Coba perhatikan bawah kasur, sela-sela pintu, atau pepohonan di samping rumah, pasti kamu akan melihat semut. Semut-semut yang kamu lihat di sekitar umumnya tak berbahaya, bahkan cenderung tidak agresif. Namun, ada satu spesies semut yang harus diwaspadai, yaitu semut jack jumper (Myrmecia pilosula).
5 Fakta Menarik Semut Jack Jumper, Sengatannya Mematikan!

- Semut jack jumper (Myrmecia pilosula) tersebar luas di Australia dan Tasmania, menghuni area terbuka, hutan, taman, hingga pekarangan, tetapi cenderung menghindari permukiman padat.
- Bisa sengatannya mengandung sitotoksin dan dapat memicu pembengkakan hingga reaksi alergi berat, termasuk henti jantung; tercatat empat kematian akibat sengatan pada 1980–2000.
- Semut ini aktif siang hingga petang, agresif saat terancam, berburu dengan penglihatan tajam, mampu melompat 5 sentimeter, serta memangsa serangga, laba-laba, bangkai, dan material tanaman.
Spesies ini termasuk semut berukuran besar berwarna hitam. Ia bisa menggigit dengan mulutnya yang tajam dan punya bisa mematikan. Bahkan, sengatannya bisa menghilangkan nyawa manusia, lho. Semut jack jumper sendiri punya penyebaran yang cukup luas dan sangat aktfi pada siang hari. Nah, mau mengenal semut tersebut lebih dalam? Kita ulik di bawah ini, yuk.
1. Semut jack jumper hidup di wilayah Australia

semut jack jumper (inaturalist.org/Connor Margetts) Laman EOL menerangkan bahwa semut jack jumper tersebar luas di hampir seluruh wilayah Australia. Bahkan, ia menjadi salah satu spesies bull ant paling umum di Negeri Kanguru tersebut. Tak hanya di daratan utama, bahkan serangga ini juga menghuni Pulau Tasmania. Semut jack jumper bisa ditemukan di area terbuka seperti area berkayu, padang rumput, dan daerah rural. Namun, hewan ini juga bisa hidup di hutan, area lembap, taman, kebun, hingga pekarangan rumah. Untungnya ia cenderung menghindari daerah pemukiman yang padat penduduk. Tercatat, semua ini bisa hidup di ketinggian sekitar 121 hingga 1,432 mdpl.
2. Sengatannya bisa menyebabkan kematian

semut jack jumper (inaturalist.org/Gelkiu) Semut jack jumper adalah spesies yang sangat berbahaya bagi manusia, bahkan sengatan berbisanya bisa menyebabkan kematian. Laman iNaturalist menerangkan bahwa salah satu kandungan di bisa semut ini adalah sitotoksin. Sengatannya akan menyebabkan efek yang beragam, seperti pembengkakan, mata berair, anxiety, dan sakit kepala. Di kasus ekstrem korban juga bisa mengalami sakit perut, kesulitan bernafas, hingga pingsan.
Sengatannya mampu menyebabkan efek alergi, tercatat sekitar 2-3 persen populasi manusia memiliki alergi tersebut. Efek alergi inilah yang sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan hilangnya kesadaran hingga henti jantung mendadak yang akhirnya memicu kematian. Pada rentang 1980 hingga 2000 setidaknya terdapat empat kasus kematian akibat sengatan semut ini.
3. Semut jack jumper punya mulut yang tajam

semut jack jumper (inaturalist.org/Simon Grove) Di samping sengatannya yang mematikan, semut jack jumper juga dipersenjatai gigitan tajam. Meski tak berbahaya, gigitan dari semut dewasa sepanjang lebih dari 1 centimeter tetap menyakitkan. Laman Picture Insect menerangkan bahwa semut jack jumper hanya akan menggigit ketika merasa terancam, stres, atau terpojok. Namun, mulutnya yang tajam jarang digunakan untuk menggigit dan lebih sering digunakan untuk menangkap mangsa. Semut ini sebenarnya juga tidak menggigit, tapi ia akan mencengkeram kulit manusia dan kemudian melancarkan sengatan lewat abdomennya.
4. Semut jack jumpet aktif pada siang hingga petang

semut jack jumper (inaturalist.org/Alan Melville) Melansir laman Animalia, semut jack jumper adalah hewan diurnal yang aktif pada siang hingga petang. Semut ini juga lebih aktif pada bulan-bulan hangat seperti musim kemarau. Sebaliknya, di musim dingin atau hujan semut jack jumper akan menghentingkan aktivitasnya. Semut ini juga agresif, ia tak segan menyerang manusia dan kerap berkelahi satu sama lain di dalam koloni.
Semut jack jumper juga merupakan spesies yang lincah, bahkan ia bisa melompat hingga jarak 5 centimeter. Belum ada penelitian dan bukti ilmiah yang menyatakan bahwa semut ini bisa memperingati sesamanya menggunakan feromon. Namun, spesies lain yang kekerabatannya dekat memiliki kemampuan tersebut. Para ahli juga kurang yakin apakah semut jack jumper bisa menjadi penyerbuk alami atau tidak.
5. Semut jack jumper mencari mangsa lewat penglihatan

semut jack jumper (inaturalist.org/Keith Martin-Smith) Semut jack jumper memiliki satu kelebihan, yaitu ia memiliki penglihatan yang tajam. Dilansir Atlas of Living Australia, semut ini menggunakan penglihatannya untuk berburu dan menghindari predator. Dalam hal ini, ia akan memfokuskan penglihatan dengan cara menggerakan kepalanya dengan cepat. Spesies ini juga mampu melihat predator dari jarak 1 meter, membuatnya bisa kabur dengan cepat ketika mendeteksi ancaman.
Makanan semut jack jumper sangat beragam, mulai dari larva serangga, jangkrik, kecoak, bangkai, material tanaman, tawon, hingga laba-laba. Semut ini bisa menjadi pemburu yang pasif dan akan aktif jika memungkinkan. Terkadang, ia akan mengikuti mangsanya dari belakang sebelum menerkamnya.
Kamu bisa bernafas lega karena semut jack jumper tidak menghuni Indonesia. Jika ia ada di Tanah Air maka kamu harus selalu waspada ketika masuk ke hutan atau berkelana di area terbuka. Di Australia sendiri semut jack jumper cukup terkenal. Paramedis di sana juga sudah akrab dengan kasus gigitannya sehingga penanganan korban sengatan bisa berjalan dengan optimal.




















