Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Hewan Menjadi Bingung Saat Gerhana Matahari Terjadi?

Burung hantu hewan nokturnal
Burung hantu hewan nokturnal (pexels.com/Jorge)
Intinya sih...
  • Hewan nokturnal merasakan kebingungan saat gerhana matahari karena gangguan jam internal dan peningkatan kegelapan yang tiba-tiba.
  • Hewan peliharaan juga terpengaruh, seperti burung yang kembali masuk sangkar dan mencari tempat bertengger seolah-olah malam sudah tiba.
  • Tidak semua hewan mengalami perubahan perilaku saat gerhana matahari, namun beberapa jenis hewan menunjukkan perilaku aneh berdasarkan pengamatan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gerhana matahari cincin adalah fenomena langka yang melibatkan posisi bulan, matahari, dan bumi berada pada posisi yang presisi. Saat puncak gerhana, alam semesta seketika dibuat hening dan gelap, menyisakan siluet gelap dari bulan.

Fenomena ini tentu menjadi tanda tanya bagi hewan nokturnal, apakah hari benar-benar sudah gelap dan ini saatnya untuk berburu makanan? Namun, samar-samar siluet itu hilang dan berganti cahaya matahari hanya dalam hitungan beberapa jam. Lalu apakah semua hewan di alam semesta akan merasakan kebingungan massal saat terjadi gerhana matahari? Yuk, simak jawabannya di bawah ini!

Apakah hewan merasakan kebingunan saat gerhana?

Loris (commons.wikimedia/The Kukang Rescue Program)
Loris (commons.wikimedia/The Kukang Rescue Program)

Dilansir Veterinary Medicine Biomedical Sciences, hewan akan menunjukkan perilaku tidak biasa saa terjadi gerhana matahari, khususnya hewan yang aktif di malam hari atau nokturnal. Kegelapan yang tidak biasa ini akan mengganggu jam internal mereka, yang berujung kecemasan dan kebingungan.

DR. Kristina Pradowski, selaku asisten profesor klinis di Sekolah Kedokteran Hewan & Ilmu Biomedis Texas A&M, memberikan wawasan seputar reaksi hewan selama gerhana. Dalam artikel Veterinary Medicine Biomedical Sciences, Pradowski menyatakan jika peningkatakn kegelapan terjadi tiba-tiba di tengah hari tentu akan membingkungan dan membuat hewan peliharaan kehilangan orietasi. Fenomena gerhana matahari seringkali disusul dengan badai, akibatnya hewan yang memiliki riwayat kecemasan akan menunjukkan perilaku tertentu seperto terengah-engah, bersembunyi, mondar-mandir, atau merengek.

Kebingunngan ini tidak hanya berlaku pada hewan liar. Hewan peliharaan yang terbiasa dengan rutinias dengan bergantung pada kebiasaan yang konsisten mulai dari makan, bermain, dan tidur pun akan merasakan yang sama. Saat gelap akibat gerhana matahari, hewan peliharaan juga mampu mengartikan perubahan ini sebagai sinyal untuk memulai rutinitas malamnya, seperti mencari makan atau bergegas masuk kandang untuk tidur.

Burung adalah salah satu contoh hewan yang bergantung pada isyarat cahaya. Jika burung peliharaan berada di luar sangkar, ia akan kembali masuk dan mencari tempat bertengger seolah-olah malam sudah tiba.

Tidak semua hewan mengalami perubahan perilaku saat gerhana matahari

Kukang
Kukang (commons.wikimedia/Wich'yanan L)

Hewan yang menggantungkan hidupnya pada kegelapan lebih merasakan dampaknya saat terjadi gerhana matahari. Salah satu hewan nokturnal yang terdampak adalah kukang. Sebagaimana kita ketahui bahwa kukang aktif di malam hari untuk mencari makanan.

Kukang atau loris, menunjukkan reaksi unik terhadap gerhana. Mereka kembali aktif meskipun waktu istirahat baru saja dimulai. Karena langit tampak redup dalam waktu singkat, akibatkan aktivitas mereka terbatas hanya pada keluar dari sarang saja, dan tidak sampai ke tahap mencari mangsa.

Sebaliknya, hewan diurnal atau yang aktif di siang hari tidak semuanya memiliki perilaku aneh saat gerhana matahari. Salah satunya adalah hewan jelarang, hewan ini tidak mengalami perubahan perilaku. Begitupun dengan reptil yang mengalami perubahan perilaku akibat perubahan suhu, bukan perubahan alam seperti fenomena gerhana matahari.

Dilansir National Geographic, bahwa tidak semua hewan mengalami perubahan perilaku saat gerhana. Misalnya pada beruang grizzly yang tetap terlihat tenang dan tidak peduli saat gelap tiba-tiba datang. Tetapi, di sisi lain burung tawny frogmouth yang merupakan makhluk noturnal seketika bangun dari penyamarannya seolah malam telah tiba.

Bukti hewan-hewan menunjukkan perilaku aneh berdasarkan pengamatan

ilustrasi laba-laba (pexels.com/Steven Paton)
ilustrasi laba-laba (pexels.com/Steven Paton)

Dilansir U.S. Fish & Wildlife Service, sebuah studi yang dilakukan oleh ahli entomologi William M. Wheeler, tepatnya pada tahun 1932. William dan tim melakukan pengamatan dengan mengumpulkan 500 pengamatan dari masyarakat mengenai perilaku satwa liar selama terjadi gerhana. Beberapa hewan yang masyarakat amati seperti jangkrik yang terus berkicau, lebah kembali ke sarang, dan burung hantu yang terus berteriak.

Di bawah ini adalah tiga jenis hewan yang berhasil mereka amati saat terjadi gerhana matahari, antara lain:

  • Kunang-kunang: Sebanyak 10 laporan dari Missouri sampai North Carolina melaporkan bahwa kunang-kunang jenis Photinus Pyralis aktif memancarkan cahayanya saat kegelapan total akibat gerhana matahari yang terjadi pada 21 Agustus 2017.
  • Laba-laba: Penelitian gerhana matahari di Meksiko pada tahun 1991, menunjukkan bahwa laba-laba penenun jaring kolonial sangat terpengaruh oleh keberadaan cahaya. Saat gerhana mulai mencapai puncak, laba-laba bergegas membongkar jaring seolah mereka pikir malam hari tiba. Kemudian laba-laba akan membangun sarang lagi saat cahaya siang mulai terlihat.
  • Burung: Berdasarkan analisis Laboratorium Cornell terhadap 1.350 laporan dari situs eBirdg.org, tercatat beberapa kejadian menarik saat gerhana mencapai puncaknya. Misalnya, burung nighthawk yang tiba-tiba muncul saat langit mendadak gelap total, burung hantu saling bersahutan seolah malam tiba, dan burung nasa hitam yang kebingungan seolah malam tiba hingga sempat tertidur.

Sebagai penutup, hewan mengalami perubahan perilaku saat gerhana matahari karena beberapa jenis hewan menggantungkan hidupnya dari isyarat cahaya seperti berburu, reproduksi, dan waktu istirahat. Dalam hal ini khususnya hewan nokturnal yang cenderung aktif di malam hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

[QUIZ] Dari Jenis Partikel Subatomik Favoritmu, Ini Peranmu dalam Tim

18 Feb 2026, 15:05 WIBScience