Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas 17.000 pulau dari Sabang sampai Merauke. Tak hanya pulau besar seperti Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, ternyata ada juga beberapa pulau yang terhitung kecil seperti Pulau Nusakambangan. Pulau tersebut berlokasi di bagian selatan Pulau Jawa dan menyimpan berbagai fakta, lho.
5 Fakta Menarik Pulau Nusakambangan, Punya Banyak Lapas

- Pulau Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, dikenal memiliki sekitar 12 lembaga pemasyarakatan dengan berbagai tingkat keamanan, menjadikannya pusat penting bagi sistem peradilan Indonesia.
- Selain sebagai pulau penjara, Nusakambangan juga menjadi habitat alami macan tutul jawa yang langka, dengan penelitian mencatat sekitar 18 ekor masih hidup di kawasan tersebut.
- Meski bersejarah sebagai daerah tertutup sejak era kolonial dan baru dibuka untuk wisata pada 1996, Nusakambangan kini menawarkan destinasi alam eksotis seperti pantai dan goa yang masih asri.
Lebih lanjut, fakta menarik Pulau Nusakambangan tercermin dari lokasinya, fungsinya sebagai tempat wisatanya, kehadiran berbagai Lapas di dalamnya, dan keberagaman alamnya yang masih melimpah. Mau tahu berbagai fakta menarik dan seluk peluk terkait Pulau Nusakambangan? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Ada banyak lapas di Pulau Nusakambangan

Pulau Nusakambangan terkenal sebagai salah satu pulau yang memiliki banyak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Tercatat, terdapat sekitar 12 lapas di pulau tersebut. Lapas di Pulau Nusakambangan juga dibagi menjadi beberapa kategori tergantung dari tingkat keamanannya. Berikut daftar lengkapnya.
Lapas Super Maximum Security
- Lapas Kelas I Batu
- Lapas Kelas IIA Pasir Putih
- Lapas Khusus Kelas IIA Karang Anyar
Lapas Maximum Security
- Lapas Kelas IIA Besi
- Lapas Narkotika Kelas IIA
- Lapas Kelas IIA Gladakan
- Lapas Kelas IIA Ngaseman
Lapas Medium Security
- Lapas Kelas IIA Kembang Kuning
- Lapas Kelas IIA Permisan
- Lapas Kelas IIA Kumbang
Lapas Minimum Security
- Lapas Kelas IIB Nirbaya
- Lapas Kelas IIB Terbuka
2. Pulau Nusakamabangan adalah habitat macan tutul jawa

Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) merupakan satu-satunya kucing besar yang tersisa di wilayah Pulau Jawa. Menariknya, kucing besar yang pandai memanjat pohon tersebut masih bisa ditemukan di Pulau Nusakambangan. Menurut Wahyono Restanto selaku Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Cilacap masih tersisa belasan ekor macan tutul jawa di pulau tersebut.
Penelitian oleh Fauna dan Flora International (FFI) dan berbagai lembaga lain juga mengungkap fakta kalau setidaknya terdapat 18 ekor macan tutul jawa di Pulau Nusakambangan. Bukti kehadiran predator puncak tersebut hadir dalam bentuk foto, video, hingga kotoran. Selain itu, terdapat dua jenis macan tutul jawa di Pulau Nusakambangan, yaitu macan kumbang berwarna hitam dan macan bercorak tutul.
3. Berlokasi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

Dilansir Indonesian Tourism, Pulau Nusakambangan berlokasi di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Lebih tepatnya lagi, pulau tersebut masuk ke Kecamatan Cilacap Selatan. Luas wilayahnya sendiri sekitar 210 kilometer persegi (km2) atau 21 ribu hektare (ha). Panjangnya 36 kilometer dan lebarnya ada di angka 3-9 kilometer. Jika dilihat dari peta Pulau Nusakambangan nampak seperti menyatu dengan Pulau Jawa. Namun, sebenarnya pulau tersebut terpisah dari Pulau Jawa lewat selat kecil bernama Selat Segara Anakan.
4. Bisa dikunjungi oleh wisatawan

Pulau Nusakambangan memang erat dengan hewan liar, kesan menyeramkan, dan tempat para narapidana. Namun, pulau tersebut terbuka untuk umum dan beberapa wilayahnya bisa dikunjungi oleh wisatawan, lho. Dilansir Wonderful Indonesia, Pulau Nusakambangan mulai dibuka sebagai destinasi wisata pada 1996.
Di Pulau Nusakambangan terdapat berbagai tempat eksotis, seperti Pantai Pasir Putih, Pantai Permisan, Pantai Teluk Penyu, hingga Goa Ratu. Berbagai penginapan juga tersedia di Pulau Nusakambangan sehingga memudahkanmu untuk menginap dan melakukan eksplorasi selama berhari-hari. Menariknya, Pulau Nusakambangan masih asri sehingga pantainya terawat dan bebas dari sampah.
5. Sejarah singkat Pulau Nusakambangan

Sebelum memiliki nama besar seperti sekarang, ternyata Pulau Nusakambangan punya sejarah yang menarik, lho. Dilansir National Geographic, awalnya Pulau Nusakambangan ditetapkan sebagai daerah tertutup oleh pemerintah kolonial pada 1905. Kemudian, 32 tahun kemudian Pulau Nusakambangan mulai menjadi tempat untuk mengurung narapidana.
Pada 1974, Pemerintah Indonesia juga mengukuhkan status Pulau Nusakambangan sebagai daerah tertutup melalui Kepres RI No. 38. Sebagai "pulau penjara", berbagai narapida kelas kakap seperti Amrozi dan Ali Gufron juga pernah ditahan di pulau tersebut. Seperti yang sudah disampaikan, Pulau Nusakambangan baru dibuka untuk umum sebagai tempat wisata pada 1996.
Berbagai fakta menarik Pulau Nusakambangan menjadi bukti kalau pulau tersebut merupakan tempat yang penting, entah bagi pemerintah, masyarakat, atau kelestarian alam Indonesia. Karena itu, Pulau Nusakambangan harus dijaga dan jangan dialihfungsikan untuk hal-hal buruk. Berbagai upaya juga harus digayangkan untuk meningkatkan fungsi dari pulau tersebut.



















