Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Nodding Onion, si Bawang Liar Penarik Penyerbuk

Nodding Onion
Nodding Onion (inaturalist.org/ellyne)
Intinya sih...
  • Bunganya menunduk untuk menyaring penyerbuk
  • Ramah penyerbuk dan jadi inang kupu-kupu
  • Tangguh di tanah kering hingga berbatu
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekilas, nodding onion atau Allium cernuum tampak seperti tanaman bawang hias sederhana. Namun, ciri bunganya yang menggantung ke bawah membuatnya mudah dikenali. Tanaman bawang liar tahunan asli Amerika Utara ini memiliki daun sempit menyerupai rumput dan tangkai bunga yang melengkung, dengan bunga kecil berwarna merah muda hingga ungu muda. Nodding onion tumbuh alami di padang prairie, lereng berbatu, dan tepi hutan terbuka, serta tersebar luas di Amerika Serikat dan Kanada. Ketangguhannya membuat tanaman ini mampu bertahan di tanah kering, berbatu, hingga lingkungan dengan kondisi tumbuh yang terbatas.

Di balik tampilannya yang sederhana, nodding onion memiliki peran ekologis yang penting. Bunganya menjadi sumber nektar bagi lebah, kupu-kupu, dan penyerbuk lain yang mampu mengisap nektar sambil bergelantungan terbalik, sementara daunnya yang beraroma bawang membantu mengurangi gangguan herbivor. Tanaman ini juga berfungsi sebagai tanaman inang bagi larva kupu-kupu tertentu, sehingga berkontribusi pada keberlangsungan ekosistem. Beragam adaptasi tersebut menjadikan nodding onion lebih dari sekadar tanaman liar biasa. Berikut lima fakta paling menarik tentang nodding onion yang patut diketahui.

1. Bunganya menunduk untuk menyaring penyerbuk

Nodding Onion
Nodding Onion (inaturalist.org/ellyne)

Ciri paling khas dari nodding onion terletak pada posisi bunganya. Berbeda dari kebanyakan tanaman berbunga yang menghadap ke atas, rangkaian bunganya justru terkulai ke bawah seolah mengarah ke tanah atau dalam istilah bahasa Inggris disebut nodding yang berarti 'menunduk'. Bentuk inilah yang menjadi asal-usul nama umumnya.

Posisi bunga yang menunduk bukan sekadar keunikan visual, melainkan sebuah strategi adaptif. Lebah dan beberapa penyerbuk tertentu mampu mengumpulkan nektar dan serbuk sari sambil bergelantungan terbalik, sehingga tetap dapat mengakses bunga dengan mudah. Sebaliknya, banyak serangga lain yang tidak mampu melakukan hal tersebut akan terhalang. Hal ini yang membuat nodding onion secara tidak langsung 'memilih' penyerbuk yang lebih efektif.

2. Ramah penyerbuk dan jadi inang kupu-kupu

Nodding Onion
Nodding Onion (inaturalist.org/shanebustapbj)

Nodding onion bukan hanya menarik bagi lebah. Tanaman ini juga berperan penting dalam siklus hidup kupu-kupu hairstreak. Spesies ini menjadikan nodding onion sebagai tanaman inang, tempat ulat berkembang sebelum bermetamorfosis menjadi kupu-kupu dewasa.

Bunganya yang berwarna merah muda pucat hingga ungu muda juga menjadi sumber nektar bagi berbagai serangga penyerbuk, termasuk kupu-kupu, lebah madu, lebah asli, bahkan kolibri. Namun, tidak semua penyerbuk bisa mengisap nektarnya. Hanya mereka yang mampu bergelantungan terbalik yang dapat mengakses bunga dengan optimal.

Peran ganda sebagai tanaman inang dan sumber nektar membantu menjaga keberagaman serangga sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem lokal.

3. Tangguh di tanah kering hingga berbatu

Nodding Onion
Nodding Onion (inaturalist.org/craigmartin)

Meski tampilannya mungil, nodding onion tergolong tanaman yang sangat tangguh. Spesies ini mampu tumbuh di berbagai kondisi tanah, mulai dari tanah berdrainase baik, tanah liat yang lembap, hingga tanah dangkal dan berbatu. Bahkan, tanaman ini toleran terhadap kekeringan setelah mapan.

Mengutip Chicago Botanic Garden, salah satu keunggulan unik nodding onion adalah kemampuan tumbuh di bawah pohon kenari hitam. Banyak tanaman tidak mampu bertahan di bawah pohon ini karena senyawa juglone yang bersifat alelopatik yaitu menghambat atau memengaruhi pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. Namun, nodding onion termasuk sedikit spesies yang tidak terganggu oleh kondisi tersebut.

Ketahanannya terhadap lingkungan ekstrem menjadikan nodding onion pilihan ideal untuk taman batu, taman naturalistik, hingga area yang sulit ditanami. Tanaman ini juga relatif bebas dari gangguan hama besar, seperti rusa dan mamalia herbivor lainnya, berkat aroma bawangnya yang menyengat.

4. Pernah dimanfaatkan sebagai pangan dan obat tradisional

Nodding Onion
Nodding Onion (inaturalist.org/craigmartin)

Seluruh bagian nodding onion baik daun, umbi, dan anakan umbi dapat dimakan. Aromanya khas bawang dengan rasa yang cukup kuat. Dulu, tanaman ini pernah digunakan dalam masakan, baik dimakan mentah maupun dimasak dalam sup dan rebusan sederhana.

Selain sebagai pangan, nodding onion juga memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Melansir Prairie Moon Nursery, berbagai suku penduduk asli Amerika memanfaatkan umbinya sebagai obat untuk mengatasi batuk, pilek, demam, kolik, dan gangguan pernapasan. Umbi tanaman ini juga digunakan sebagai tapal atau pasta obat yang ditempelkan ke kulit untuk membantu meredakan gejala penyakit tertentu.

5. Aktif di musim sejuk dan 'beristirahat' saat musim panas

Nodding Onion
Nodding Onion (inaturalist.org/davidbroadland)

Berbeda dari banyak tanaman berbunga yang tumbuh aktif di musim panas, nodding onion justru termasuk tanaman tahunan musim sejuk. Menurut New Moon Nursery, sebagian besar pertumbuhan vegetatifnya terjadi saat suhu relatif dingin, sementara bunganya muncul pada awal hingga pertengahan musim panas. Setelah masa berbunga selesai, daun nodding onion perlahan mengering dan tanaman memasuki fase dormansi hingga kondisi kembali sejuk.

Pola pertumbuhan ini merupakan bentuk adaptasi terhadap habitat alaminya, seperti padang prairie terbuka dan lereng berbatu, yang sering mengalami kekeringan dan suhu tinggi pada musim panas. Saat kondisi lingkungan kurang mendukung tersebut, nodding onion memasuki fase istirahat untuk menghemat energi dan bertahan dari stres lingkungan. Strategi ini juga membuatnya cocok dipadukan dengan tanaman prairie lain yang memiliki siklus hidup berbeda, sehingga taman tetap terlihat hidup sepanjang musim.

Itulah sederet fakta menarik dari nodding onion. Tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memiliki peran ekologis serta kemampuan bertahan hidup yang mengesankan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Teripang Punya Zat Gula dengan Sifat Anti-Kanker, Ini Penjelasannya

09 Jan 2026, 12:01 WIBScience