Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik European Shag, Burung Laut Berjambul yang Elegan

5 Fakta Menarik European Shag, Burung Laut Berjambul yang Elegan
burung gulosus aristotelis (commons.wikimedia.org/Ian Kirk)
Intinya Sih
  • European Shag dikenal sebagai burung laut elegan dengan tubuh ramping, bulu gelap mengilap, dan jambul khas yang muncul saat musim kawin di pesisir Atlantik timur.
  • Spesies ini ahli menyelam untuk berburu ikan kecil di perairan dangkal, menggunakan kaki berselaputnya secara efisien dan berperan penting dalam rantai makanan pesisir.
  • Setia pada habitat tebing dan pantai berbatu, European Shag sensitif terhadap polusi laut serta kini diklasifikasikan dalam genus Gulosus berdasarkan penelitian genetika modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di antara burung laut yang menghuni pesisir Eropa, European Shag tampil dengan pesona yang berbeda. Tubuhnya ramping, bulunya gelap mengilap, dan saat musim kawin ia memiliki jambul kecil yang membuat tampilannya semakin khas. Kombinasi ini menjadikannya salah satu burung laut paling elegan di kawasan Atlantik timur.

Spesies ini banyak ditemukan di garis pantai berbatu dan tebing laut, terutama di wilayah seperti United Kingdom, Ireland, dan Norway. Berbeda dari beberapa burung laut lain yang bermigrasi jauh, European Shag cenderung menetap di wilayah yang sama sepanjang tahun. Berikut 5 fakta menarik burung laut berjambul yang elegan ini.

1. Memiliki jambul khas saat musim kawin

Burung Gulosus aristotelis
burung gulosus aristotelis (inaturalist.org/imarta)

Salah satu ciri paling mencolok dari European Shag adalah jambul kecil di kepalanya. Dilansir Animal Diversity Web, jambul ini muncul terutama saat musim berkembang biak dan menjadi bagian dari penampilan kawin. Detail sederhana ini memberi kesan anggun sekaligus membedakannya dari kormoran lain.

Selain jambul, bulunya tampak lebih mengilap dengan nuansa kehijauan saat terkena cahaya. Penampilan ini berperan dalam menarik pasangan. Setelah musim kawin berakhir, jambul tersebut biasanya menghilang.

2. Ahli menyelam dan pemburu ikan andal

Burung Gulosus aristotelis
burung gulosus aristotelis (inaturalist.org/Pablo Pozo)

European Shag adalah penyelam yang sangat terampil. Ia dapat menyelam cukup dalam untuk mengejar ikan kecil di perairan pesisir. Teknik berburu ini membuatnya sangat efektif di habitat laut dangkal.

Wild About Gardens menyebutkan bahwa burung ini menggunakan kaki berselaputnya, mendorong tubuhnya di bawah air dengan kecepatan tinggi. Ia berburu secara aktif, bukan sekadar menunggu mangsa lewat. Adaptasi ini menjadikannya predator penting dalam rantai makanan pesisir.

3. Lebih ramping dari kormoran umum

Burung Gulosus aristotelis
burung gulosus aristotelis (inaturalist.org/Константин Шатилов)

Sekilas, European Shag sering disamakan dengan kormoran besar. Namun, tubuhnya sebenarnya lebih ramping dengan leher yang tampak lebih panjang dan halus. Paruhnya pun relatif lebih tipis dan elegan.

Dilansir Birdfact, perbedaan ini membantu pengamat burung membedakannya di alam liar. Posturnya terlihat lebih ringan saat bertengger di tebing atau batu karang. Siluetnya yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta burung laut.

4. Setia pada habitat pesisir berbatu

Burung Gulosus aristotelis
burung gulosus aristotelis (inaturalist.org/nichparl)

Burung ini hampir selalu ditemukan di dekat laut, terutama di tebing curam dan pantai berbatu. Habitat tersebut menyediakan tempat aman untunk bersarang sekaligus akses mudah ke sumber makanan. Mereka jarang terlihat jauh dari garis pantai.

Ketergantungan pada habitat tertentu membuat populasi European Shag sensitif terhadap perubahan lingkungan. BirdForum menyebutkan bahwa gangguan seperti polusi laut atau penurunan populasi ikan bisa berdampak langsung pada kelangsungan hidupnya. Karena itu, kesehatan ekosistem pesisir sangat penting bagi spesies ini.

5. Termasuk dalam genus gulosus

Burung Gulosus aristotelis
burung gulosus aristotelis (inaturalist.org/Paulo Caseirito)

Secara taksonomi modern, European Shag diklasifikasikan dalam genus Gulosus. Animal Diversity Web menjelaskan bahwa klasifikasi ini membedakannya dari beberapa spesies kormoran lain yang sebelumnya dikelompokkan bersama. Perubahan ini didasarkan pada penelitian genetika dan analisis evolusi.

Penempatan dalam genus tersendiri menunjukkan bahwa spesies ini memiliki karakteristik unik. Hal tersebut semakin menegaskan identitasnya sebagai burung laut yang berbeda di antara kerabatnya. Dari jambul khas hingga gaya menyelamnya, European Shag memang punya ciri yang menonjol.

Sebagai burung laut khas pesisir Atlantik, European Shag membuktikan bahwa keanggunan bisa hadir dalam bentuk yang sederhana namun penuh karakter. Dari jambul kecil saat musim kawin hingga kemampuannya menyelam lincah mengejar ikan, setiap detailnya menunjukkan adaptasi yang luar biasa terhadap kehidupan di tebing dan laut berbatu. Keberadaannya sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga ekosistem pesisir berarti turut melindungi spesies unik yang bergantung sepenuhnya pada kesehatan laut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More