5 Fakta Qianmen, Gerbang Kuno Tertinggi di Beijing

- Gerbang Qianmen atau Zhengyangmen dibangun pada 1419 pada masa Dinasti Ming sebagai pertahanan pintu masuk Kota Kekaisaran, dengan tinggi 42 meter sebagai gerbang tertinggi di Beijing.
- Bangunan di ujung selatan Lapangan Tiananmen ini terdiri dari Menara Gerbang Zhengyangmen dan Menara Panahan, berdiri di Poros Tengah Beijing serta dekat titik nol jalan raya Tiongkok.
- Dulu jalur utamanya khusus untuk kaisar dan gerbang mengatur mobilitas kota; Qianmen selamat dari pembongkaran 1950-an–1960-an, lalu menjadi monumen nasional dan museum benteng Beijing.
Benteng kota Beijing adalah sistem tembok dengan menara dan gerbang yang dibangun di kota Beijing, Tiongkok, pada awal tahun 1400-an. Di antara banyaknya benteng yang dibangun saat itu, ada satu bangunan yang punya peran paling penting, yaitu Gerbang Qianmen (atau Zhengyangmen).
Lantas, seperti apa sejarah dan keunikan yang dimiliki oleh Gerbang Qianmen? Yuk, simak faktanya di artikel ini!
1. Pertama kali dibangun pada masa pemerintahan dinasti ming

Menara Gerbang Zhengyangmen (commons.wikimedia.org/Morio) Gerbang Qianmen pertama kali dibangun pada tahun 1419 pada masa Dinasti Ming. Bangunan ini dulunya berfungsi untuk menjaga pintu masuk langsung ke area kota kekaisaran. Keberadaannya menjadi benteng pertahanan utama yang sangat penting bagi keamanan pusat pemerintahan saat itu.
Dengan ketinggian mencapai 42 meter, Qianmen menjadi gerbang paling tinggi di antara seluruh tembok kota Beijing. Ukurannya yang sangat besar ini membuatnya berdiri paling menonjol dibandingkan sembilan gerbang lain di Kota Bagian Dalam Beijing. Hingga saat ini, bangunan ini masih memegang predikat sebagai gerbang tertinggi di sana.
2. Terdiri dari dua bangunan tinggi

Menara Panahan Qianmen, yang terletak di tepi selatan Lapangan Tiananmen di Beijing, Tiongkok. (commons.wikimedia.org/mayanming) Gerbang Qianmen terdiri dari dua bangunan tinggi yang membentang dari selatan ke utara di ujung selatan Lapangan Tiananmen. Pada bagian utara berdiri Menara Gerbang Zhengyangmen, sedangkan Menara Panahan terletak di bagian selatan. Atap Menara Gerbang Zhengyangmen ditutupi genteng barel dan genteng datar yang dipercantik pinggiran genteng berglasir hijau.
Sementara itu, Menara Panahan dibangun dalam bentuk paviliun dengan atap pelana dan limas yang megah. Pilar-pilar penyangga pada Menara Panahan ini berdiri sangat kokoh dengan ketinggian mencapai 12 meter. Menara ini juga dilengkapi total 94 jendela celah panah yang tersebar di empat tingkat pada sisi timur, barat, dan selatan.
3. Berdiri tepat di sepanjang poros tengah beijing

Gerbang Qianmen, juga dikenal sebagai Zhengyangmen, yang terletak di Beijing, Tiongkok. (commons.wikimedia.org/EditQ) Gerbang Qianmen berdiri tepat di sepanjang Poros Tengah Beijing yang membentang dari arah utara ke selatan. Garis batas tata kota yang kaya akan sejarah ini bahkan telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Keberadaan Qianmen di jalur ini membuatnya menjadi salah satu monumen penting dalam tata kota Beijing.
Selain kaya akan sejarah, tempat ini juga menjadi titik acuan jarak jalan raya untuk seluruh wilayah Tiongkok. Titik nol kilometer tersebut berada tepat di luar Gerbang Qianmen dan ditandai dengan sebuah plakat di tanah. Plakat penanda ini menampilkan gambar empat arah mata angin, empat hewan mitologi, serta tulisan "Titik Nol Jalan Raya, Tiongkok" dalam bahasa Inggris dan Mandarin.
4. Jalan di bawah benteng dikhususkan untuk kaisar

Pemandangan melalui Gerbang Qianmen. (commons.wikimedia.org/Ermell) Dilansir 人文之光, Gerbang Qianmen memiliki berbagai fungsi penting pada masa lalu, mulai dari pertahanan, pengelolaan kota, hingga keperluan upacara kekaisaran. Jalur jalan di bawah gerbang ini dikhususkan untuk kaisar saat hendak memimpin upacara ritual di selatan atau pergi berburu. Pintu utama ini biasanya selalu ditutup, sehingga masyarakat umum harus lalu lalang melalui gerbang samping di sisi timur dan barat.
Pada masa Dinasti Ming dan Qing, pemerintah memberlakukan aturan jam malam yang sangat ketat untuk menjaga ketertiban kota. Pintu gerbang akan dibuka dan ditutup secara teratur mengikuti suara dentingan lonceng serta tabuhan genderang dari menara kota. Aturan ini membuat lalu lintas warga serta keamanan di kawasan ibu kota dapat terkelola dengan sangat baik.
5. Tidak dihancurkan ketika sebagian besar benteng kota beijing diruntuhkan

Trem Qianmen, sebuah objek wisata di Jalan Pejalan Kaki Qianmen di Beijing, yang terletak di depan Gerbang Qianmen. (unsplash.com/Yuchen Dai) Saat benteng-benteng kota Beijing diruntuhkan pada dekade 1950-an dan 1960-an untuk pembangunan jalan raya serta jalur metro, Qianmen beruntung tidak ikut dihancurkan. Bangunan ini berhasil dipertahankan dan ditetapkan sebagai monumen sejarah nasional Tiongkok. Berkat upaya penyelamatan tersebut, Qianmen tetap berdiri kokoh dan melintasi perjalanan zaman hingga era modern sekarang.
Saat ini, Gerbang Qianmen difungsikan sebagai museum sejarah perkembangan sistem benteng kota Beijing. Selain itu, bangunan ini juga menandai perbatasan utara dari kawasan perbelanjaan bersejarah Jalan Qianmen yang sangat terkenal. Kini, masyarakat umum dan wisatawan dapat mengunjunginya sebagai tempat wisata untuk mempelajari arsitektur kuno Tiongkok.
Gerbang Qianmen bukan sekadar bangunan biasa, melainkan saksi sejarah perjalanan Kota Beijing dari zaman kaisar sampai era modern. Dari perjalanan panjang gerbang ini, kita bisa melihat betapa pentingnya peran Qianmen dalam menjaga budaya dan identitas Tiongkok yang tetap lestari hingga sekarang.









![[QUIZ] Dari Jenis Batu Permata Pilihamu, Ini Nilai yang Kamu Junjung](https://image.idntimes.com/post/20241113/img-6298-e4723b21006ec0f3152dbca678d4666c-3899b947c138fb10b45608f0ae5b7093.jpeg)








