5 Fakta House of the Blackheads, Gedung Bersejarah di Riga

- House of the Blackheads di Riga terkait Brotherhood of Blackheads, serikat pedagang muda asing yang tercatat sejak 1413; asal-usul nama “blackhead” masih belum pasti.
- Dibangun pada 1334 sebagai gudang dan ruang pertemuan pedagang, gedung ini kemudian digunakan serikat tersebut serta menjadi kediaman sementara Presiden Latvia pada 2012–2016.
- Bangunan bergaya Renaisans ini hancur akibat perang pada 1941, direkonstruksi pada 1996–2000; ruang bawah tanah asli 1334 bertahan dan kini gedung berfungsi sebagai museum serta pusat acara.
Di balik keindahan Kota Tua Riga di Latvia, berdiri sebuah bangunan bernama House of the Blackheads (Schwarzhäupterhaus). Sejarah gedung ini tidak lepas dari peran The Brotherhood of Blackheads, yaitu serikat pedagang muda asing yang pernah sangat berpengaruh di wilayah Baltik. Bangunan yang ada di Riga ini menjadi salah satu yang paling terkenal karena keindahan arsitekturnya dan sejarahnya yang sangat panjang.
Lantas, apa saja fakta menarik yang membuat bangunan bersejarah ini wajib kamu ketahui? Simak artikel ini, ya!
1. Misteri nama “blackhead”

Asal-usul pasti dari istilah "blackhead" atau kepala hitam sebenarnya masih belum diketahui hingga saat ini. Santo pelindung dari kelompok ini adalah Santo Maurice, seorang ksatria Kristen asal Mesir yang berkulit hitam. Gambaran kepala santo ini juga dipasang secara resmi pada lambang serikat tersebut.
Sampai sekarang masih belum jelas apakah santo pelindung ini dipilih karena namanya atau justru nama tersebut sudah ada sebelumnya. Dilansir Architektura średniowiecza i starożytności, keberadaan Brotherhood of Blackheads di Riga baru mulai tercatat dalam dokumen resmi sejak tahun 1413. Karena itu, pada masa-masa awal mereka harus menggunakan gedung lain sebelum akhirnya pindah ke bangunan ini.
2. Pernah menjadi kediaman presiden

Bangunan asli gedung ini didirikan pada tahun 1334 sebagai gudang, tempat pertemuan, dan lokasi perayaan bagi para pedagang. Sejak pertengahan abad ke-15, fungsinya berkembang dan mulai digunakan oleh Brotherhood of Blackheads. Brotherhood of Blackheads sendiri adalah perkumpulan pedagang, pemilik kapal, dan pendatang asing yang belum menikah.
Bangunan bersejarah ini terus memegang peranan penting bagi kota Riga dari abad ke abad. Bahkan pada tahun 2012 hingga 2016, gedung ini sempat dijadikan tempat tinggal resmi sementara untuk Presiden Latvia. Hal tersebut dilakukan karena lokasi kediaman utama Presiden, yaitu Kastil Riga, sedang berada dalam proses renovasi.
3. Mengusung gaya arsitektur renaisans yang megah

House of the Blackheads sangat terkenal dengan tampilan depan berarsitektur Renaisans yang terlihat begitu megah. Dilansir Letters to Barbara, di puncak atapnya terdapat penunjuk arah angin unik yang menggambarkan kisah Santo George sedang melawan naga. Tepat di bawah penunjuk arah tersebut, kamu bisa melihat relief Raja Arthur yang memegang tongkat kerajaan dan bola dunia, didampingi patung singa di sebelah kiri serta burung camar di sebelah kanan.
Di bawah relief Raja Arthur berdiri sebuah jam astronomi indah berbahan dasar mewah yang awalnya dibuat pada tahun 1626 oleh pembuat jam bernama Matis. Jam yang dapat menunjukkan waktu, tanggal, hari, fase bulan, hingga zodiak ini merupakan hasil replika dari Jerman karena versi aslinya telah hancur. Tepat di bawah jam tersebut, terdapat lambang kota-kota Hanseatik seperti Riga, Bremen, Lübeck, dan Hamburg yang dijaga ketat oleh patung-patung singa.
4. Pernah hancur akibat perang dunia ii

Bangunan asli House of the Blackheads hancur akibat serangan bom dari pasukan Jerman pada 29 Juni 1941. Sisa-sisa reruntuhan gedung ini kemudian diratakan sepenuhnya oleh pemerintah Uni Soviet pada 23 Mei 1948. Setelah lama hancur, proses pembangunan kembali akhirnya dilakukan antara tahun 1996 hingga 2000.
Proses rekonstruksi tersebut berhasil mengembalikan bentuk asli gedung yang sangat bernilai sejarah ini. Setelah selesai dibangun, House of the Blackheads akhirnya dibuka secara resmi pada tanggal 9 Desember 1999. Pembukaan ini disambut hangat karena menjadi simbol kembalinya landmark ikonik di kota Riga.
5. Ada ruang bawah tanah

Dilansir Melngalvju Nams, ruang bawah tanah abad pertengahan ini dibangun bersamaan dengan gedung utama pada tahun 1334. Bagian ini menjadi satu-satunya struktur asli yang berhasil bertahan dan selamat hingga saat ini. Pada masa lalu, para pedagang memanfaatkan area ini sebagai tempat penyimpanan berbagai barang berharga.
Banyak barang komoditas disimpan di sini, mulai dari persediaan anggur milik persaudaraan hingga gandum, kulit, madu, dan lilin. Agar barang-barang tersebut tidak rusak dan ruangan tetap hangat saat musim dingin, dibangunlah sistem pemanas udara khusus yang disebut hypocaust. Fasilitas pemanas bersejarah ini masih bisa kamu temukan di bagian dalam bangunan tersebut.
Saat ini, House of the Blackheads berfungsi sebagai pusat acara sekaligus museum yang sangat populer di kota Riga. Keberadaannya kini terus menjaga nilai sejarah dan keindahan arsitektur masa lalu agar tetap hidup.











![[QUIZ] Pilih Ilmuwan Dunia Berikut, Bakatmu Dominan Teknologi atau IPA?](https://image.idntimes.com/post/20250520/pexels-photo-4031321-a68efb10d55d8ffc34dfccfeca797953.jpeg)







