Burung pelikan (pexels.com/Viktorria)
Proses berkembang biak burung pelikan dipengaruhi oleh faktor curah hujan. Sebelum melakukan ritual kawin, mereka biasanya berkumpul dalam koloni yang sangat besar, yakni mencapai 40.000 ekor di pulau atau pantai terpencil.
Ritual kawin dimulai dengan seekor betina yang memimpin sekelompok pejantan berkeliling koloni. Selama pengejaran tersebut, para pejantan akan saling bersaing dengan mengayunkan paruh terbuka mereka ke samping untuk menarik perhatian betina. Sesekali pelikan jantan akan melakukan atraksi seperti melempar dan menangkap kembali benda kecil, misalnya seperti ranting atau ikan yang sudah kering.
Tidak hanya pertunjukan unik, burung pelikan juga melakukan gerakan menakjubkan, di mana mereka mengatupkan paruh dengan sangat cepat hingga kantung tenggorokan berkelompok seperti bendera di tiang yang tertiup angin. Persaingan ini berlangsung ketat hingga satu per satu jantan akan gugur karena kelelahan atau kalah saing. Setelah melakukan banyak atraksi demi memikat betina, akhirnya hanya akan ada satu pejantan yang terpilih.
Sebagai penutup, burung pelikan adalah makhluk luar biasa yang memilih hidup dalam kelompok raksasa demi mendapatkan makanan. Burung yang sudah ada sejak 30 juta tahun yang lalu ini juga memiliki pola kawin yang unik dan lagi-lagi mengandalkan kawanannya hingga puluhan ribu burung pelikan.