Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Kaktus Cholla, Mempunyai Duri yang Mudah Menempel

5 Fakta Unik Kaktus Cholla, Mempunyai Duri yang Mudah Menempel
kaktus cholla (unsplash.com/Patrick Mayor)
  • Kaktus cholla dari genus Cylindropuntia tumbuh di kawasan kering Amerika Utara, dengan batang silinder beruas yang sambungannya rapuh dan mudah terlepas.
  • Duri cholla memiliki kait mikroskopis yang mencengkeram kulit atau bulu dengan kuat, sehingga mudah menempel dan sulit dicabut; beberapa jenis tampak keemasan.
  • Ruas batang yang lepas dapat berakar menjadi tanaman baru, sementara cholla di Gurun Sonoran menyediakan makanan, perlindungan, dan lokasi bersarang bagi satwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kaktus cholla adalah kelompok kaktus dari genus Cylindropuntia yang banyak tumbuh di daerah kering Amerika Utara, terutama di Meksiko dan wilayah barat daya Amerika Serikat. Tanaman ini terdiri dari berbagai jenis dengan bentuk dan ukuran yang beragam, mulai dari yang tumbuh rendah hingga membentuk semak tinggi.

Di alam, cholla menjadi bagian penting dari kehidupan gurun. Bunga dan buahnya menjadi sumber makanan beberapa hewan, sedangkan rumpunnya berfungsi sebagai tempat berlindung. Selain itu, masih banyak fakta unik lainnya dari kaktus ini. Penasaran? Yuk, simak pembahasan tentang kaktus cholla berikut ini!

  1. 1. Batangnya berbentuk silinder dan mudah terlepas

    kaktus cholla
    kaktus cholla (commons.wikimedia.org/Domenico Convertini from Zurich, Schweiz)

    Kaktus cholla memiliki ciri khas berupa batang memanjang dan berbentuk bulat seperti silinder. Bentuk ini berbeda dari kaktus centong (Opuntia) yang memiliki batang pipih. Cholla sempat dimasukkan ke dalam kelompok Opuntia, tetapi kini ditempatkan dalam genus tersendiri, yaitu Cylindropuntia.

    Selain berbentuk silinder, batang kaktus cholla tersusun atas beberapa ruas yang saling terhubung. Sambungan antar-ruas tersebut cukup rapuh sehingga mudah terlepas dari tanaman induknya saat terkena sentuhan atau gesekan ringan.

  2. 2. Durinya mudah menempel karena punya struktur khusus

    duri kaktus cholla
    duri kaktus cholla (unsplash.com/Christina Brinza)

    Duri kaktus cholla memiliki struktur khusus yang membuatnya sangat mudah menempel pada kulit manusia atau bulu hewan. Di permukaan durinya terdapat kait-kait kecil mikroskopis yang tersusun seperti sisik. Selain itu, durinya dilapisi selaput tipis seperti kertas yang pada beberapa jenis membuat tampilan durinya terlihat berwarna keperakan atau keemasan.

    Kait-kait kecil tersebut dapat mencengkeram serat jaringan kulit dengan kuat sehingga durinya sangat sulit ditarik keluar. Proses pencabutan inilah yang menyebabkan rasa sakit yang hebat saat duri cholla menancap.

  3. 3. Bisa tumbuh dari potongan batang

    kaktus cholla
    kaktus cholla (pixabay.com/Gene Taylor)

    Kaktus cholla punya cara berkembang biak yang cukup unik. Ruas batang yang terlepas dari tanaman induknya tidak akan mati begitu saja, melainkan dapat tumbuh menjadi individu baru. Setelah jatuh di tempat yang sesuai, potongan batang tersebut akan mengeluarkan akar dan mulai tumbuh secara mandiri.

    Proses ini merupakan bentuk perkembangbiakan vegetatif karena tanaman baru berasal dari bagian tubuh induknya, bukan dari biji. Potongan batang yang terbawa oleh hewan atau angin juga membantu kaktus cholla menyebar dan membentuk populasi baru di wilayah sekitarnya.

  4. 4. Ada yang dijuluki Teddy Bear Cholla

    Teddy Bear Cholla
    Teddy Bear Cholla (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

    Di antara berbagai jenis kaktus cholla, ada satu spesies yang dikenal dengan nama Teddy Bear Cholla, yaitu Cylindropuntia bigelovii. Julukan tersebut berasal dari penampilannya yang terlihat tebal dan tertutup rapat oleh duri berwarna keemasan. Jika dilihat dari kejauhan, permukaan tubuhnya sekilas tampak seperti ditutupi bulu lembut, sehingga mengingatkan pada boneka beruang.

    Namun, penampilan tersebut tentu tidak berarti tanaman ini bisa disentuh seperti boneka. Lapisan berwarna keemasan yang membuatnya terlihat lembut sebenarnya merupakan bagian dari duri dan selaput yang menutupinya. Tampilan yang unik ini membuat Teddy Bear Cholla mudah dikenali dan memiliki nama umum yang cukup menarik.

  5. 5. Menjadi salah satu tanaman dominan di Gurun Sonoran

    kaktus cholla
    kaktus cholla (commons.wikimedia.org/Pedro Szekely from Los Angeles, USA)

    Gurun Sonoran di Amerika Utara merupakan salah satu habitat asli kaktus cholla. Wilayah yang mencakup bagian barat daya Amerika Serikat dan utara Meksiko ini memiliki kondisi lingkungan yang sangat panas dan kering. Di beberapa bagian Gurun Sonoran, cholla tumbuh dalam jumlah banyak hingga menjadi salah satu tanaman yang mendominasi pemandangan gurun.

    Cholla juga menjadi bagian penting bagi kehidupan hewan di sekitarnya. Rumpunnya dapat menjadi tempat berlindung dan lokasi beberapa jenis burung untuk membuat sarang agar lebih aman dari pemangsa. Buahnya juga menjadi sumber makanan bagi sejumlah satwa gurun.

    Kaktus cholla bukan sekadar tanaman berduri yang tumbuh di tengah gurun. Dari batang yang mudah terlepas, duri yang mudah menempel, hingga kemampuannya tumbuh dari potongan batang, tanaman ini memiliki cara hidup yang cukup unik. Ditambah penampilannya yang khas dan perannya bagi satwa gurun, cholla menjadi salah satu tanaman menarik yang menghiasi lanskap Gurun Sonoran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More