5 Fakta Menarik Red-billed Leiothrix, si Setia yang Nyanyiannya Merdu

- Red-billed leiothrix spesies burung dengan nyanyian merdu, terutama saat musim kawin
- Penyebaran habitat di Bhutan, Nepal, Myanmar, dan Tibet serta kebiasaan makanannya
- Bersifat monogami, teritorial saat musim kawin, dan diklasifikasikan sebagai "Least Concern" oleh IUCN
Red-billed leiothrix merupakan spesies burung yang terkenal karena nyanyian merdunya, khususnya saat musim kawin. Mereka berada dalam famili Leiotrichidae dan memiliki nama ilmiah Leiothrix lutea. Panjang tubuhnya mencapai 14 cm dan beratnya tidak diketahui. Mereka berwarna hijau zaitun dan punya tenggorokan kuning dengan rona oranye di bagian dadanya. Terdapat cincin kekuningan kusam di sekitar mata yang memanjang hingga paruhnya.
Tepi bulu sayapnya berwarna kuning cerah, oranye, merah dan hitam. Ekornya bercabang berwarna cokelat zaitun dan ujungnya kehitaman. Terdapat warna abu-abu kebiruan di pipi dan bagian samping lehernya. Sementara itu, warna betina lebih kusam dibandingkan jantan dan tidak punya bercak merah di sayapnya. Oh iya, red-billed leiothrix tidak sering terbang kecuali di habitat terbuka. Yuk, kenalan lebih jauh dengan spesies burung ini.
1. Wilayah penyebaran red-billed leiothrix

Penyebaran red-billed leiothrix hanya berada di Bhutan, Nepal, Myanmar dan beberapa bagian Tibet. Mereka merupakan burung hutan perbukitan yang ditemukan di semua jenis hutan meskipun lebih suka hutan pinus semak belukar. Spesies ini juga ditemukan di ketinggian mulai dari dekat permukaan laut hingga sekitar 7.500 meter. Animalia menginformasikan bahwa populasi di Jepang mungkin merupakan subspesies nominasi dari spesies yang telah tercatat sejak tahun 1980-an.
2. Apa yang dimakannya?

Makanan utama dari red-billed leiothrix adalah buah-buahan dan selebihnya terdiri dari invertebrata. Buah yang dimakannya termasuk jambu stroberi, bidal dan terkadang pepaya yang sangat matang. Untuk melengkapi dietnya, mereka memakan larva kupu-kupu, kaki seribu dan laba-laba. Red-billed leiothrix juga memangsa ulat bambu dan moluska. Burung ini sering minum dari genangan air di dedaunan yang berguguran.
3. Menjelajah dalam kelompok kecil

Berdasarkan informasi dari Honolulu Zoo, red-billed leiothrix sering menjelajah dalam kelompok kecil dan penerbang yang aktif. Di penangkaran, pasangan bisa menjadi agresif jika dimasukkan ke dalam kandang yang sama. Tapi di alam liar, mereka nampak rukun bahkan ketika wilayah jelajahnya tumpang tindih satu sama lain.
Baik di penangkaran maupun di alam liar, red-billed leiothrix bersifat monogami. Mereka berkeliling, berjalan, memanjat, melompat dan juga terbang. Terkadang, burung ini suka mandi di kolam yang dangkal.
4. Nyanyiannya sangat merdu

Spesies burung ini juga terkenal karena vokalisasinya, nyanyiannya keras, dan sangat merdu. Selama musim kawin saat red-billed leiothrix berpasangan dan menjadi teritorial, kamu bisa mendengar nyanyiannya yang terdiri dari serangkaian nada pendek kuat dan terus berulang. Jantan menyanyikan lagu-lagu rumit dengan beragam suku kata untuk mencoba menarik perhatian betina.
5. Sistem perkawinan red-billed leiothrix

Sistem perkawinan red-billed leiothrix adalah monogami, kawin dengan satu pasangan seumur hidupnya. Di Hawaii, musim kawinnya terjadi dari antara bulan Maret dan Agustus. Sarangnya berbentuk mangkok terbuka yang terbuat dari daun kering, lumut dan tersembunyi dengan baik. Beberapa sarang juga ditemukan antara bulan April dan Juni yang ditempatkan 3 meter di atas permukaan tanah.
Betina biasanya menghasilkan 3--4 telur berwarna biru pucat dan terdapat bintik cokelat kemerahan. Masa inkubasinya berlangsung selama 14 hari. Induknya akan mengalihkan perhatian pemangsa dari sarang dengan berlari dan bernyanyi di tanah. Setelah menetas, kedua induknya bergantian memberi makan anak-anaknya.
Red-billed leiothrix ternyata tersebar di kawasan Asia Selatan dan juga ditemukan di Kepulauan Hawaii. Mereka berada dalam kelompok, tapi jadi lebih teritorial saat musim kawin. Saat ini, red-billed leiothrix diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dan tren populasinya mengalami penurunan.



















