5 Fakta Stasiun Groningen, Stasiun Kereta Api Utama di Kota Groningen

- Stasiun Groningen, atau Hoofdstation, dibangun pada 1896 oleh Izaak Gosschalk untuk menggantikan stasiun lama yang sempit dan kurang nyaman, dengan perpaduan arsitektur Neo-Gotik serta Neo-Renaisans.
- Interior aula utama menampilkan ornamen langit-langit dari bubur kertas, kaca patri, lentera besi tempa, dan panel keramik karya F.H. Bach; bangunannya tetap aktif sebagai monumen cagar budaya.
- Patung kuda putih Peerd van Ome Loeks di depan stasiun menjadi ikon kota, sementara modernisasi menghubungkan jalur kereta dan menambah ruang hijau, akses pejalan kaki, pesepeda, serta fasilitas transportasi.
1. Perpaduan arsitektur neo-gotik dan neo-renaissance

Fasad Stasiun Kereta Api Groningen. (commons.wikimedia.org/Agnes Monkelbaan) Dilansir Discover Groningen, pada awalnya, stasiun lama terasa terlalu kecil untuk menampung banyaknya penumpang yang datang setiap hari. Suasana di dalam stasiun sering kali kurang nyaman dan kebersihannya pun terbilang cukup buruk. Masalah-masalah inilah yang akhirnya membuat pemerintah memutuskan untuk segera membangun stasiun baru.
Pembangunan gedung baru tersebut akhirnya berhasil diselesaikan pada tahun 1896. Bangunannya dirancang dengan sangat megah oleh seorang arsitek bernama Izaak Gosschalk. Ia memadukan gaya Neo-Gotik dan Neo-Renaisans sehingga menciptakan tampilan Stasiun Groningen yang begitu indah.
2. Langit-langitnya dihiasi ornamen dari bahan bubur kertas
Langit-langit aula utama Stasiun Kereta Api Groningen. (commons.wikimedia.org/Ziko) Salah satu daya tarik terbesar di dalam Stasiun Groningen terletak di aula utama ruang tunggu. Dilansir Visit Groningen, bagian langit-langitnya dihiasi ornamen indah yang unik dari bahan bubur kertas. Suasana klasik semakin terasa berkat sentuhan jendela kaca patri serta lentera besi tempa yang menjulang tinggi.
Keindahan interiornya makin lengkap dengan kehadiran panel-panel keramik bersimbol khusus karya seniman lokal Groningen, F.H. Bach. Dari aula tengah gedung utama ini, kamu bisa langsung berjalan menuju area sayap samping bangunan. Pada masa lalu, bagian sayap tersebut difungsikan khusus sebagai ruang tunggu penumpang dan tempat penyimpanan barang.
3. Status monumen nasional
Ruang tunggu Stasiun Kereta Api Groningen. (commons.wikimedia.org/Ziko) Stasiun Groningen terletak di lokasi yang sangat strategis dalam jaringan rel kereta api di Belanda. Stasiun ini berada di jalur Harlingen–Nieuweschans, persis di antara Stasiun Zuidhorn dan Groningen Europapark. Selain itu, Stasiun Groningen juga menjadi pemberhentian terakhir untuk rute perjalanan dari Meppel serta jalur menuju Delfzijl.
Menariknya, bangunan bersejarah ini masih aktif beroperasi melayani para penumpang hingga saat ini. Fungsinya sebagai pusat transportasi tetap terjaga dengan baik sesuai dengan tujuan awal pembangunannya. Karena nilai sejarah dan keasliannya yang terus dipertahankan, stasiun ini resmi terdaftar sebagai monumen cagar budaya.
4. Ada ikon patung kuda (peerd van ome loeks)

Peerd van Ome Loeks (Kuda Paman Loeks) di Stationsplein di luar Stasiun Kereta Api Groningen. (commons.wikimedia.org/Rob Oo) Di alun-alun depan stasiun, berdiri sebuah patung kuda putih terkenal yang terbuat dari beton kuat karya seniman Jan de Baat. Dilansir Kunstpunt Groningen, bentuk tubuh kuda dan pemiliknya sengaja dibuat agak samar dengan lekukan permukaan yang sangat jelas. Desain unik ini menghasilkan permainan garis, cahaya, dan bayangan yang terlihat sangat menarik saat dilihat dari berbagai sisi.
Kehadiran patung ini terinspirasi dari lagu rakyat terkenal tentang Paman Loeks yang kehilangan kuda kesayangannya. Meski sempat menuai kritik karena bentuk kudanya dianggap terlalu kurus dan lemas, patung ini tetap dipertahankan sampai sekarang. Kini, patung kuda putih tersebut justru menjadi ikon kebanggaan yang selalu menyambut siapa saja yang berkunjung ke Stasiun Groningen.
5. Rencana dan pelaksanaan proyek modernisasi

Pemandangan Stasiun Kereta Api Groningen. (commons.wikimedia.org/user:hardscarf) Dilansir Karres en Brands, area Stasiun Groningen mulai diubah dari jalur buntu menjadi jalur kereta yang terhubung terus tanpa putus. Pemerintah menyiapkan pilihan antara terowongan bawah tanah atau jembatan penyeberangan untuk menghubungkan pusat kota dengan wilayah selatan. Perubahan ini juga dirancang untuk menambah area hijau serta membuat akses pejalan kaki dan pesepeda menjadi jauh lebih aman.
Selain itu, simpul jalanan di sekitar stasiun dirapikan agar menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai maupun beraktivitas. Berbagai fasilitas pendukung pun ditambahkan, mulai dari area parkir sepeda, halte bus, lapak dagang, hingga tempat jemput penumpang. Seluruh pembenahan besar-besaran ini tetap dilakukan secara hati-hati tanpa merusak keindahan gedung bersejarah stasiun utama.
Nah, itu dia berbagai fakta menarik tentang Stasiun Groningen yang megah, bersejarah, dan terus berkembang sampai sekarang. Kalau kamu punya kesempatan jalan-jalan ke Belanda, jangan lupa sempatkan mampir dan lihat langsung keindahan stasiun ini, ya!




















