Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Eisriesenwelt, Gua Es Terbesar di Dunia

4 min read
5 Fakta Menarik Eisriesenwelt, Gua Es Terbesar di Dunia
Eisriesenwelt (flickr.com/ruukivi)
  • Eisriesenwelt di Pegunungan Tennengebirge, Austria, dahulu dipercaya warga Werfen sebagai gerbang neraka sebelum Anton von Posselt memasuki gua pada 1879.
  • Gua ini memiliki sistem lorong sekitar 42 kilometer, menjadikannya gua es terbesar di dunia, meski area berlapis es yang dibuka untuk pengunjung hanya sekitar satu kilometer.
  • Terbentuk dalam batu kapur melalui retakan dan erosi air, Eisriesenwelt mengalami siklus beku-cair tahunan yang terus mengubah formasi esnya; eksplorasi meluas sejak 1912.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Eisriesenwelt merupakan gua alami yang berada di Pegunungan Alpen, tepatnya di kawasan Tennengebirge, Austria. Gua ini tersembunyi di antara bentang alam pegunungan yang didominasi batu kapur dan berada pada ketinggian lebih dari 1.600 meter di atas permukaan laut.

Nama Eisriesenwelt dalam bahasa Jerman berarti “Dunia Es Raksasa”. Sebutan tersebut memang menggambarkan keberadaan es di dalam gua, tetapi Eisriesenwelt memiliki karakteristik yang jauh lebih beragam. Lantas, apa saja fakta menarik tentang Eisriesenwelt? Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

  1. 1. Pernah dianggap sebagai gerbang neraka

    mulut gua Eisriesenwelt
    mulut gua Eisriesenwelt (commons.wikimedia.org/Lianguanlun)

    Sebelum Eisriesenwelt dikenal melalui penelitian dan eksplorasi, keberadaan gua ini sudah lebih dulu diselimuti cerita rakyat. Warga di Werfen, kota yang berada di bawah kawasan gua, enggan mendekati lubang besar di sisi Gunung Hochkogel. Mereka percaya tempat tersebut bukan sekadar gua biasa, melainkan jalan menuju neraka.

    Anggapan itu membuat Eisriesenwelt selama bertahun-tahun dikenal sebagai tempat yang menyeramkan dan berkaitan dengan iblis. Gelapnya bagian dalam gua serta bentuk pintu masuknya di lereng pegunungan makin memperkuat kesan tersebut. Kepercayaan ini membuat masyarakat setempat enggan menjelajahi gua, hingga akhirnya Anton von Posselt memasukinya pada 1879.

  2. 2. Gua es terbesar di dunia

    bagian dalam gua Eisriesenwelt
    bagian dalam gua Eisriesenwelt (flickr.com/Natur- und Wellnesshotel Höflehner)

    Eisriesenwelt dikenal sebagai gua es terbesar di dunia dengan sistem lorong yang membentang sekitar 42 kilometer. Jaringan tersebut terdiri dari banyak lorong dan ruang yang saling terhubung jauh ke dalam pegunungan, hal tersebut menjadikan keseluruhan sistem guanya sangat luas.

    Meski seluruh sistemnya mencapai puluhan kilometer, bagian yang tertutup es sebenarnya hanya sekitar satu kilometer pertama dari pintu masuk. Bagian berlapis es inilah yang dibuka untuk pengunjung, sementara sisanya terdiri dari lorong-lorong batu kapur biasa.

  3. 3. Terbentuk di dalam pegunungan kapur

    dinding batu kapur di dalam gua
    dinding batu kapur di dalam gua (flickr.com/Natur- und Wellnesshotel Höflehner)

    Secara geologis, Eisriesenwelt terbentuk di dalam batu kapur Pegunungan Tennengebirge yang mulai mengalami retakan sekitar 100 juta tahun lalu. Pengangkatan pegunungan membuat batuan tersebut retak dan membentuk banyak celah. Seiring waktu, air merembes masuk dan perlahan mengikis batu kapur hingga membentuk lorong serta ruangan bawah tanah.

    Eisriesenwelt juga tergolong sebagai dynamic ice cave karena memiliki sirkulasi udara unik seperti cerobong. Lorong dan celah di dalamnya menghubungkan area bawah dengan bukaan di tempat yang lebih tinggi. Pada musim dingin, udara dingin masuk dan terperangkap di dalam gua, sehingga ketika air salju mencair di musim semi, air tersebut langsung membeku saat merembes ke dalamnya.

  4. 4. Bentuk es di dalamnya selalu berubah

    formasi es alami di Eisriesenwelt
    formasi es alami di Eisriesenwelt (flickr.com/Natur- und Wellnesshotel Höflehner)

    Salah satu hal menarik dari Eisriesenwelt adalah bentuk es di dalamnya yang terus mengalami perubahan. Di dalam gua terdapat berbagai formasi es alami, seperti air terjun beku, tirai es Frigga’s Veil yang menyerupai organ, hingga struktur raksasa seperti Hymir’s Castle dan istana es.

    Formasi tersebut terbentuk secara alami dan berganti wujud seiring proses pembekuan serta pencairan es yang berlangsung setiap tahun. Pada musim semi, air salju yang mencair masuk melalui celah batu dan membeku di atas lapisan lama. Karena siklus beku-cair ini terus berlangsung, bentuk dan ukuran es di Eisriesenwelt akan selalu terlihat berbeda dari waktu ke waktu.

  5. 5. Eksplorasinya berkembang pesat pada awal abad ke-20

    jalur yang dibangun untuk memudahkan wisatawan
    jalur yang dibangun untuk memudahkan wisatawan (flickr.com/Natur- und Wellnesshotel Höflehner)

    Eisriesenwelt pertama kali ditemukan secara resmi pada 1879 oleh ilmuwan asal Salzburg bernama Anton von Posselt. Namun, penjelajahannya terhenti di rute 200 meter pertama akibat terhalang dinding es raksasa. Posselt sempat menerbitkan laporan temuannya di majalah pendakian, tetapi publik saat itu belum tertarik sehingga gua ini sempat terlupakan selama beberapa dekade.

    Titik balik eksplorasi terjadi pada awal abad ke-20 ketika Alexander von Mörk melanjutkan penjelajahan pada 1912. Dalam ekspedisi berikutnya pada 1913, ia dan timnya berhasil melewati dinding es penahan dan menjangkau bagian gua yang lebih dalam. Perkembangan ini memicu pembangunan kabin peneliti pada era 1920-an, hingga akhirnya pada 1924, jalur papan kayu dibangun untuk memudahkan kunjungan wisatawan.

    Di balik ukurannya yang besar, Eisriesenwelt menyimpan perpaduan antara batu kapur, es, dan jejak penjelajahan manusia. Tempat yang dulu dianggap menakutkan ini kini justru menjadi salah satu gua menarik untuk melihat bagaimana alam membentuk dan mengubah sebuah tempat dari waktu ke waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More