Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Kota Chieti, Kota Kuno di Italia yang Lebih Tua dari Roma

5 Fakta Kota Chieti, Kota Kuno di Italia yang Lebih Tua dari Roma
Kota Chieti, Italia (commons.wikimedia.org/Ra Boe)
Intinya Sih
  • Chieti di wilayah Abruzzo dikenal sebagai salah satu kota tertua di Italia, berdiri lebih dari 3.000 tahun lalu dan bahkan lebih tua dari Roma.
  • Kota ini menyimpan peninggalan penting seperti patung prajurit kuno Warrior of Capestrano serta sisa arsitektur Romawi yang masih terintegrasi dengan tata kota modern.
  • Secara geografis, Chieti memiliki lanskap unik antara pegunungan dan pantai serta terbagi menjadi dua zona utama: Chieti Alta yang historis dan Chieti Scalo yang modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di wilayah Abruzzo, Italia, terdapat sebuah kota bersejarah bernama Chieti yang memiliki jejak peradaban sangat panjang. Bahkan, garis waktu sejarah kota kuno ini tercatat jauh lebih tua jika dibandingkan dengan masa pembangunan ibu kota Italia, Roma. Kota ini diyakini telah berdiri sejak zaman kuno dan menjadi salah satu permukiman tertua di kawasan Italia tengah. Seiring berjalannya waktu, Chieti berkembang melalui berbagai periode sejarah, mulai dari era bangsa Italic hingga masa kekuasaan Romawi.

Dengan usia yang telah melampaui 3.000 tahun, Chieti menyimpan beragam warisan sejarah yang masih dapat ditemukan hingga saat ini. Mulai dari legenda mengenai asal-usul kota, artefak arkeologi penting, hingga sisa-sisa arsitektur kuno yang terintegrasi dengan perkembangan wilayah modern, Chieti menggambarkan perjalanan panjang sebuah kota bersejarah di Italia. Yuk, kenali lima fakta menarik tentang Kota Chieti berikut ini!

1. Memiliki garis waktu sejarah yang melampaui usia kota Roma

Kota Chieti, Italia
Kota Chieti, Italia (commons.wikimedia.org/Ra Boe)

Chieti memegang predikat yang sangat istimewa dalam linimasa sejarah benua Eropa karena usianya yang luar biasa kuno. Dilansir laman Britannica, kota kuno ini awalnya bernama Teate dan menjadi pusat pertahanan utama bagi suku Marrucini sebelum jatuh ke tangan Kekaisaran Romawi pada abad ke-4 SM. Jika ditarik dari akar sejarahnya, eksistensi awal kota di atas bukit ini tercatat sudah melampaui usia 3.000 tahun, jauh lebih tua dibandingkan dengan usia Kota Roma.

Legenda setempat juga memperkuat data kronologi tersebut dengan menyebutkan nama pahlawan mitologi Yunani, Achilles, sebagai sosok yang mendirikan pemukiman ini sekitar tahun 1181 SM. Keberadaan sejarah yang panjang ini menempatkan kawasan tersebut sebagai salah satu pemukiman tertua di Semenanjung Italia yang terus dihuni oleh manusia sejak masa awal perkembangannya, mulai dari era prasejarah, fase permukiman suku-suku kuno, hingga masa perluasan kekuasaan Romawi.

2. Menyimpan mahakarya seni patung prajurit kuno legendaris

Patung batu Warrior of Capestrano
Patung batu Warrior of Capestrano (commons.wikimedia.org/Incola)

Sebagai wilayah yang menjadi titik temu berbagai peradaban awal Eropa, Chieti menyimpan banyak peninggalan budaya berharga dari suku-suku lokal setempat. Dilansir laman Abruzzo Dreaming, Museum Arkeologi Nasional Abruzzo yang terletak di kota ini menyimpan artefak ikonis berupa patung batu bernama Warrior of Capestrano. Benda bersejarah yang ditemukan oleh seorang petani pada tahun 1934 ini merupakan contoh seni pahat kuno dari abad ke-6 SM.

Patung setinggi lebih dari 2 meter tersebut memvisualisasikan sosok prajurit zaman besi dengan detail anatomi yang sangat khas dan mengenakan penutup kepala berukuran sangat besar. Gaya pahatannya murni merepresentasikan seni khas suku Italic asli sebelum wilayah Abruzzo mengalami asimilasi kebudayaan yang masif di bawah pemerintahan Republik Romawi.

3. Mengintegrasikan sisa arsitektur Romawi ke dalam tata kota modern

Kota Chieti, Italia
Kota Chieti, Italia (commons.wikimedia.org/Ra Boe)

Perkembangan Chieti berlanjut pada masa keemasan Kekaisaran Romawi, di mana statusnya naik menjadi kota munisipalitas yang makmur dan dilengkapi berbagai fasilitas publik berskala besar. Masih dari laman Abruzzo Dreaming, sisa struktur bangunan dari masa kejayaan tersebut masih bisa ditemukan terintegrasi dengan baik di area bukit kuno Chieti, seperti kompleks tiga kuil Romawi dari abad ke-3 Masehi yang dahulu didedikasikan untuk pemujaan Dewa Jupiter, Juno, dan Minerva.

Kompleks area arkeologi kuno tersebut kini berdiri berdampingan secara selaras dengan jalanan abad pertengahan, gedung teater berkapasitas ribuan kursi, hingga ruang publik modern. Para peneliti sejarah dan arkeolog dapat mengamati sisa struktur kuno ini yang menyatu secara langsung dengan jalur lalu lintas serta kawasan pemukiman penduduk setempat.

4. Menawarkan lanskap antara pegunungan tinggi dan garis pantai

Kota Chieti, Italia
Kota Chieti, Italia (commons.wikimedia.org/Ra Boe)

Selain memiliki sejarah panjang, Chieti juga dikenal karena letak geografisnya yang berada di antara kawasan pegunungan dan pesisir. Dilansir laman Kiiiu Explore Italy, kota ini terletak di sepanjang perbukitan Sungai Pescara dengan posisi yang relatif dekat dari pesisir Laut Adriatik. Posisi tersebut membuat Chieti memiliki akses terhadap dua karakter lanskap yang berbeda sekaligus, sesuatu yang turut memengaruhi perkembangan wilayah ini sejak masa kuno.

Dari kawasan kota tua yang berada di atas bukit, terlihat hamparan lembah dengan latar Pegunungan Apennine, termasuk Gunung Maiella dan Gran Sasso yang menjadi dua bentang alam penting di wilayah Abruzzo. Pada sisi lainnya, garis pantai Laut Adriatik dapat terlihat membentang di kejauhan. Kombinasi antara perbukitan, dataran lembah, pegunungan, dan kawasan pesisir tersebut membuat Chieti memiliki kondisi geografis yang beragam dalam cakupan wilayah yang relatif tidak terlalu luas.

5. Terbagi secara geografis menjadi dua zona wilayah yang kontras

Kota Chieti, Italia
Kota Chieti, Italia (commons.wikimedia.org/Ra Boe)

Perkembangan Chieti selama berabad-abad turut membentuk tata ruang kota yang masih terlihat hingga sekarang. Masih dari laman Kiiiu Explore Italy, wilayah administratif Chieti terbagi menjadi dua area utama, yaitu Chieti Alta di bagian atas bukit dan Chieti Scalo di kawasan lembah bawah. Pembagian ini muncul sebagai hasil perkembangan kota yang berlangsung secara bertahap mengikuti perubahan kebutuhan sosial, ekonomi, dan demografi masyarakat setempat.

Kawasan Chieti Alta masih mempertahankan karakter historisnya melalui jalan-jalan sempit berbatu, alun-alun, bangunan bersejarah, serta katedral yang berasal dari abad ke-11. Sementara itu, Chieti Scalo berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi, kawasan permukiman modern, area industri, serta lokasi universitas yang menjadi tujuan banyak mahasiswa.

Beragam fakta tentang Chieti menunjukkan panjangnya perjalanan sejarah yang telah berlangsung sejak jauh sebelum berdirinya Roma. Keberadaan situs arkeologi kuno, panorama perbukitan yang khas, serta warisan budaya yang masih terjaga hingga kini menjadikan Chieti sebagai salah satu kota tertua di Italia yang menyimpan banyak jejak peradaban masa lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More