Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Monumen Voortrekker, Situs Warisan Nasional Afrika Selatan
Monumen Voortrekker di Pretoria, Afrika Selatan. (commons.wikimedia.org/Francois Du Rand)
  • Monumen Voortrekker di Pretoria dibangun untuk mengenang para pionir Afrikaner yang bermigrasi besar-besaran antara tahun 1835–1854, dengan desain megah bergaya Art Deco karya arsitek Gerard Moerdijk.
  • Bangunan ini memiliki Aula Pahlawan dengan relief marmer sepanjang 92 meter yang menggambarkan perjalanan dan kehidupan para Voortrekker, serta Cenotaph yang disinari matahari setiap 16 Desember siang.
  • Kompleks monumen mencakup Benteng Schanskop dan Tembok Peringatan bagi anggota SADF, serta diakui sebagai Situs Warisan Nasional Afrika Selatan sejak 8 Juli 2011.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selain jadi ibu kota administratif Afrika Selatan, Pretoria juga menyimpan sejarah yang mendalam. Di atas salah satu bukitnya, ada sebuah bangunan granit yang langsung menarik perhatian. Bangunan itu adalah Monumen Voortrekker, yang dibangun untuk memperingati para pionir Afrikaner (Voortrekkers) yang melakukan migrasi besar-besaran (The Great Trek) ke pedalaman Afrika Selatan antara tahun 1835 dan 1854 untuk mencari wilayah baru.

Penasaran dengan fakta unik di balik monumen megah ini? Keep scrolling!

1. Punya struktur arsitektur yang megah

Aula Pahlawan di dalam Monumen Voortrekker yang diapit oleh empat jendela melengkung besar yang menampilkan kisi-kisi berpola yang terbuat dari kaca Belgia berwarna kuning keemasan. (commons.wikimedia.org/Arend)

Monumen Voortrekker berbentuk kubus yang sangat megah dengan dimensi panjang, lebar, dan tinggi yang sama, yakni 40 meter. Bangunan bersejarah ini dirancang oleh seorang arsitek bernama Gerard Moerdijk. Setelah proses pembangunan selesai, monumen ini resmi dibuka pada tanggal 16 Desember 1949.

Kalau dilihat sekilas, arsitektur monumen ini mengusung gaya Art Deco yang populer di zamannya. Namun, sang arsitek juga menambahkan pengaruh desain dari monumen-monumen klasik yang ada di Eropa. Kombinasi unik inilah yang membuat tampilannya terlihat sangat megah dan ikonik hingga sekarang.

2. Terdapat dinding relief marmer terpanjang di dunia

Panel relief marmer dari Monumen Voortrekker yang menggambarkan Pertempuran Italeni tahun 1838. (commons.wikimedia.org/Arend)

Saat pertama kali masuk lewat pintu utama, kamu akan langsung disambut oleh Aula Pahlawan yang megah dan berkubah tinggi. Ruangan besar ini dipercantik dengan empat jendela lengkung besar dari kaca Belgia berwarna kuning yang membuat suasana di dalamnya terasa khas. Di ruangan inilah tersimpan Frieze Sejarah, sebuah mahakarya berupa relief marmer sepanjang 92 meter yang menjadi frieze marmer terbesar di dunia.

Relief raksasa ini terdiri dari 27 panel yang menceritakan perjalanan besar para pionir dari tahun 1835 hingga 1852. Menariknya, ukiran di dinding ini gak cuma memperlihatkan peristiwa sejarah penting atau adegan pertempuran saja, tapi juga merekam detail kehidupan sehari-hari, cara kerja, hingga keyakinan agama mereka. Salah satu bagian paling ikonik di tengah relief ini menggambarkan kisah tragis pembantaian Delegasi Piet Retief.

3. Pada tanggal 16 desember, sinar matahari akan masuk melalui lubang kecil di kubah atap monumen

Cenotaph di Aula Tugu Peringatan Monumen Voortrekker. Tugu ini berfungsi sebagai simbolis untuk menghormati para pionir yang gugur selama Perjalanan Besar. (commons.wikimedia.org/ConnyvVB)

Tepat di bagian tengah ruangan bawah tanah, terdapat sebuah batu nisan simbolis bernama Cenotaph yang menjadi pusat perhatian utama monumen ini. Uniknya, batu nisan ini bisa dilihat langsung dari Aula Pahlawan di atasnya maupun dari kubah puncak gedung. Setiap tanggal 16 Desember jam 12 siang, seberkas sinar matahari akan masuk lewat lubang atap dan menyinari ukiran kalimat di atas Cenotaph sebagai simbol berkah Tuhan untuk para pionir.

Suasana di dalam Aula Cenotaph ini juga terasa sangat historis karena dihiasi berbagai bendera replika dan pajangan kain tenun bergambar para Voortrekker. Selain itu, ada juga lemari-lemari kaca yang memamerkan artefak kuno asli dari sisa perjalanan besar mereka dulu. Di salah satu sudut dindingnya, kamu bisa melihat sebuah lentera khusus dengan api yang terus menyala tanpa henti sejak tahun 1938.

4. Ada dinding yang mengukir 64 gerobak sapi berbahan granit

Gerobak sapi, bagian dari tembok benteng yang terdiri dari 64 gerobak yang mengelilingi Monumen Voortrekker. (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

Bagian luar bangunan ini dikelilingi oleh dinding melingkar yang dihiasi ukiran 64 kereta sapi dari batu granit. Formasi unik ini melambangkan laager, yaitu taktik pertahanan para pionir yang menyusun kereta mereka membentuk lingkaran pelindung saat bertempur. Desain pelindung ini membuat monumen terlihat seperti sebuah benteng kokoh yang siap menghadapi musuh.

Ukiran puluhan kereta sapi ini juga menjadi pengingat akan momen penting yang terjadi pada tahun 1938 silam. Pada tahun tersebut, masyarakat mengadakan perjalanan gerobak sapi simbolis yang dimulai dari Cape Town. Perjalanan panjang yang penuh sejarah itu akhirnya berakhir di atas bukit tempat batu fondasi monumen ini diletakkan.

5. Punya koleksi museum dan warisan budaya

Tembok Peringatan Koevoet, yang terletak di Monumen Voortrekker. (commons.wikimedia.org/Ossewa)

Selain museum kecil tentang sejarah para pionir, kompleks Monumen Voortrekker ini ternyata terus diperluas dan kini mencakup area bersejarah lainnya. Salah satunya adalah Benteng Schanskop, sebuah benteng pertahanan dekat monumen yang dibangun oleh pemerintah Republik Afrika Selatan pada tahun 1897. Benteng yang didirikan setelah peristiwa Jameson Raid ini resmi digabungkan ke dalam kompleks monumen pada Juni 2000 dan sekarang ikut difungsikan sebagai museum.

Area penting lainnya yang ditambahkan ke kompleks ini adalah Tembok Peringatan yang dibangun pada tahun 2009. Tembok ini didirikan khusus untuk menghormati dan mengenang para anggota South African Defence Force (SADF) yang gugur saat bertugas demi negara. Fasilitas ini dibangun untuk memberikan penghormatan bagi mereka yang mengabdi antara tahun 1961 hingga 1994.

Kini, Monumen Voortrekker adalah simbol sejarah penting yang diakui dunia. Tepat pada tanggal 8 Juli 2011, kompleks bersejarah ini resmi dinyatakan sebagai Situs Warisan Nasional oleh Badan Sumber Daya Warisan Afrika Selatan. Menjelajahi tempat ini bakal memberikan kamu gambaran nyata tentang perjuangan masa lalu sekaligus pemandangan kota Pretoria yang luar biasa indah dari atas bukit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article