Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Cotswolds, Kawasan Pedesaan Inggris yang Kaya Sejarah

4 min read
5 Fakta Cotswolds, Kawasan Pedesaan Inggris yang Kaya Sejarah
Cotswolds (commons.wikimedia.org/Saffron Blaze)
  • Cotswolds adalah kawasan pedesaan luas yang mencakup enam wilayah administratif Inggris, dengan perbukitan, padang rumput, serta banyak desa dan kota kecil berarsitektur khas.
  • Nama Cotswolds diduga berkaitan dengan domba dan perbukitan, meski asal-usulnya belum pasti; rumah-rumah berwarna madu dibangun menggunakan batu kapur lokal.
  • Kemakmuran Cotswolds pada Abad Pertengahan ditopang perdagangan wol, sementara kini kawasan ini berstatus Kawasan Lanskap Nasional yang dilindungi sejak 1966.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cotswolds merupakan kawasan pedesaan di Inggris yang terkenal dengan perbukitan hijau, desa-desa menawan, dan rumah-rumah batu berwarna khas. Keindahan kawasan ini tidak lepas dari sejarah panjang dan perkembangan kehidupan masyarakatnya sejak berabad-abad lalu.

Selain pemandangannya yang khas, Cotswolds memiliki sejumlah fakta menarik, mulai dari asal-usul namanya hingga peran perdagangan wol dalam kemakmuran wilayah tersebut. Penasaran dengan sisi lain kawasan pedesaan Inggris ini? Yuk, simak lima fakta Cotswolds yang kaya sejarah berikut ini!

  1. 1. Cotswolds bukan nama desa, melainkan sebuah kawasan luas

    Cotswolds
    Cotswolds (pexels.com/Charles Miller)

    Cotswolds membentang di enam wilayah administratif, yaitu Gloucestershire, Oxfordshire, Warwickshire, Wiltshire, Worcestershire, dan Somerset. Kawasan ini dikenal dengan perbukitan landai, padang rumput yang luas, serta desa-desa dengan bangunan khas. Jadi, Cotswolds bukan nama satu desa, melainkan kawasan yang mencakup banyak desa dan kota kecil.

    Beberapa desa populer di kawasan ini adalah Bibury, Bourton-on-the-Water, dan Castle Combe. Ketiganya memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari rumah-rumah batu tradisional hingga sungai yang mengalir di tengah desa. Meski begitu, batas Cotswolds dapat berbeda bergantung pada acuan geografis, administratif, serta kesamaan sejarah dan arsitektur suatu tempat.

  2. 2. Asal-usul nama Cotswolds memiliki beberapa teori

    Cotswolds
    Cotswolds (unsplash.com/martin fenton)

    Nama Cotswolds diperkirakan berasal dari gabungan kata cot, yang berkaitan dengan domba atau kandang domba, dan wold, kata dalam bahasa Inggris Kuno yang berarti perbukitan. Menurut salah satu teori, nama tersebut merujuk pada kawasan perbukitan yang berkaitan dengan peternakan domba.

    Teori ini sesuai dengan bentang alam Cotswolds yang didominasi perbukitan landai dan padang rumput terbuka. Kawasannya membentang dari padang rumput di sekitar hulu Sungai Thames hingga Cotswold Edge, yaitu lereng yang menghadap Severn Vale. Namun, ada pula teori lain yang menghubungkan nama Cotswolds dengan seorang pemilik tanah pada masa Saxon bernama Cod. Perbedaan penjelasan ini membuat asal-usul nama Cotswolds belum dapat dipastikan.

  3. 3. Warna unik rumah-rumahnya berasal dari batu kapur lokal

    Cotswolds
    Cotswolds (pexels.com/Adrian Limani)

    Salah satu ciri khas Cotswolds adalah rumah-rumah tradisional berwarna kuning keemasan seperti madu. Warna ini berasal dari penggunaan batu Cotswolds (Cotswold stone), yaitu batu kapur Jura jenis oolitik yang terbentuk jutaan tahun lalu di perairan dangkal yang hangat. Batu ini telah ditambang secara lokal selama berabad-abad dan banyak digunakan sebagai bahan bangunan di desa-desa Cotswolds.

    Warna batu tersebut bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lain. Ada bangunan yang terlihat lebih keemasan, sementara yang lain tampak lebih pucat. Perbedaan warna ini turut membentuk tampilan khas rumah-rumah dan dinding batu tradisional di Cotswolds hingga sekarang.

  4. 4. Kejayaan Cotswolds di masa lalu berasal dari perdagangan wol

    salah satu wool churches yang ada di Cotswolds
    salah satu wool churches yang ada di Cotswolds (commons.wikimedia.org/Hugh Llewelyn)

    Pada Abad Pertengahan, Cotswolds menjadi salah satu kawasan makmur di Inggris berkat perdagangan wol. Perbukitannya cocok untuk peternakan domba, termasuk jenis lokal yang dikenal sebagai Cotswold Lion. Domba ini memiliki bulu panjang berwarna keemasan yang menghasilkan wol bernilai tinggi. Kualitasnya bahkan menarik pembeli dari berbagai wilayah Eropa, termasuk Italia.

    Keuntungan dari perdagangan wol turut membiayai pembangunan dan perluasan gereja-gereja besar yang dikenal sebagai wool churches. Para pedagang yang sukses juga membangun rumah-rumah besar yang kini menjadi bagian dari warisan sejarah kawasan tersebut. Namun, ketika Revolusi Industri mengubah proses produksi wol dan pabrik mulai berkembang di wilayah dekat sumber batu bara, kegiatan perdagangan wol di Cotswolds perlahan menurun.

  5. 5. Cotswolds berstatus Kawasan Lanskap Nasional yang dilindungi

    Cotswolds
    Cotswolds (commons.wikimedia.org/Saffron Blaze)

    Cotswolds ditetapkan sebagai Area of Outstanding Natural Beauty (AONB) pada 1966 karena keindahan dan keragaman lanskapnya. Status ini kini dikenal dengan nama National Landscape atau Kawasan Lanskap Nasional. Pemandangannya mencakup perbukitan, padang rumput, hutan beech, lembah, serta bangunan batu kapur tradisional yang membentuk ciri khas pedesaan Inggris.

    Untuk menjaga karakter lanskapnya, Cotswolds National Landscape menggunakan penilaian karakter lanskap dan pedoman pengelolaan sebagai acuan dalam menghadapi perubahan kawasan. Penilaian ini membantu mengenali ciri khas setiap bagian lanskap, sedangkan pedoman pengelolaan digunakan untuk mengarahkan perubahan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan begitu, karakter khas Cotswolds dapat tetap terjaga.

    Itulah lima fakta tentang Cotswolds, kawasan pedesaan Inggris yang memiliki sejarah panjang di balik keindahan alamnya. Dari rumah-rumah batu berwarna madu hingga jejak kejayaan perdagangan wol, setiap unsur tersebut menjadi bagian dari perjalanan Cotswolds dari masa ke masa. Hingga kini, perpaduan alam, bangunan bersejarah, dan kehidupan pedesaan masih menjadi ciri khas kawasan ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More