Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Elang Rawa Tangling, Burung Pemangsa yang Tampil Mencolok

7 Fakta Elang Rawa Tangling, Burung Pemangsa yang Tampil Mencolok
Elang rawa tangling sedang mengudara. (commons.wikimedia.org/Rivugayen)
Intinya Sih
  • Elang rawa tangling atau pied harrier (Circus melanoleucos) adalah burung pemangsa sedang berbulu hitam-putih, berbiak di Rusia dan Asia Timur lalu bermigrasi ke Asia Selatan serta Tenggara.
  • Meski disebut elang, spesies ini termasuk kelompok harrier dalam genus Circus. Jantan berkontras hitam-putih, sedangkan betina dan muda bercorak cokelat, krem, serta abu-abu untuk berkamuflase.
  • Di Indonesia, elang rawa tangling merupakan pengunjung non-biak di Sumatra dan satwa dilindungi. Ia berburu mangsa kecil di rawa atau sawah, serta bersarang di tanah berumput.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat bicara tentang burung pemangsa, warna bulunya jarang mendapat perhatian. Sebagian besar burung pemangsa memang tampil sederhana supaya gak mudah terdeteksi oleh mangsanya. Namun, ada juga yang berwarna mencolok. Salah satunya elang rawa tangling.

Elang rawa tangling atau pied harrier merupakan jenis burung pemangsa unik berbulu hitam-putih yang khas. Meski elang rawa umumnya tampil simpel, elang rawa tangling justru tampil beda dengan kontras warna yang mencolok. Kenapa, ya? Apakah elang rawa tangling bisa dijumpai di Indonesia? Yuk, cari tahu lewat fakta unik elang rawa tangling atau pied harrier berikut ini!

1. Burung apa itu elang rawa tangling?

Elang rawa tangling bertengger di batang pohon.
Elang rawa tangling bertengger di batang pohon. (commons.wikimedia.org/Anton Labachou/riyga25)

Elang rawa tangling atau pied harrier (Circus melanoleucos) merupakan jenis burung pemangsa unik berwarna hitam-putih. Burung ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 45 sentimeter dan bentang sayap 1,15 meter, mengutip laman Animalia. Burung ini berbiak di Rusia dan Asia Timur, lalu bermigrasi musim dingin ke Asia Selatan dan Asia Tenggara. Warna hitam-putih yang mencolok membuat elang rawa tangling beda dari elang rawa lainnya.

2. Namanya elang, tapi bukan elang sejati

Elang rawa tangling sedang mengudara.
Elang rawa tangling sedang mengudara. (commons.wikimedia.org/Kirkamon Cabello)

Elang rawa tangling merupakan salah satu jenis burung elang rawa atau harrier. Elang rawa sendiri merupakan jenis burung pemangsa bertubuh ramping dan bersayap panjang yang kerap terlihat terbang rendah menyisir ladang dan rawa-rawa. Meski namanya "elang," elang rawa seperti elang rawa tangling bukanlah elang sejati. Genus elang rawa, Circus, dikelompokkan dalam subfamili elang-alap sejati atau true hawk, Accipitrinae.

3. Tampil istimewa dengan kontras hitam dan putih

Elang rawa tangling memperlihatkan corak warna.
Elang rawa tangling memperlihatkan corak warna. (commons.wikimedia.org/Robinhood-birder)

Meski umumnya elang rawa tampil simpel supaya menyatu dengan lingkungan rawa, elang rawa tangling justru tampil istimewa dengan kontras hitam dan putih yang mencolok. Burung jantan berwarna hitam pekat pada kepala, leher, dada, punggung, dan bulu terbang primer. Sementara bagian bawah tubuh, tunggir, dan depan sayap berwarna putih cemerlang.

Elang rawa tangling betina dan yang berusia muda tampil lebih simpel dengan perpaduan cokelat, krem, dan abu-ab uuntuk membaur dengan tempat bersarang. Jantan, meski kesannya mencolok, memiliki bagian bawah berwarna terang. Di mata mangsa yang berada di tanah, elang rawa tangling terlihat menyatu dengan terangnya langit.

4. Termasuk satwa liar dilindungi di Indonesia

Elang rawa tangling sedang mengudara.
Elang rawa tangling sedang mengudara. (commons.wikimedia.org/Kirkamon Cabello)

Elang rawa tangling merupakan burung yang rutin melakukan migrasi. Burung ini aslinyaberbiak di lembah Amur di bagian timur Rusia dan bagian timur laut Tiongkok, sampai ke Korea Utara. Saat musim dingin, elang rawa tangling bermigrasi ke Asia Selatan dan Asia Tenggara. Menurut informasi dari laman Birds of the World, elang rawa tangling merupakan burung pengembara atau burung pengunjung non-biak di Sumatra. Elang rawa tangling termasuk satwa liar dilindungi di Indonesia, sehingga keberadaannya di negara kita dilindungi oleh hukum.

5. Burung pemangsa spesialis wilayah rawa

Elang rawa tangling betina sedang mengudara.
Elang rawa tangling betina sedang mengudara. (commons.wikimedia.org/Kirkamon Cabello)

Sesuai namanya, elang rawa tangling merupakan jenis burung pemangsa yang menguasai wilayah rawa. Ia hidup di padang rumput, stepa, rawa yang ditumbuhi rumput buluh, sampai rawa gambut. Di tempat bermigrasi, elang rawa tangling sering terlihat terbang menyisiri sawah dan rawa-rawa.

Layaknya elang rawa pada umumnya, elang rawa tangling dibekali sayap dan ekor panjang. Menurut laman BioDB, bentuk sayap dan ekor ini menguntungkan elang rawa tangling saat terbang rendah di atas tanah. Saat terbang, sayap diposisikan membentuk huruf "V."

6. Pemangsa hewan berukuran kecil

Elang rawa tangling mencari mangsa di ladang.
Elang rawa tangling mencari mangsa di ladang. (commons.wikimedia.org/TarikHasan70)

Elang rawa tangling merupakan burung pemangsa yang gemar memakan mamalia berukuran kecil. Biasanya, ia paling suka makan tikus padang, serta tikus dan celurut. Kadang, ia juga memangsa burung kecil, katak, kadal, ular, sampai serangga. Dietnya ini membuat elang rawa tangling bermanfaat bagi petani untuk mengontrol populasi hama.

Elang rawa tangling mencari mangsanya sambil mengudara. Ia terbang dengan gerakan ringan dan mengapung khas elang rawa. Ia melncur sambil mengepakkan sayap sesekali selagi memerhatikan gerak-gerik mangsa di tanah dengan cermat.

7. Bukan bersarang di pohon, melainkan di tanah

Elang rawa tangling mencari makan di padang rumput.
Elang rawa tangling mencari makan di padang rumput. (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)

Kalau umumnya burung pemangsa bersarang di pohon, elang rawa suka bersarang di tanah. Ini memang jadi ciri khas elang rawa. Elang rawa tangling bersarang di antara rerumputan tinggi atau semak-semak. Sarangnya berupa struktur tipis dengan lebar 40—50 sentimeter, dibangun dari rumput dan bahan tanaman lain.

Menurut laman Birds of the World, elang rawa tangling hasilkan 4—5 butir telur dalam selang waktu dua hari. Oleh karena itu, telur-telurnya tidak menetas secara bersamaan. Ada perbedaan ukuran yang mencolok di antara anak elang rawa tangling di sarang.

Sungguh burung pemangsa yang unik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung elang rawa tangling atau pied harrier? Apa kamu tertarik untuk mengamati burung pemangsa ini di habitat aslinya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More