Di balik keindahannya, Singapore Botanic Gardens menyimpan banyak fakta menarik. Mulai dari statusnya yang diakui UNESCO, kontribusinya terhadap perkembangan industri karet, hingga pohon ikonik yang tampil di uang S$5 Singapura. Yuk, simak lima fakta menarik Singapore Botanic Gardens berikut ini!
5 Fakta Singapore Botanic Gardens, Ikon Alam Bersejarah Singapura

- Singapore Botanic Gardens menjadi satu-satunya kebun botani tropis berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2015, diakui atas lanskap bersejarah serta perannya dalam botani, konservasi, dan pendidikan.
- Pada akhir abad ke-19, penelitian Henry Nicholas Ridley di kebun ini menghasilkan teknik penyadapan berkelanjutan dan menjadikannya sumber benih penting bagi perkembangan perkebunan karet Malaya.
- Kawasan ini melindungi hutan hujan primer 6,2 hektare dengan lebih dari 500 spesies tumbuhan, koleksi ribuan anggrek, serta pohon Tembusu berusia lebih 150 tahun pada uang S$5.
Singapura mungkin dikenal sebagai negara dengan gedung-gedung pencakar langit yang megah dan perkembangan kotanya yang pesat. Namun, di balik lanskap modern tersebut, terdapat Singapore Botanic Gardens, sebuah kawasan hijau yang menyimpan sejarah panjang, kekayaan flora, serta peran penting dalam dunia botani.
1. Satu-satunya kebun botani tropis di dunia yang berstatus UNESCO

Singapore Botanic Gardens resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2015. Pengakuan ini menjadikannya sebagai satu-satunya kebun botani tropis di dunia yang meraih status tersebut, sekaligus menjadi situs UNESCO pertama dan satu-satunya yang dimiliki Singapura hingga saat ini.
UNESCO memberikan pengakuan tersebut karena Singapore Botanic Gardens dinilai berhasil mempertahankan lanskap bersejarahnya dan terus berkembang sebagai pusat ilmu botani, konservasi tanaman, serta pendidikan. Keberhasilannya menjaga fungsi tersebut selama lebih dari satu abad menjadikan tempat ini memiliki nilai universal yang luar biasa.
2. Berperan penting dalam perkembangan industri karet Asia Tenggara

Pada akhir abad ke-19, kebun botani ini menjadi pusat penelitian tanaman karet (Hevea brasiliensis) di bawah kepemimpinan Henry Nicholas Ridley. Melalui berbagai penelitian, Ridley berhasil mengembangkan teknik penyadapan yang memungkinkan getah karet dipanen secara berkelanjutan tanpa merusak atau membunuh pohonnya.
Kegigihan Ridley dalam mengajak para pekebun menanam karet sempat membuatnya dijuluki "Mad Ridley" atau "Rubber Ridley". Meski awalnya banyak diragukan, metode yang dikembangkannya terbukti berhasil, terutama ketika perkebunan kopi mengalami kemunduran akibat serangan penyakit. Singapore Botanic Gardens kemudian menjadi salah satu sumber benih utama bagi perkebunan-perkebunan baru di Malaya. Pada tahun 1920-an, wilayah tersebut bahkan telah menghasilkan lebih dari separuh pasokan karet dunia.
3. Memiliki hutan hujan yang lebih tua daripada negara Singapura

Di balik citranya sebagai negara modern, Singapura ternyata masih memiliki kawasan hutan hujan alami di tengah kota. Area hutan hujan seluas 6,2 hektare di dalam Singapore Botanic Gardens merupakan salah satu sisa hutan hujan primer yang masih bertahan. Hutan ini sudah ada jauh sebelum Singapura berdiri menjadi negara modern dan telah menjadi bagian dari kawasan kebun botani sejak didirikan pada tahun 1859.
Meski letaknya tak jauh dari kawasan perbelanjaan Orchard Road, area hutan hujan ini menjadi rumah bagi lebih dari 500 spesies tumbuhan, mulai dari pohon-pohon raksasa, tanaman merambat, hingga paku-pakuan. Menariknya, lebih dari 80 persen spesies tanaman di dalamnya tergolong langka atau terancam punah, sehingga kawasan ini menjadi ruang konservasi alam yang sangat krusial bagi Singapura.
4. Rumah bagi ribuan jenis anggrek

National Orchid Garden merupakan bagian dari Singapore Botanic Gardens yang didedikasikan khusus untuk koleksi anggrek. Pengembangannya telah dimulai sejak akhir abad ke-19 di bawah kepemimpinan Henry Nicholas Ridley, sebelum akhirnya resmi dibuka untuk umum pada tahun 1995. Kini, National Orchid Garden menjadi rumah bagi salah satu koleksi anggrek terbesar di dunia dengan lebih dari 1.000 spesies dan sekitar 2.000 hibrida anggrek.
National Orchid Garden juga dikenal dengan penataan kawasannya yang terinspirasi dari empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Pada tahun 2021, kawasan ini semakin diperluas dengan hadirnya Tropical Montane Orchidetum (TMO), yang menampilkan berbagai spesies anggrek khas lingkungan tropis dataran tinggi dengan suhu yang lebih sejuk.
5. Memiliki pohon Tembusu yang tampil di uang S$5 Singapura

Jika kamu memegang uang kertas S$5 Singapura, coba perhatikan gambar pohon besar yang tercetak di bagian belakangnya. Pohon tersebut bukanlah ilustrasi fiktif, melainkan pohon Tembusu (Cyrtophyllum fragrans) berusia lebih dari 150 tahun yang tumbuh di Singapore Botanic Gardens. Pohon ini juga telah ditetapkan sebagai Heritage Tree, yaitu pohon yang dilindungi oleh pemerintah setempat karena memiliki nilai sejarah, estetika, dan sosial-budaya yang tinggi.
Pohon Tembusu dipilih sebagai gambar pada mata uang S$5 untuk mewakili tema "Garden City", yang menjadi identitas Singapura sebagai kota yang menyatu dengan alam. Karena diabadikan dalam mata uang resmi, pohon ini tidak hanya menjadi daya tarik Singapore Botanic Gardens, tetapi juga menjadi simbol warisan alam yang melekat kuat bagi masyarakat Singapura.
Lebih dari 160 tahun berdiri, Singapore Botanic Gardens terus menjadi salah satu kebanggaan Singapura karena berhasil memadukan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kekayaan alam dalam satu kawasan. Tak heran jika tempat ini tetap menjadi salah satu ikon yang paling berharga hingga sekarang.




















