Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Okultasi Asteroid Strenua, Bisa Diamati dari Indonesia!

5 Fakta Okultasi Asteroid Strenua, Bisa Diamati dari Indonesia!
Ilustrasi bintang di langit. (pexels.com/arda öncül)
Intinya Sih
  • Fenomena okultasi terjadi saat benda langit seperti asteroid melintas di depan bintang, membuat cahaya bintang tampak padam sesaat sebelum muncul kembali.
  • Asteroid 1201 Strenua akan menutupi bintang HIP 35933 pada 26 April 2026, dan peristiwa ini dapat diamati jelas dari wilayah Indonesia.
  • Observatorium Bosscha mengajak astronom profesional hingga amatir berpartisipasi dalam pengamatan untuk mengumpulkan data akurat tentang ukuran, bentuk, dan karakteristik asteroid Strenua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan April 2026 ini seolah menjadi panggung bagi berbagai pertunjukan menarik di langit malam. Kita akan disuguhi beberapa fenomena astronomi sekaligus, mulai dari hujan meteor Lyrids yang mencapai puncaknya hingga posisi planet Jupiter yang tampak begitu terang. Namun, di antara deretan peristiwa tersebut, ada satu fenomena yang cukup langka dan menarik perhatian para astronom, yaitu okultasi bintang oleh Asteroid 1201 Strenua. 

Apa itu? Mari kita pelajari tentang keunikan fenomena langit ini melalui artikel berikut!

1. Apa itu okultasi?

Ilustrasi okultasi.
Ilustrasi okultasi. (pexels.com/Yvon Gallant)

Okultasi berasal dari kata Latin yang berarti "menyembunyikan". Dalam dunia astronomi, fenomena ini terjadi saat sebuah benda langit, seperti asteroid, planet, atau bulan, melintas tepat di depan bintang yang posisinya lebih jauh. Akibatnya, cahaya bintang tersebut akan tertutup atau tampak menghilang sejenak dari pandangan kita karena terhalang oleh objek yang melintas di depannya.

Berbeda dengan gerhana matahari yang melibatkan interaksi benda-benda langit berukuran raksasa, okultasi asteroid terhadap bintang merupakan peristiwa yang jauh lebih langka. Fenomena ini biasanya hanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, sehingga memerlukan ketelitian khusus untuk bisa mengamatinya sebelum cahaya bintang muncul kembali.

2. Asteroid 1201 Strenua akan menutupi bintang HIP 35933

Ilustrasi bintang di langit.
Ilustrasi bintang di langit. (pexels.com/arda öncül)

Asteroid 1201 Strenua, yang mengorbit di sabuk utama antara Mars dan Jupiter, akan melakukan perjalanan langka dengan melintas tepat di depan bintang HIP 35933 di rasi Gemini. Meski jarak bintang tersebut mencapai 180 tahun cahaya, tetapi posisi asteroid yang berada jauh lebih dekat dengan Bumi akan membuatnya tampak menutupi cahaya bintang tersebut untuk sementara waktu.

Fenomena ini akan membuat cahaya bintang "padam" seketika selama beberapa detik sebelum akhirnya muncul kembali. Meskipun melibatkan pergerakan benda langit yang signifikan, astronom dari Observatorium Bosscha menegaskan bahwa asteroid Strenua sama sekali tidak berbahaya bagi Bumi. Jadi, peristiwa ini murni merupakan tontonan langit yang menarik untuk diamati.

3. Indonesia menjadi jalur pengamatan utama

Ilustrasi peta Indonesia dan Australia.
Ilustrasi peta Indonesia dan Australia. (pexels.com/Amar Preciado)

Fenomena okultasi asteroid Strenua yang akan melintas di wilayah Indonesia pada 26 April 2026 menjadi topik utama dalam diskusi para ahli. Jalur bayangan asteroid ini diperkirakan akan melewati wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, bahkan Australia. Pada lokasi-lokasi tersebut, bintang HIP 35933 akan terlihat padam selama beberapa saat sebelum akhirnya muncul kembali ke arah pandangan kita.

Bayangan berbentuk pita selebar 12 kilometer ini akan meluncur cepat di permukaan Bumi dengan kecepatan mencapai 11,2 kilometer per detik. Peristiwa ini sangat istimewa karena hanya pengamat yang berada tepat di jalur pusat yang bisa menyaksikan bintang tersebut benar-benar menghilang. Posisi geografis Indonesia yang strategis pun menjadikannya sebagai tuan rumah bagi fenomena langit langka yang sangat dinantikan oleh para astronom dunia.

4. Menjadi pengamatan yang sangat berharga

Ilustrasi siluet seseorang berdiri di bawah langit berbintang.
Ilustrasi siluet seseorang berdiri di bawah langit berbintang. (pexels.com/Thirdman)

Pengamatan okultasi asteroid ini sangat penting karena data mengenai Strenua masih sangat terbatas. Dengan banyaknya titik pengamatan, para astronom dapat menentukan posisi, ukuran, hingga bentuk asteroid secara lebih akurat. Fenomena ini juga menjadi kesempatan langka untuk mendeteksi keberadaan cincin atau satelit kecil yang mungkin mengelilingi asteroid tersebut.

Metode okultasi dipilih karena mampu memberikan hasil yang sangat detail dan tidak terganggu oleh polusi cahaya kota. Teknik ini memungkinkan ilmuwan mendapatkan informasi ilmiah yang rinci, seperti apakah bintang yang tertutup ternyata memiliki pasangan bintang ganda. Oleh karena itu, partisipasi banyak pengamat sangat diharapkan untuk menyukseskan pengambilan data astronomi yang berharga ini.

5. Dibutuhkan alat khusus dan ketelitian untuk pengamatan maksimal

Ilustrasi teleskop.
Ilustrasi teleskop. (pexels.com/Lucas Pezeta)

Persiapan pengamatan ini membutuhkan ketelitian tinggi karena jendela waktu yang sangat sempit sebelum bintang terbenam sekitar pukul 21:00–22:00 WIB. Pengamat perlu menggunakan teleskop minimal berdiameter 6 cm dan kamera khusus berkecepatan tinggi agar dapat menangkap detik-detik saat cahaya bintang meredup. Teknik ini sangat penting untuk merekam data sebanyak mungkin dalam waktu singkat yang hampir tidak terlihat oleh mata telanjang.

Observatorium Bosscha ITB pun turut menginisiasi kampanye nasional untuk menyukseskan riset internasional mengenai asteroid Strenua ini. Mereka mengajak seluruh komunitas astronomi, mulai dari kalangan akademisi hingga astronom amatir di seluruh Indonesia, untuk ikut serta mengambil bagian. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengumpulkan data yang akurat melalui titik pengamatan yang tersebar di berbagai wilayah.

Fenomena okultasi Asteroid Strenua pada akhir April ini merupakan kesempatan langka bagi kita untuk menyaksikan sekaligus berkontribusi dalam riset astronomi dunia langsung dari wilayah Indonesia. Karena kejadiannya berlangsung sangat singkat dan hanya melintasi jalur tertentu, persiapan yang matang menjadi kunci utama agar momen berharga ini tidak terlewatkan begitu saja. Yuk, manfaatkan waktu yang ada untuk bersiap dan jangan sampai melewatkan kesempatan menjadi saksi mata peristiwa langit yang istimewa ini, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More