelah menetas dan melewati beberapa tahap sebagai larva di laut, ketam kenari muda berubah menjadi bentuk yang menyerupai kelomang dan mencari cangkang gastropoda untuk melindungi tubuhnya.

    Seiring pertumbuhannya, ketam kenari tidak lagi menggunakan cangkang. Bagian tubuh yang sebelumnya terlindungi di dalam cangkang kemudian mengeras dan terlindungi oleh eksoskeleton yang lebih kuat. Setelah dewasa, hewan ini dapat hidup di daratan tanpa perlu membawa cangkang seperti kelomang.

  3. 3. Memiliki capit yang sangat kuat

    Ketam kenari
    Ketam kenari (inaturalist.org/Lynda Wilson)

    Ketam kenari memiliki sepasang capit besar di bagian depan tubuhnya. Bagian tepi capitnya bergerigi dan berfungsi seperti gigi, sehingga dapat digunakan untuk memecahkan bagian keras buah kelapa. Dengan capit tersebut, ketam kenari mampu membuka tempurung kelapa untuk mendapatkan bagian dalamnya.

    Kekuatan capitnya juga terbilang luar biasa. Berdasarkan pengujian langsung di alam, gaya cengkeraman ketam kenari dapat mencapai 1.765,2 newton. Berdasarkan hubungan antara berat badan dan kekuatan capit, angkanya diperkirakan dapat mencapai sekitar 3.300 newton pada ketam kenari berbobot 4 kilogram. Hewan ini juga mampu mengangkat benda dengan berat hingga sekitar 30 kilogram.

  4. 4. Mengandalkan indra penciuman untuk mencari makanan

    Ketam kenari
    Ketam kenari (inaturalist.org/luca tringali)

    Ketam kenari memiliki indra penciuman yang sangat baik dan mampu mendeteksi bau di udara untuk menemukan sumber makanan. Kemampuan ini dibantu oleh antenula atau antena pertama yang memiliki struktur khusus bernama aesthetasc. Struktur tersebut memiliki sel sensorik yang berfungsi menangkap informasi kimia dari lingkungan.

    Kemampuan tersebut memungkinkan ketam kenari melacak berbagai aroma, seperti bau daging yang membusuk, nanas, pisang, bunga, hingga kelapa. Aroma tertentu bahkan dapat terdeteksi dari jarak lebih dari 50 meter. Saat menangkap suatu bau, ketam kenari dapat menggerakkan antenulanya berulang kali sambil bergerak menuju sumber aroma.

  5. 5. Membuat atau menggunakan liang sebagai tempat berlindung

    Ketam kenari di dalam liang
    Ketam kenari di dalam liang (inaturalist.org/Luis Mata)

    Ketam kenari umumnya hidup sendiri dan dapat menggunakan berbagai tempat sebagai perlindungan. Hewan ini dapat membuat liang di pasir atau tanah yang gembur, serta memanfaatkan celah-celah batu dan area sekitar akar pohon untuk bersembunyi.

    Bagi hewan yang telah beradaptasi di daratan, liang dan tempat persembunyian ini memiliki fungsi yang sangat krusial. Selain melindungi diri dari predator dan terik matahari, lingkungan yang lembap di dalam liang juga dapat membantu menjaga kondisi tubuh mereka serta mengurangi risiko kehilangan air.

    Itulah sedikit gambaran tentang ketam kenari dan kehidupannya di daratan. Keberadaan hewan ini tentu tidak lepas dari kondisi habitat tempatnya hidup. Karena itu, menjaga lingkungan alami di kawasan pesisir dan pulau-pulau tropis juga penting agar ketam kenari tetap memiliki tempat untuk hidup dan berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More