Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Taman Nasional Tongariro, Punya Gurun di Tengah Selandia Baru
Taman Nasional Tongariro (Unsplash.com/Francesco Ungaro)
  • Taman Nasional Tongariro ditetapkan tahun 1894 sebagai taman nasional pertama di Selandia Baru, berawal dari tanah suci yang diserahkan suku Māori demi pelestarian budaya dan alam.
  • Kawasan ini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dengan status ganda karena keindahan alam vulkanik serta nilai spiritual mendalam bagi masyarakat Māori.
  • Tongariro memiliki gurun Rangipo yang tandus, tiga gunung berapi aktif, dan danau vulkanik berwarna mencolok seperti Emerald Lakes dan Blue Lake.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selandia Baru dikenal dengan perbukitan hijau, padang rumput yang luas, dan pemandangan alam yang memukau. Namun, di balik lanskap subur tersebut, negara ini juga memiliki sebuah kawasan dengan bentang alam ekstrem yang sangat berbeda. Salah satunya adalah Taman Nasional Tongariro yang terletak di Pulau Utara.

Kawasan ini menyimpan banyak fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui orang. Mulai dari sejarahnya, pengakuan dunia, hingga keunikan geologinya, ada banyak hal yang membuat tempat ini begitu istimewa. Yuk, simak 5 fakta Taman Nasional Tongariro berikut!

1. Taman nasional tertua di Selandia Baru

Tongariro merupakan taman nasional tertua di Selandia Baru (commons.wikimedia.org/Krzysztof Golik)

Taman Nasional Tongariro resmi ditetapkan pada tahun 1894. Status tersebut menjadikannya sebagai taman nasional pertama dan tertua di Selandia Baru, sekaligus salah satu taman nasional tertua keempat di dunia. Penetapan ini menjadi langkah penting dalam sejarah upaya pelestarian kawasan alam di negara tersebut.

Di balik sejarahnya, ada alasan mengapa kawasan ini dilindungi. Sebelum menjadi taman nasional, wilayah Tongariro merupakan tanah suci yang sangat disakralkan oleh suku Māori, khususnya Ngāti Tūwharetoa. Pada tahun 1887, pemimpin suku tersebut secara sukarela menyerahkan kawasan ini kepada pemerintah agar tetap terjaga dan tidak beralih menjadi lahan milik pribadi. Langkah ini dilakukan demi melindungi nilai budaya, spiritual, dan kelestarian kawasan bagi generasi mendatang.

2. Salah satu dari sedikit Situs Warisan Dunia UNESCO dengan status ganda

Kawasan ini diakui UNESCO karena memiliki nilai alam dan budaya sekaligus (commons.wikimedia.org/Krzysztof Golik)

Taman Nasional Tongariro merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO dengan status ganda (mixed World Heritage Site). Artinya, kawasan ini diakui bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai budayanya. Status seperti ini tergolong sangat langka di dunia karena hanya diberikan kepada tempat-tempat yang mampu memenuhi kriteria ketat pada kedua aspek tersebut.

Bagi masyarakat Māori, khususnya suku Ngāti Tūwharetoa, kawasan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar bentang alam. Gunung-gunung di Taman Nasional Tongariro dianggap suci dan memiliki nilai spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hubungan batin yang erat antara masyarakat Māori dengan alam inilah yang menjadi alasan utama kawasan ini mendapat pengakuan istimewa dari UNESCO.

3. Memiliki gurun di tengah Selandia Baru yang terkenal hijau

Rangipo Desert memiliki lanskap tandus yang kontras dengan alam hijau Selandia Baru (commons.wikimedia.org/Krzysztof Golik)

Di dalam Taman Nasional Tongariro, terdapat sebuah kawasan tandus bernama Rangipo Desert yang luasnya mencapai sekitar 100 kilometer persegi. Pemandangannya yang gersang dan tanpa pepohonan terlihat sangat kontras dengan citra Selandia Baru yang identik dengan hamparan alam hijau.

Meski disebut gurun, Rangipo Desert bukanlah gurun pasir yang terbentuk karena minimnya hujan. Kawasan ini sebenarnya tetap menerima curah hujan yang cukup tinggi setiap tahunnya. Namun, karena tanahnya didominasi oleh material vulkanik seperti batu apung, pasir, dan abu kasar, tanah di sini menjadi sangat rapuh dan sulit menyimpan air. Ditambah dengan embusan angin kencang yang mempercepat penguapan, kondisi tersebut membuat tumbuhan sulit bertahan hidup dan menyebabkan kawasan ini tetap terlihat tandus.

4. Rumah bagi tiga gunung berapi aktif

Gunung Ngauruhoe dan Gunung Ruapehu dari atas puncak Gunung Tongariro (commons.wikimedia.org/Eusebius)

Taman nasional ini merupakan rumah bagi tiga gunung berapi yang megah, yaitu Gunung Tongariro, Gunung Ngauruhoe, dan Gunung Ruapehu. Ketiganya merupakan bagian selatan dari Taupō Volcanic Zone yang berada langsung di jalur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Meski telah berusia ratusan ribu tahun, ketiga gunung ini masih tergolong aktif dan terus dipantau secara ketat hingga sekarang.

Aktivitas vulkanik berkala dari ketiga gunung tersebut telah membentuk bentang alam khas Taman Nasional Tongariro selama ratusan ribu tahun. Berbagai proses geologi ini menghasilkan kawah-kawah curam, lembah terjal, serta hamparan dataran tinggi yang menjadi ciri khas kawasan ini. Menariknya, Gunung Ngauruhoe yang memiliki bentuk kerucut hampir sempurna terpilih menjadi inspirasi utama untuk Mount Doom dalam trilogi film legendaris The Lord of the Rings.

5. Memiliki danau vulkanik dengan warna yang memukau

Emerald Lakes dikenal karena warna airnya yang mencolok. (pexels.com/Snapwire)

Salah satu ciri khas Taman Nasional Tongariro adalah keberadaan danau-danau vulkaniknya yang indah, terutama Emerald Lakes dan Blue Lake. Kedua danau ini dikenal karena warna airnya yang sangat mencolok. Blue Lake memiliki air berwarna biru jernih, sedangkan Emerald Lakes menampilkan warna hijau zamrud yang menjadi asal namanya dalam bahasa Māori, I Ngarotopounamu.

Warna air yang unik tersebut terbentuk dari perpaduan kandungan mineral vulkanik, sedimen di dasar danau, serta pantulan cahaya matahari. Khusus Emerald Lakes, warna hijau cerahnya muncul ketika sinar matahari memantul pada lapisan mineral di dasar danau. Keunikan inilah yang menjadikan Emerald Lakes dan Blue Lake sebagai salah satu bentang alam paling ikonik di Taman Nasional Tongariro.

Itulah lima fakta menarik tentang Taman Nasional Tongariro. Dengan sejarah yang panjang, bentang alam yang beragam, dan berbagai keunikan yang dimilikinya, tak heran jika kawasan ini menjadi salah satu taman nasional paling ikonik di Selandia Baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article