Malam hari menjadi waktu terbaik bagi burung hantu untuk beraktivitas. Di wilayah Amerika sendiri terdapat satu burung hantu berukuran besar yang sangat aktif berburu di malam hari, yaitu Bubo virginianus atau beluk besar. Ia juga mudah dikenali, khususnya dari badan berwarna cokelat dan kehadiran "tanduk" di kepalanya.
6 Fakta Unik Beluk Besar, Predator Ganas Asli Amerika Selatan

- Beluk besar atau Bubo virginianus merupakan burung hantu berukuran besar, berciri bulu cokelat atau hitam, mata bulat, sayap lebar, serta dua jumbai mirip tanduk di kepala.
- Predator nokturnal ini berburu dengan mengintai dari tempat tinggi atau terbang di area terbuka, lalu menyergap beragam mangsa seperti pengerat, kodok, kalajengking, dan burung lain.
- Beluk besar menghuni beragam wilayah dari pesisir hingga permukiman di Amerika; rata-rata hidup 13 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran dapat mencapai 35 tahun.
Beluk besar juga memiliki beberapa ciri khas lain, seperti strategi berburu yang kompleks dan suara menyeramkan yang akan ia keluarkan di malam hari. Usianya juga sangat panjang untuk ukuran burung, yaitu mencapai 35 tahun. Mau tahu lebih dalam terkait beluk besar? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini, yuk.
1. Burung hantu terbesar di Amerika Selatan dan tengah

beluk besar (commons.wikimedia.org/Giles Laurent) Burung ini mudah diidentifikasi dari beberapa ciri khusus, seperti warna cokelat atau hitam yang mencolok, mata bulat, sayap lebar, dan dua "tanduk" yang menjulang di kepala. Dilansir iNaturalist, ukurannya juga besar dengan bentang sayap sekitar 91-153 centimeter, panjang mencapai 64 centimeter, dan bobot 2.5 kilogram. Karena itu, beluk besar menyandang gelar sebagai burung hantu terbesar di Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Selain itu, ia juga menempati posisi kedua sebagai burung hantu terbesar di Amerika Utara.
2. Beluk besar punya suara yang sangat menyeramkan
beluk besar (commons.wikimedia.org/Jean-Pol GRANDMONT) Artikel di jurnal Wildlife Society Bulletin menerangkan kalau burung ini kerap bersuara setelah tengah malam. Biasanya, suara individu betina bernada lebih tinggi dan keras jika dibandingkan dengan individu jantan. Suaranya memiliki beberapa fungsi, seperti untuk menandai wilayah kekuasaan, mengusir predator, dan menarik perhatian lawan jenis. Bagi manusia suaranya terdengar khidmat, serius, bahkan menyeramkan. Saat mendengar suara beluk besar pada malam hari, orang-orang akan ketakutan dan memilih untuk tidak mendekatinya.
3. Punya dua taktik untuk menangkap mangsa

beluk besar (commons.wikimedia.org/Peter K Burian) Dilansir AviBase, beluk besar mengembangkan dua taktik berburu yang sangat efektif. Taktik pertama dilakukan dengan cara bertengger, menunggu, dan mengawasi mangsa dari ketinggian. Ia akan memilih tempat seperti tiang listrik, atap rumah, atau atas pohon. Setelah menemukan mangsa, burung ini akan meluncur dan menyergap dengan cepat.
Taktik kedua dilakukan dengan cara berburu sembari terbang. Burung ini akan terbang di daerah terbuka seperti padang rumput atau savana sembari mencari mangsa yang ada di permukaan tanah. Setelah menemukan mangsa, ia akan menyergap. Namun, hewan predator ini lebih sering menggunakan taktik pertama.
4. Usia beluk besar bisa mencapai 35 tahun

beluk besar (commons.wikimedia.org/Peter K Burian) Laman Animal Diversity Web menjelaskan kalau usia rata-rata beluk besar hanya sekitar 13 tahun. Namun, hewan ini bisa hidup lebih lama, bahkan mencapai 28 tahun. Kedua usia tersebut merupakan usia individu liar. Sementara itu, individu yang hidup di penangkaran punya usia yang jauh lebih lama, yaitu mencapai 35 tahun. Perbedaan usia ini tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti kesehatan, ancaman predator, perubahan iklim, perburuan liar, aktivitas manusia, hingga angka mortalitas yang tinggi di alam liar.
5. Makanannya adalah semua hewan yang bisa bergerak

beluk besar (commons.wikimedia.org/Channel City Camera Club) Beluk besar bisa memakan semua hewan yang bergerak, entah hewan yang bisa berenang, berlari, melombat, berjalan, sampai terbang. Di Dikutip All About Birds, beberapa mangsa utamanya adalah alap-alap, burung hantu lain, hewan pengerat, kodok, dan kalajengking. Menu makanan yang bervariasi tersebut membuktikan bahwa beluk besar bukanlah predator yang pilah-pilih makanan. Seperti spesies lain, beluk besar juga akan aktif berburu pada malam hari di mana mangsanya sedang tertidur dan lebih mudah ditangkap.
6. Hidup di pegunungan hingga area pemukiman

beluk besar (commons.wikimedia.org/Deborah Freeman) Laman Animalia menjelaskan kalau habitat beluk besar tak melulu di hutan atau kebun. Cakupan habitat burung ini lebih luas karena mencakup daerah pesisir, dataran tinggi, muara sungai, savana, padang rumput, daerah berkayu, pegunungan, sampai area pemukiman atau wilayah urban. Di pemukiman hewan ini kerap terlihat di atap, tiang listrik, atau bangunan terbengkalai. Wilayah penyebarannya juga cukup luas karena mencakup Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Brazil, Kolombia, Belize, sampai Uruguay.
Beluk besar adalah burung hantu raksasa yang tak hanya ganas, tapi dekat dengan manusia dan memiliki banyak keunikan. Hal tersebut mengukuhkan posisinya sebagai burung eksotis yang eksistensinya harus terus dijaga. Pasalnya, kehadiran beluk besar di alam liar membuat alam lebih seimbang karena ia bisa mengontrol populasi hewan kecil seperti tikus atau kodok.
























