5 Fakta Red Tailed Comet, Kolibri dengan Ekor Berkilau dari Andes

- Red-tailed Comet adalah kolibri Andes di Bolivia dan Argentina; jantannya menonjol dengan ekor panjang bercabang berwarna merah-oranye hingga keemasan, sementara betina lebih kecil dan kusam.
- Spesies bernama ilmiah Sappho sparganurus ini menjadi satu-satunya anggota genus Sappho, pertama kali dideskripsikan pada 1812, dan memiliki dua subspesies yang diakui.
- Burung ini menghuni semak, padang rumput, hutan Polylepis, hingga kebun di pegunungan terbuka; makan nektar bunga dan dapat mengambilnya lewat lubang di dasar bunga.
Red-tailed Comet (Sappho sparganurus) merupakan salah satu kolibri paling mencolok yang hidup di kawasan Pegunungan Andes. Burung ini terkenal karena ekornya yang sangat panjang dengan warna merah-oranye hingga keemasan yang tampak berkilau ketika terkena cahaya. Penampilannya yang spektakuler membuat Red-tailed Comet menjadi salah satu kolibri yang mudah dikenali di habitat aslinya.
Spesies ini termasuk keluarga Trochilidae dan merupakan satu-satunya anggota genus Sappho. Persebarannya terutama berada di Bolivia dan Argentina, dengan habitat yang mencakup berbagai kawasan terbuka dan kering di Pegunungan Andes. Berikut lima fakta menarik Red-tailed Comet, kolibri dengan ekor berkilau dari Andes.
1. Ekor jantannya sangat panjang dan berkilau

burung sappho sparganurus (commons.wikimedia.org/Ron Knight) Ciri paling mencolok dari Red-tailed Comet adalah ekor jantannya yang panjang, bercabang, dan memiliki warna merah-oranye berkilau. Dilansir World Bird Names, pada jantan, bulu ekor bagian luar dapat memanjang hingga beberapa sentimeter sehingga membuat ukuran keseluruhan tubuhnya terlihat jauh lebih panjang dibandingkan banyak kolibri lainnya. Warna ekornya juga dapat terlihat lebih merah atau lebih keemasan tergantung arah datangnya cahaya.
Ekor tersebut menjadi semakin menarik ketika burung sedang terbang atau melakukan gerakan di udara. Pada jantan, bagian ekor dapat tampak seperti pita berwarna merah keemasan yang bergerak mengikuti tubuhnya. Betina memiliki ekor yang jauh lebih pendek dan warna tubuh yang tidak semencolok jantan, sehingga perbedaan penampilan antara kedua jenis kelamin cukup mudah diamati.
2. Merupakan satu-satunya spesies dalam genus sappho

burung sappho sparganurus (inaturalist.org/miraves) Red-tailed Comet memiliki posisi taksonomi yang cukup unik karena merupakan satu-satunya spesies yang saat ini ditempatkan dalam genus Sappho. Artinya, genus tersebut hanya terdiri atas Sappho sparganurus, sehingga burung ini tidak memiliki spesies lain yang masih hidup dalam genus yang sama. Keunikan tersebut membuat Red-tailed Comet menjadi salah satu kolibri yang menarik dari sisi klasifikasi.
Mengutip ScientificLib, spesies ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 1812 oleh naturalis Inggris George Shaw. Nama ilmiahnya pada saat itu adalah Trochilus sparganurus, sebelum kemudian ditempatkan dalam genus Sappho yang diperkenalkan oleh Ludwig Reichenbach pada abad ke-19. Saat ini terdapat dua subspesies yang diakui, yaitu S. s. sparganurus dan S. s. sappho.
3. Menghuni habitat terbuka di pegunungan Andes

burung sappho sparganurus (inaturalist.org/abbirder) Red-tailed Comet terutama ditemukan di kawasan Andes, khususnya wilayah Bolivia dan Argentina. Dilansir Birds of Bolivia, burung ini menyukai habitat yang relatif terbuka, termasuk semak pegunungan yang kering hingga semi-lembap, padang rumput Puna yang ditumbuhi semak, serta hutan Polylepis. Spesies ini juga dapat ditemukan di kawasan hutan kering antar-Andes dan bahkan taman atau kebun di sekitar permukiman.
Kemampuannya menempati habitat yang cukup beragam membuat Red-tailed Comet tidak selalu bergantung pada hutan lebat. Burung ini sering ditemukan di kawasan dengan pepohonan yang jarang dan vegetasi semak yang menyediakan sumber makanan. Di Bolivia, spesies ini tercatat hidup pada wilayah dengan ketinggian yang cukup tinggi dan pada musim dingin austral dapat melakukan perpindahan menuju elevasi yang lebih rendah.
4. Memiliki hubungan erat dengan bunga sebagai sumber makanan

burung sappho sparganurus (inaturalist.org/Paul B Jones) Seperti kolibri lainnya, Red-tailed Comet memanfaatkan nektar bunga sebagai salah satu sumber makanan penting. Mengutip Ornitologia Neotropical, burung ini dapat ditemukan di habitat yang memiliki tanaman berbunga, termasuk kawasan yang didominasi kaktus dan tumbuhan lain yang menyediakan nektar. Saat mencari makan, burung kolibri biasanya menggunakan paruhnya untuk mengambil cairan manis dari bunga sambil melayang di udara.
Menariknya, Red-tailed Comet juga diketahui melalukan perilaku yang disebut nectar robbing ketika mencari makanan. Alih-alih mengambil nektar melalui bagian bunga yang biasanya digunakan oleh penyerbuk, burung ini dapat memperoleh nektar melalui lubang yang dibuat pada bagian dasar tabung bunga. Perilaku tersebut menunjukkan bahwa burung ini memiliki cara alternatif untuk mendapatkan sumber energi dari bunga yang tersedia di habitatnya.
5. Jantan dan betina memiliki penampilan yang berbeda

burung sappho sparganurus (inaturalist.org/Graciela Lencina) Perbedaan penampilan antara jantan dan betina merupakan salah satu hal menarik dari Red-tailed Comet. Jantan memiliki tubuh berwarna hijau berkilau dengan ekor panjang berwarna merah-oranye atau keemasan, sedangkan betina berukuran lebih kecil dan memiliki ekor yang lebih pendek. Perbedaan tersebut membuat jantan terlihat jauh lebih spektakuler ketika terbang atau bertengger.
Selain panjang ekor, warna bulu pada kedua jenis kelamin juga berbeda cukup jelas. Jantan memiliki bagian tubuh dan tenggorokan yang menunjukkan warna hijau metalik, sedangkan betina cenderung memiliki warna yang lebih kusam dengan bagian bawah tubuh yang lebih pucat. Perbedaan tersebut merupakan contoh dimorfisme seksual, yaitu kondisi ketika jantan dan betina dalam satu spesies memiliki karakter fisik yang berbeda.
Red-tailed Comet merupakan kolibri Andes yang memiliki penampilan luar biasa berkat ekor jantan yang panjang dengan warna merah-oranye hingga keemasan yang berkilau. Spesies ini juga menarik karena menjadi satu-satunya anggota genus Sappho, mampu hidup di berbagai habitat terbuka pegunungan, serta memiliki perilaku unik ketika mencari nektar. Dengan kombinasi ekor spektakuler dan kehidupan di lanskap Andes yang indah, Red-tailed Comet menjadi salah satu kolibri yang sangat menarik untuk dikenali.
















![[QUIZ] Dari Jenis Batu Permata Pilihamu, Ini Nilai yang Kamu Junjung](https://image.idntimes.com/post/20241113/img-6298-e4723b21006ec0f3152dbca678d4666c-3899b947c138fb10b45608f0ae5b7093.jpeg)


