Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Cape Barren Goose, Angsa dengan Suara Mirip Dengkuran Babi

3 min read
5 Fakta Cape Barren Goose, Angsa dengan Suara Mirip Dengkuran Babi
Cape Barren goose (commons.wikimedia.org/Dmitry Brant)
  • Cape Barren goose asal Australia selatan memiliki paruh hitam pendek dengan cere kuning kehijauan menonjol, serta dahi dan mahkota lebih putih.
  • Angsa ini mengeluarkan panggilan kasar dua nada dan gerutuan mirip dengkuran babi, terutama saat terbang; di darat biasanya lebih tenang.
  • Spesies yang banyak hidup di daratan ini mampu minum air asin, sempat nyaris punah pada 1950-an, lalu populasinya pulih berkat perlindungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cape Barren goose merupakan salah satu jenis angsa yang berasal dari Australia. Burung ini dapat ditemukan di wilayah selatan Australia dan sejumlah pulau di sekitarnya. Meski sama-sama disebut angsa, Cape Barren goose punya beberapa ciri dan kebiasaan yang berbeda dari angsa pada umumnya.

Perbedaannya bisa dilihat dari bentuk paruh, kebiasaan sehari-hari, hingga cara burung ini beradaptasi dengan habitatnya. Burung ini bahkan mengeluarkan suara yang terdengar seperti dengkuran babi. Yuk, simak lima fakta Cape Barren goose berikut ini!

  1. 1. Memiliki paruh dengan tonjolan khas

    Cape Barren goose
    Cape Barren goose (pixabay.com/Petr Ganaj)

    Cape Barren goose (Cereopsis novaehollandiae) punya ciri yang cukup mudah dikenali pada bagian kepalanya. Burung ini memiliki kepala yang relatif kecil dengan paruh pendek berwarna hitam yang sebagian besar tertutup cere, yaitu bagian kulit menonjol di atas paruh yang berwarna kuning kehijauan. Cere tersebut juga mengelilingi lubang hidungnya yang berukuran besar.

    Keberadaan cere yang menonjol membuat wajah Cape Barren goose terlihat berbeda dari angsa pada umumnya. Bagian dahi dan mahkota kepalanya juga berwarna lebih putih dibandingkan area kepala dan leher lainnya, sehingga semakin memperkuat ciri khas pada bagian wajahnya.

  2. 2. Bersuara mirip dengkuran babi

    Cape Barren goose memiliki suara yang cukup berbeda dari suara angsa yang umumnya terdengar seperti honk. Burung ini dapat mengeluarkan panggilan dua nada yang kasar dan berirama, serta suara lain yang lebih dalam dan terdengar seperti gerutuan atau dengkuran babi. Karena itulah, burung ini juga mendapat julukan pig goose.

    Cape Barren goose lebih banyak bersuara ketika sedang terbang. Saat berada di darat, burung ini biasanya lebih tenang dan baru mengeluarkan suara dalam situasi tertentu, seperti ketika merasa terancam atau sedang menunjukkan perilaku tertentu.

  3. 3. Bisa meminum air asin

    Cape Barren goose
    Cape Barren goose (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

    Cape Barren goose memiliki kemampuan untuk meminum air asin atau air payau. Kemampuan ini membantu mereka tetap hidup di pulau-pulau lepas pantai yang sumber air tawarnya terbatas. Bahkan, sebagian di antaranya dapat tetap berada di pulau-pulau tersebut sepanjang tahun.

    Kemampuan ini membantu Cape Barren goose bertahan di habitat pesisir, terutama di pulau-pulau lepas pantai. Burung ini memang banyak ditemukan di daerah berpadang rumput, rerumputan tussock, atau semak rendah.

  4. 4. Lebih banyak menghabiskan waktu di daratan

    Cape Barren goose
    Cape Barren goose (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

    Meski termasuk unggas air, Cape Barren goose justru lebih banyak menghabiskan waktunya di daratan. Burung ini hampir sepenuhnya bersifat terrestrial dan biasa ditemukan di padang rumput terbuka, termasuk di sekitar lahan basah.

    Di habitat aslinya, Cape Barren goose banyak berjalan dan merumput di padang rumput pendek, area pertanian, serta wilayah pesisir. Makanannya berupa rumput hijau, tumbuhan herba, legum, dan semanggi.

  5. 5. Sempat nyaris punah

    Cape Barren goose
    Cape Barren goose (commons.wikimedia.org/Yu Chu Chin)

    Cape Barren goose pernah mengalami penurunan populasi yang cukup serius. Pada 1950-an, jumlahnya sangat rendah hingga para ahli biologi khawatir spesies ini akan mengalami kepunahan. Penurunan tersebut tidak lepas dari sejarah perburuan terhadap Cape Barren goose yang berlangsung selama bertahun-tahun.

    Berbagai upaya perlindungan kemudian membantu meningkatkan kembali jumlahnya. Populasi Cape Barren goose kini sudah pulih dari kondisi kritis tersebut, meskipun masih termasuk salah satu jenis angsa yang langka di dunia.

    Itulah lima fakta tentang Cape Barren goose. Berbagai ciri dan kebiasaannya menunjukkan bahwa angsa asal Australia ini punya cara hidup yang khas. Keberadaannya pun menjadi bagian dari kehidupan satwa di wilayah selatan Australia dan pulau-pulau di sekitarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More