5 Fakta Mykonos, Terkenal dengan Kincir Angin yang Ikonik di Yunani

- Mykonos, pulau Cyclades di Laut Aegea, dijuluki pulau angin karena Meltemi dan dikenal lewat Kato Mili, deretan kincir Venesia abad ke-16 yang kini menyimpan dokumen kuno.
- Sejarah Mykonos mencakup pendudukan Romawi, Byzantium, Venesia, dan Ottoman; warga yang dipimpin Manto Mavrogenous mendukung revolusi Yunani 1821 hingga kemerdekaan 1830.
- Pulau seluas 85,5 kilometer persegi ini beriklim semi-kering, memiliki Little Venecia bercorak Venesia, serta menjadikan pelikan Petros sebagai maskot setelah kisahnya memikat warga sejak 1958.
Mykonos adalah pulau di Yunani merupakan bagian dari gugusan pulau yang disebut Cyclades di laut Aegea. Pulau Mykonos terletak di antara pulau Ginos, Syros, Paros dan Naxos.
Mykonos mendapatkan namanya berdasarkan mitologi Yunani. Mykonos sendiri adalah nama seorang penguasa. Konon ia merupakan putra atau cucu dari Dewa Apollo. Konon, Mykonos juga menjadi lokasi pertempuran antara Dewa Zeus dan para raksasa.
Banyak hal menarik dari pulau Mykonos mulai dari cerita mitologinya, destinasi, sejarah bahkan kisah hewan setempat. Simak sekarang untuk mendapatkan ulasannya.
1. Terdapat kincir angin ikonik

Mykonos (commons.wikimedia.org/dronepicr) Mykonos dijuluki pulau angin karena angin Meltemi yang sering bertiup kencang. Mykonos terkenal karena kincir angin ikoniknya atau Kato Mili yang berdiri berjajar di atas bukit, dilansir kids.kiddle.
Kato Mili dibangun oleh bangsa Venesia pada 1500-an untuk menggiling tepung. Kato Mili digunakan hingga awal tahun 1990-an. Kini banyak bagian yang diperbaiki dan sekarang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dokumen Mykonos kuno.
2. Sejarah Mykonos

Mykonos (commons.wikimedia.org/Bengt Nyman) Penulis bernama Herotodus menyebut bahwa orang pertama yang mendiami Mykonos adalah bangsa Karia. Pada awal abad 11 SM, bangsa Lonia dari Athena datang dan menetap di sana.
Dalam perkembangannya, Mykonos pernah diduduki oleh Kekaisaran Romawi barat dan Byzantium hingga abad 12. Pada 1204, setelah Konstantinopel jatuh dalam Perang Salib Keempat, Mykonos dikuasai Andrea Ghisi.
Pada 1399, Mykonos jatuh ke tanah pemerintahan Venesia. Hayreddin Barbossa seorang laksamana dari Kesultanan Ottoman melakukan perlawanan terhadap Venesia di Mykonos. Setelah kastil Tinos direbut tahun 1718, orang-orang Venesia yang tersisa akhirnya meninggalkan Mykonos.
Saat Yunani ingin melakukan revolusi, mereka menghadapi pihak penguasa, Ottoman pada 1821. Pihak Mykonos yang dipimpin oleh seorang pahlawan wanita bernama Manto Mavrogenous membantu Yunani untuk merdeka. Hasilnya, Yunani merdeka pada tahun 1830. Setelah Ottoman runtuh, Mykonos otomatis bergabung ke Yunani.
3. Geografi dan iklim di Mykonos

Mykonos (commons.wikimedia.org/Jeremy Avnet) Mykonos memiliki luas mencapai 85,5 km persegi. Pulau Mykonos sebagian besar terbuat dari batuan granit. Daratannya sangat berbatu dan mempunyai tanah liat berkualitas tinggi dan mineral yang disebut barit. Barit sendiri digunakan sebagai pelumas saat pengeboran minyak.
Mykonos beriklim semi-kering panas yang berarti bahwa curah hujannya secara keseluruhan tidak banyak. Musim hujan berlangsung dari Oktober-Maret. Tanaman biasanya tumbuh dari pertengahan musim gugur hingga awal musim panas.
4. Adanya Little Venecia yang bermakna sejarah

Mykonos (commons.wikimedia.org/Difernu) Terdapat sebuah tempat yang menjadi favorit bagi pasangan pelancong di Mykonos yakni Little Venecia. Kini, Little Venecia dirancang menjadi tatanan kota seperti Venesia di Italia sehingga menarik para wisatawan.
Little Venecia sebelumnya berada di bawah kekuasaan Venesia dari abad ke-14 hingga 18. Mereka membangun banyak rumah warna-warni yang balkonnya benar-benar menggantung di atas laut.
5. Kisah Petros, si burung pelikan yang menjadi maskot Mykonos

Petros si burung pelikan yang menjadi maskot di Mykonos (commons.wikimedia.org/Geraki) Kisah Petros seekor burung pelikan menjadi maskot pulau Mykonos dimulai pada 1958. Saat itu seekor burung pelikan putih ditemukan terluka di lepas pantai Mykonos.
Yang menemukan sang burung adalah seorang nelayan dan merawatnya hingga pulih. Dengan cepat burung itu menjadi favorit penduduk setempat dan mereka semua menamakannya sebagai Petros.
Penduduk Mykonos sangat mencintai Petros sehingga mereka memperebutkan hak asuhnya ketika Petros terbang ke tempat lain. Ketika Petros dikembalikan ke Mykonos, ia disambut dengan pesta besar dihiasi makanan, minuman dan musik.
Petros dijadikan objek wisata dan mempersilakan ribuan pengunjung untuk berfoto dengan Petros. Ketika Petros tewas akibat tertabrak mobil, Jackie Kennedy menghadiakan pelikan lain untuk menghibur warga Mykonos. Ikatan kuat Petros dan warga Mykonos membuat Petros menjadi maskot pulau Mykonos.
Dalam konteks sosial, Mykonos terkenal dengan kehidupan malamnya yang menawarkan bar kelas atas dan klub pantai terkenal di dunia seperti Nammos dan Cavo Paradiso. Lokasi bar berada di pantai. Pengunjung akan mendapatkan suasana meriah di malam hari.
Apakah kamu tertarik untuk mengunjungi Mykonos, destinasi rasa Italia di Yunani?



















