Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Masjid Hijau Bursa, Bangunan Bersejarah Peninggalan Ottoman
Masjid Hijau (Yeşil Cami) di Bursa, Turki. (commons.wikimedia.org/Dosseman)
  • Masjid Hijau di Bursa dibangun atas perintah Sultan Mehmed I pada 1412–1420, lalu dekorasinya diselesaikan pada Agustus 1424 oleh seniman Ali bin Ilyas Ali.
  • Masjid ini menjadi pusat kompleks keagamaan dan sosial, mencakup Makam Hijau, madrasah, dapur umum, serta pemandian; bangunannya berdenah T terbalik dan bertingkat dua.
  • Julukan Masjid Hijau berasal dari ubin pirus dan hijau tua di interiornya; daya tariknya meliputi mihrab hampir 10 meter serta air mancur marmer di aula utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bursa di Turki adalah kota yang sangat bersejarah karena pernah menjadi ibu kota besar pertama Kesultanan Ottoman setelah berhasil direbut dari Bizantium pada tahun 1326. Salah satu peninggalan dari masa awal kesultanan yang masih berdiri kokoh di kota ini adalah Masjid Hijau, yang juga dikenal sebagai Masjid Mehmed I.

Tapi, kenapa masjid ini dinamakan Masjid Hijau dan cerita apa saja yang tersembunyi di balik keindahan bangunannya? Simak fakta menariknya hanya di artikel ini!

1. Dibangun atas perintah sultan mehmed i çelebi

Portal pintu masuk dengan rangkaian muqarnas dari Masjid Hijau di Bursa, Turki. (commons.wikimedia.org/Yahia.Mokhtar)

Masjid Hijau dibangun atas perintah Sultan Mehmed I Çelebi yang memimpin Kekaisaran Ottoman dari tahun 1413 sampai 1421. Beliau mendirikan masjid ini setelah berhasil memenangkan perjuangan melawan saudara-saudaranya demi menyatukan kembali kekaisaran. Proses pembangunannya sendiri dimulai pada tahun 1412 dan selesai sekitar akhir tahun 1419 atau awal 1420.

Seluruh tahap pembangunan masjid ini diawasi langsung oleh arsitek sekaligus wazir kekaisaran bernama Hacı İvaz Pasha. Meskipun Sultan Mehmed I meninggal dunia, pengerjaan dekorasi dan keindahan interior masjid tetap terus dilanjutkan. Menurut catatan prasasti di atas pintu masuk, seluruh hiasan masjid akhirnya rampung sepenuhnya pada Agustus 1424 oleh seniman Ali bin Ilyas Ali.

2. Bagian dari kompleks bangunan publik

Makam Hijau, yaitu mausoleum Sultan Ottoman kelima, Mehmed I, di Bursa, Turki. (commons.wikimedia.org/HALUK COMERTEL)

Masjid Hijau merupakan pusat dari kompleks bangunan keagamaan dan sosial yang sangat luas. Di area sekitarnya, terdapat Makam Hijau, sekolah madrasah, dapur umum untuk warga, hingga tempat pemandian umum. Bangunan masjidnya sendiri bertingkat dua dengan bentuk kubus dan mengusung denah T terbalik.

Masuk ke dalam area interior, terdapat lorong-lorong yang menghubungkan aula utama dengan ruangan khusus para dervish. Masjid ini juga memiliki lobi berkolom Bizantium yang mengarahkan pengunjung menuju kamar-kamar khusus keluarga kerajaan. Di bagian luar, terdapat balkon yang terhubung langsung ke dua menara masjid di sisi utara.

3. Dinamai “masjid hijau” karena interiornya berwarna hijau dan biru

Kubah bagian dalam Masjid Hijau di Bursa, Turki. (commons.wikimedia.org/R Prazeres)

Nama "Masjid Hijau" berasal dari warna ubin keramik pirus dan hijau tua yang menghiasi hampir seluruh interiornya. Masjid ini memadukan berbagai teknik ubin unik, seperti teknik garis hitam dan mosaik, yang dipengaruhi oleh budaya Timurid serta Seljuk. Keindahan keramik berwarna-warni ini dikerjakan oleh para seniman ahli yang memadukan motif geometris dan kaligrafi.

Selain keramik, keindahan masjid ini juga terlihat jelas dari hiasan ukiran di area eksterior dan interiornya. Bagian pintu masuk utama terbuat dari marmer dengan ukiran bunga, tulisan suci, serta ceruk muqarnas bergaya klasik. Di beberapa ruangan interior, kamu juga bisa menemukan detail ukiran plester dan bentuk perapian yang menawan.

4. Memiliki mihrab setinggi hampir sepuluh meter

Mihrab dari Masjid Hijau di Bursa, Turki. (commons.wikimedia.org/Yahia.Mokhtar)

Masjid Hijau memiliki mihrab spektakuler dengan tinggi yang mencapai hampir 10 meter. Bagian dalam dan bingkai mihrab ini dihiasi ubin bermotif geometris dengan paduan warna biru, ungu, putih, dan kuning. Tampilannya makin menawan berkat hiasan ukiran tumbuhan berwarna-warni yang menyelimuti area sekitarnya.

Keindahan mihrab ini makin lengkap dengan adanya dua belas baris hiasan muqarnas dan dua kolom berusuk yang sangat rumit. Semua detail keramik yang indah ini dikerjakan dengan sangat teliti oleh para seniman ahli. Sebagai bentuk penghormatan, terdapat prasasti bahasa Persia di atas mihrab yang menandakan bahwa bagian ini merupakan karya para master dari Tabriz.

5. Terdapat air mancur yang terbuat dari marmer

Air mancur marmer berbentuk segi delapan terletak tepat di bawah kubah utama Masjid Hijau di Bursa, Turki. (commons.wikimedia.org/Yahia.Mokhtar)

Di dalam aula utama masjid, terdapat air mancur segi delapan dari marmer putih lengkap dengan kolam di bawah kubah tertinggi. Cahaya dari lentera di bagian atas kubah menerangi area ini dan membuat suasana ruangan terasa sangat tenang. Keberadaan air mancur di dalam ruangan ini menjadi salah satu daya tarik unik yang langsung menyambut para pengunjung.

Di samping kanan dan kiri kolam, terdapat dua ruangan khusus yang dulunya digunakan untuk menyambut para dervish yang sedang berkelana. Sementara itu, jika kamu berjalan lurus melewati kolam air mancur tersebut, kamu akan langsung menuju ke ruang salat utama. Penataan ruangan ini dibuat sangat rapi sehingga menghubungkan area masuk dengan tempat ibadah secara selaras.

Masjid Hijau adalah bukti nyata kejayaan seni dan arsitektur yang kini diakui sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO. Lewat perpaduan sejarah panjang dan keindahan ubin pirusnya yang legendaris, bangunan bersejarah di Bursa ini akan terus memancarkan pesona budaya yang tak lekang oleh waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article