5 Fakta Matmata, Desa Unik dengan Arsitektur Rumah Bawah Tanahnya

- Rumah Gua yang UnikMatmata terkenal dengan rumah-rumah gua yang dibangun di bawah tanah untuk melindungi penduduk dari cuaca panas gurun Sahara.
- Lokasi Syuting Film Star WarsMatmata pernah menjadi lokasi syuting film Star Wars, terutama di Hotel Sidi Driss yang banyak dikunjungi wisatawan.
- Budaya Berber yang KayaBudaya Berber di Matmata tercermin dalam arsitektur rumah gua, kerajinan tangan, dan penggunaan bahasa Berber sebagai tradisi.
Matmata adalah sebuah desa kecil yang berada di Tunisia Selatan, Afrika Utara, tepatnya terletak di wilayah gurun Sahara. Matmata juga banyak menjadi pilihan destinasi wisata banyak wisatawan yang berkunjung ke Tunisia Selatan, karena bangunannya yang unik dan budaya mereka yang masih sangat dipegang erat.
Nah, kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh Matmata. Mau tahu ada apa saja? Yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
1. Rumah Gua yang Unik

Matmata terkenal dan selalu menarik perhatian banyak orang karena rumah-rumah di sini yang unik, berbentuk gua yang dibangun di bawah tanah. Rumah-rumah ini dirancang untuk melindungi penduduk dari cuaca panas yang ekstrem, pasalnya wilayah gurun Sahara tidak main-main panasnya. Penduduk setempat membangun rumah ini dengan menggali lubang di tanah dan membuat kamar dan dinding yang dihiasi dekorasi tradisional di dalamnya.
Rumah gua di Matmata telah ada sejak zaman kuno, yang membuktikan bahwa budaya pembangunan di desa ini tak pernah dilupakan atau ditinggalkan. Meski dibangun dengan sangat sederhana dan menggunakan peralatan yang seadanya, pondasi rumah di Matmata dapat sangat kokoh dan berdiri hingga ratusan tahun.
2. Lokasi Syuting Film Star Wars

Saking uniknya desa ini, Matmata pernah menjadi lokasi syuting film Star Wars, dengan Hotel Sidi Driss sebagai rumah keluarga Lars, tempat tinggal Luke Skywalker. Salah satu alasan banyak wisatawan berkunjung ke Matmata juga karena pernah menjadi lokasi syuting film Star Wars ini, terutama di Hotel Sidi Driss yang banyak diincar oleh banyak pengunjung.
Selain Hotel Sidi Driss, ada juga beberapa tempat lain di Matmata yang pernah menjadi tempat syuting film Star Wars. Wisatawan masih dapat merasakan suasana film yang fenomenal tersebut.
3. Budaya Berber yang Kaya

Berber adalah bahasa yang juga merupakan tradisi yang ada sejak zaman kuno dan masih dipakai oleh warga setempat Matmata hingga detik ini. Ini membuat Matmata menjadi salah satu desa paling autentik yang ada di Tunisia karena banyak mempertahankan budaya asli mereka.
Selain itu, budaya Berber di Matmata tercermin dalam arsitektur rumah gua dan kerajinan tangan. Warga setempat sering kali membuat kerajinan tangan yang nantinya dijual kepada turis sebagai oleh-oleh dari Matmata.
4. Sejarah Panjang

Matmata merupakan desa yang memiliki sejarah yang panjang. Matmata didirikan oleh suku Berber, yang merupakan penduduk asli Tunisia, pada abad ke-8 SM (sebelum masehi). Pada saat itu, Matmata juga banyak melakukan perdagangan dan pertanian yang cukup penting, karena lokasinya yang sangat strategis di jalur perdagangan antara Afrika Utara dan Mediterania.
Seiring waktu dan perkembangan zaman, Matmata menjadi bagian dari berbagai kekaisaran dan dinasti, termasuk Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Arab, dan Kekaisaran Ottoman. Pada abad ke-20 Matmata menjadi bagian yang dikuasai atau dijajah oleh Prancis, dan kemudian menjadi bagian dari Tunisia yang merdeka pada tahun 1956.
5. Masuk Daftar Tentatif UNESCO

Pada tahun 2011, pemerintah Tunisia mengajukan proposal untuk menjadikan Matmata sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, dengan harapan saat itu dapat melindungi dan melestarikan keunikan arsitektur dan budaya desa ini. Kabar baiknya, proposal ini sangat diterima oleh UNESCO. Namun, Matmata belum resmi diakui secara resmi hingga saat ini. Pada tahun 2020 pemerintah Tunisia mengajukan daftar Tentatif atau resmi sebagai bagian dari nominasi warisan budaya yang mungkin saja beberapa tahun mendatang akan disetujui dan diakui secara resmi oleh UNESCO.
Pengakuan ini merupakan sebuah penghormatan kepada seluruh penduduk Matmata dan pemerintah yang sangat menjaga keasrian budaya yang telah ada sejak zaman kuno. Dengan langkah serius pemerintah ingin pengajuan ke UNESCO, sangat diharapkan Matmata dapat menjadi salah satu destinasi yang lebih populer.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Matmata, salah satu desa kecil yang ada di Tunisia Selatan. Matmata bukan hanya sebuah desa kecil dengan rumah-rumah sederhana, tetapi desa ini membuktikan pada dunia bahwa budaya yang terjaga itu sangat penting adanya untuk menjaga keaslian dan autentik suatu tempat. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.


















