Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Jalak Kebo Tidak Dipenuhi Kutu saat Bertengger di Kerbau?

Kenapa Jalak Kebo Tidak Dipenuhi Kutu saat Bertengger di Kerbau?
Burung Jalak Kebo (commons.wikimedia.org/RIZKY HIDAYAT)
  • Kutu kerbau seperti Haematopinus tuberculatus beradaptasi pada kulit dan darah mamalia, sehingga bulu serta struktur kulit jalak kebo tidak mendukungnya untuk menetap atau berkembang biak.
  • Jalak kebo mengikuti kerbau untuk memanfaatkan serangga dan hewan kecil yang terusik saat kerbau merumput, sekaligus dapat mematuki hewan kecil di tubuh kerbau.
  • Jalak kebo rutin merawat bulu melalui preening dan mandi untuk menghilangkan kotoran, meski tetap dapat memiliki parasit yang memang mampu hidup pada tubuh burung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jalak kebo (Acridotheres javanicus) kerap terlihat bertengger di punggung kerbau ketika hewan tersebut sedang merumput di area terbuka. Pemandangan ini bukan hal aneh karena kedua hewan tersebut memang sering ditemukan dalam satu lingkungan, terutama di padang rumput dan lahan pertanian.

Menariknya, tubuh kerbau dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai organisme kecil, termasuk parasit yang mengisap darah, tetapi jalak kebo tetap dapat hinggap di sana tanpa ikut dipenuhi kutu. Lantas, kenapa jalak kebo tidak dipenuhi kutu saat bertengger di kerbau? Yuk, simak fakta di balik kebiasaan unik jalak kebo berikut ini!

  1. 1. Kutu kerbau memang tidak cocok hidup di tubuh burung

    Haematopinus tuberculatus
    Haematopinus tuberculatus (commons.wikimedia.org/AHMinervino)

    Kutu yang hidup pada kerbau memiliki kebutuhan tubuh yang berbeda dengan parasit yang memang menyerang burung. Salah satunya adalah Haematopinus tuberculatus, nama ilmiah untuk kutu pengisap darah yang hidup pada kerbau dan beberapa hewan mamalia lain. Kutu ini menempel pada kulit mamalia dan mengambil darah sebagai makanan, sehingga tubuh kerbau menjadi tempat yang sesuai untuk bertahan hidup. Kondisi tersebut berbeda dengan tubuh jalak kebo yang memiliki bulu dan kulit dengan struktur yang tidak cocok bagi kutu kerbau untuk menetap dalam waktu lama.

    Karena itu, jalak kebo sebenarnya tidak kebal terhadap kutu kerbau. Jika ada kutu yang tidak sengaja berpindah ke tubuh burung, keberadaannya belum tentu bisa bertahan karena lingkungan tempat hidupnya sudah berbeda. Kutu kerbau juga tidak bisa langsung berkembang biak hanya karena berhasil menempel pada hewan lain. Jadi, jalak kebo dapat bertengger di tubuh kerbau tanpa harus memiliki kekebalan khusus terhadap kutu tersebut.

  2. 2. Jalak kebo memang memanfaatkan kerbau saat mencari makanan

    Burung Jalak Kebo
    Burung Jalak Kebo (commons.wikimedia.org/Bpprakoso)

    Jalak kebo mendekati kerbau bukan semata-mata karena ingin membersihkan tubuh hewan tersebut. Kerbau yang berjalan dan merumput dapat mengusik berbagai hewan kecil dari tanah dan rerumputan, sehingga makanan yang dicari jalak kebo menjadi lebih mudah ditemukan. Burung ini memang memakan serangga dan hewan kecil tanpa tulang belakang, seperti belalang dan beberapa jenis larva.

    Selain mencari mangsa di sekitar kaki kerbau, jalak kebo juga dapat mematuki bagian tubuh kerbau untuk mengambil hewan kecil yang bisa dimakan. Makanan tersebut kemudian langsung diambil dengan paruh dan ditelan. Bagi jalak kebo, mengikuti kerbau berarti mendapatkan kesempatan mencari makanan tanpa harus terus mengamati rerumputan dari awal. Itulah sebabnya burung ini sering terlihat berjalan atau bertengger di dekat kerbau ketika keduanya berada di padang rumput atau lahan terbuka.

  3. 3. Jalak kebo rajin membersihkan bulunya

    Burung Jalak Kebo
    Burung Jalak Kebo (commons.wikimedia.org/Afada Zanjabila Arifin)

    Selain memiliki tubuh yang tidak cocok bagi kutu kerbau, jalak kebo juga memiliki kebiasaan merawat bulu secara rutin. Perilaku ini disebut preening, yaitu kegiatan burung menyisir, merapikan, dan membersihkan bulunya menggunakan paruh. Jalak kebo akan mengambil bulu dengan paruh secara bergantian untuk menghilangkan kotoran atau benda kecil yang menempel di sela-selanya.

    Perawatan tersebut penting karena bulu bukan sekadar penutup tubuh bagi burung. Bulu membantu burung terbang, menjaga suhu tubuh, dan melindungi kulit, sehingga kondisinya perlu tetap terawat. Jalak kebo juga kerap mandi untuk membersihkan tubuh dan bulunya dari kotoran yang menempel. Namun, kebiasaan tersebut bukan berarti jalak kebo bebas dari semua jenis parasit karena burung tetap dapat memiliki parasit yang memang mampu hidup pada tubuh burung.

    Fakta bahwa jalak kebo tidak dipenuhi kutu saat bertengger di kerbau bukan berarti ia kebal terhadap kutu. Burung ini bisa bertengger di punggung kerbau karena kutu seperti Haematopinus tuberculatus memang memiliki tubuh dan cara hidup yang sesuai dengan inang mamalia, bukan burung. Sementara itu, kebiasaan jalak kebo mendekati kerbau lebih berkaitan dengan peluang mendapatkan makanan yang mudah ditemukan di sekitar hewan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More