Prasasti Romawi dari tahun 158–159 M yang ditemukan di situs arkeologi Timgad, Aljazair, dekat teater kuno. (commons.wikimedia.org/Reda Kerbush (1988–))
Setelah dihantam invasi bangsa Vandal pada tahun 430, Timgad terus-menerus diserang hingga kondisinya semakin melemah. Kota ini tidak pernah benar-benar bisa bangkit kembali sampai akhirnya ditinggalkan sepenuhnya oleh penduduknya pada tahun 700-an. Perlahan tapi pasti, angin gurun mulai menyapu wilayah tersebut dan mengubur seluruh isi kota di bawah tumpukan pasir.
Seribu tahun berlalu dalam kesunyian sebelum akhirnya kota yang hilang ini ditemukan kembali oleh tim penjelajah. Sosok pemberani asal Skotlandia bernama James Bruce berhasil mencapai reruntuhan tersembunyi ini pada tanggal 12 Desember 1765. Kedatangannya tersebut menjadikan dirinya sebagai orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di Timgad setelah berabad-abad lamanya.
Melihat segala keunikan sejarah dan arsitekturnya yang tiada tanding, tidak heran jika UNESCO meresmikan Timgad sebagai Situs Warisan Dunia sejak tahun 1982. Kota kuno ini benar-benar menjadi bukti nyata bahwa kemegahan Kekaisaran Romawi pernah menancapkan jejak indahnya di tanah Afrika.