Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Pink Tongued Skink, Kadal Pemburu Siput yang Jago Memanjat
Pink-tongued Skink (commons.m.wikimedia.org/dhfischer)
  • Pink-tongued skink adalah kadal asal Australia dengan lidah merah muda khas, tubuh ramping hingga 45 cm, dan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem hutan pesisir timur.
  • Hewan ini hidup di hutan lembap wilayah New South Wales hingga Queensland, aktif berburu siput dan bekicot terutama saat senja atau malam hari menggunakan gigi geraham pipihnya.
  • Kadal ini pemanjat ulung dengan ekor mencengkeram, melindungi diri dengan menggetarkan lidahnya, serta berkembang biak secara vivipar melahirkan 20–30 anak yang langsung mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pink-tongued skink atau Cyclodomorphus gerrardii merupakan spesies kadal unik asal Australia yang masuk dalam keluarga Scincidae. Berbeda dengan kerabatnya yang berlidah biru, kadal dewasa ini memiliki lidah berwarna merah muda yang menjadi ciri khas utamanya.

Meski ukurannya sedang, kadal ini sangat lincah bergerak di semak belukar dan pepohonan, serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan di pesisir timur Australia. Yuk, simak fakta-fakta lain tentang pink-tongued skink yang menarik untuk dipelajari lebih dalam.

1. Bentuk fisik dan keunikan lidah merah muda

Pink-tongued Skink (commons.m.wikimedia.org/dhfischer)

Kadal ini dapat tumbuh hingga panjang 45 sentimeter, termasuk bagian ekornya yang panjang dan kuat untuk membantu memanjat. Tubuhnya ramping dengan kepala yang cukup besar, di mana pejantan biasanya memiliki kepala yang lebih lebar dibandingkan betina.

Sisiknya terasa halus dengan warna dominan abu-abu atau cokelat muda, serta dihiasi sekitar 20 garis gelap melintang di sepanjang punggungnya. Uniknya, saat masih bayi, lidah mereka berwarna biru tua dengan garis tubuh hitam yang kontras, namun warna tersebut akan berubah menjadi merah muda saat mereka mulai dewasa.

2. Wilayah penyebaran dan habitat di hutan lembap

Pink-tongued Skink (commons.m.wikimedia.org/dhfischer)

Pink-tongued skink banyak ditemukan di sepanjang pesisir timur Australia, mulai dari wilayah New South Wales hingga Queensland. Mereka sangat menyukai lingkungan dengan kelembapan tinggi, seperti hutan hujan dan hutan terbuka yang basah.

Di alam liar, kadal ini biasanya berteduh di bawah tumpukan daun kering, di dalam batang pohon berlubang, atau pada celah-celah bebatuan. Meski memiliki wilayah penyebaran yang terbatas, mereka mampu bertahan hidup di pinggiran area perkotaan selama sumber makanan dan tempat berlindung masih tersedia.

3. Pemburu siput dan bekicot

Pink-tongued Skink (commons.m.wikimedia.org/Philipp Hoenle)

Makanan utama dari pink-tongued skink adalah siput dan bekicot tanpa cangkang (slug). Untuk mendukung kebiasaan makan ini, mereka memiliki gigi geraham yang besar dan pipih di bagian belakang rahang untuk menghancurkan cangkang siput dengan mudah.

Mereka biasanya aktif mencari makan pada waktu senja atau malam hari saat musim panas, namun akan lebih aktif di siang hari ketika cuaca lebih dingin. Hebatnya, anak kadal yang baru lahir sudah memiliki insting untuk berburu dan memakan siput kecil secara mandiri tanpa bantuan induknya.

4. Kemampuan memanjat dan cara melindungi diri

Pink-tongued Skink (commons.m.wikimedia.org/RatioTile)

Kadal ini dikenal sebagai pemanjat yang handal karena memiliki ekor yang bisa mencengkeram dan cakar yang tajam. Saat bergerak di antara ranting pohon, mereka sering melipat kaki belakangnya dan lebih banyak mengandalkan kaki depan serta gerakan ekor untuk berpindah tempat.

Jika merasa terancam, kadal ini akan mengangkat tubuhnya agar terlihat lebih besar dan menggetarkan lidahnya dengan cepat untuk menakuti pemangsa. Perilaku ini, ditambah dengan aktivitasnya yang lebih banyak dilakukan saat hari mulai gelap, sangat efektif untuk menghindari musuh alami seperti ular dan burung hantu.

5. Proses reproduksi dengan cara melahirkan anak

Pink-tongued Skink (commons.m.wikimedia.org/dhfischer)

Pink-tongued skink berkembang biak dengan cara melahirkan atau vivipar, bukan bertelur. Masa kawin biasanya terjadi pada awal musim semi, dan setelah mengandung selama sekitar tiga bulan, induk betina akan melahirkan 20 hingga 30 ekor anak sekaligus.

Begitu lahir, anak-anak kadal tersebut akan langsung mencari makan secara mandiri dan tidak memerlukan perawatan dari induknya. Mereka membutuhkan waktu sekitar 22 bulan untuk mencapai usia dewasa dan siap untuk berkembang biak kembali, yang memastikan keberlangsungan spesies ini di habitat aslinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team