Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta AEC Routemaster, Bus Tingkat Legendaris di London

5 Fakta AEC Routemaster, Bus Tingkat Legendaris di London
Bus tingkat AEC Routemaster. (commons.wikimedia.org/km30192002)
Intinya Sih
  • AEC Routemaster jadi ikon budaya London dengan desain khas platform belakang terbuka, namun menuai pro-kontra karena biaya tinggi dan aksesibilitas terbatas.
  • Bus ini dibuat ringan memakai teknologi pesawat terbang dari aluminium, menghadirkan efisiensi bahan bakar serta inovasi mekanis seperti power steering dan suspensi independen.
  • Diperkenalkan tahun 1954 dan beroperasi hingga 2005, Routemaster diakui sebagai salah satu desain terbaik Inggris serta menginspirasi lahirnya New Routemaster pada 2012.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

AEC Routemaster adalah bus merah legendaris yang fungsinya bukan cuma angkutan umum biasa, tapi sudah jadi ikon dan simbol budaya kota London. Ciri khasnya yang paling terkenal adalah warnanya yang cerah dan bagian belakangnya yang terbuka.

Tapi, apa sih yang membuat bus tingkat ini begitu dicintai dan populer sampai sekarang? Yuk, kita intip fakta-fakta serunya di bawah ini!

1. Platform belakangnya sengaja dibuat terbuka tanpa pintu

Bus tingkat AEC Routemaster.
Bus tingkat AEC Routemaster. (commons.wikimedia.org/No Swan So Fine)

Bus Routemaster dikembangkan antara tahun 1947 sampai 1956 oleh AAM Durrant dan Colin Curtis, serta Douglas Scott yang mendesain kendaraannya. Ciri khas paling utama dari bus klasik ini adalah bagian platform belakangnya yang sengaja dibuat terbuka tanpa pintu. Sayangnya, fitur-fitur kuno pada desain tersebut kini menuai banyak pujian sekaligus kritik di era transportasi modern.

Di satu sisi, platform terbuka dan adanya kondektur membuat penumpang bisa naik-turun dengan cepat dan aman di mana saja. Di sisi lain, biaya operasional bus tingkat ini menjadi jauh lebih mahal karena perusahaan harus membayar gaji kondektur tambahan. Selain itu, desain lantai bus yang tinggi membuatnya sulit diakses oleh pengguna kursi roda, kereta bayi, atau penumpang dengan barang bawaan berat.

2. Menggunakan teknologi pesawat terbang

Interior dek atas yang khas dari bus tingkat AEC Routemaster.
Interior dek atas yang khas dari bus tingkat AEC Routemaster. (commons.wikimedia.org/km30192002)

Tujuan utama pembuatan bus Routemaster adalah menciptakan kendaraan ringan yang irit bensin, mudah dikendarai, dan gampang dirawat. Untuk mewujudkannya, bodi bus ini dibuat menggunakan bahan aluminium khusus dengan teknik yang diadaptasi dari produksi pesawat terbang era Perang Dunia II. Penggunaan bahan canggih ini terbukti sukses membuat bodi kendaraan menjadi sangat kokoh sekaligus tahan karat.

Berkat konstruksi unik tanpa sasis berat, bus berkapasitas 64 kursi ini punya bobot yang luar biasa ringan. Saking ringannya, berat keseluruhan bus klasik ini bahkan kalah jauh jika dibandingkan dengan bus modern yang kapasitasnya cuma setengahnya. Kombinasi bobot yang super enteng inilah yang pada akhirnya membuat Routemaster menjadi kendaraan yang sangat hemat bahan bakar.

3. Inovasi mekanis di zamannya

Kabin pengemudi dari bus tingkat AEC Routemaster.
Kabin pengemudi dari bus tingkat AEC Routemaster. (commons.wikimedia.org/Cmglee)

Bus Routemaster membawa banyak inovasi mekanis canggih yang belum pernah ada pada bus-bus di zamannya. Bus legendaris ini memperkenalkan sistem kemudi otomatis penuh dan power steering yang membuat tugas pengemudi menjadi jauh lebih ringan. Selain itu, ada juga teknologi rem hidrolik modern yang memastikan bus bisa berhenti dengan aman dan halus.

Kenyamanan penumpang juga menjadi prioritas utama berkat pemasangan suspensi depan independen pada roda bus. Fitur cerdas ini sukses meredam guncangan dengan sangat baik saat bus melewati jalanan kota London yang padat. Kombinasi semua teknologi hebat ini pun membuat Routemaster menjadi salah satu kendaraan paling nyaman di masanya.

4. Masa dinasnya sangat panjang

Bus tingkat AEC Routemaster yang terawat.
Bus tingkat AEC Routemaster yang terawat. (commons.wikimedia.org/Au Morandarte)

Bus tingkat Routemaster pertama kali diperkenalkan ke publik dalam sebuah pameran otomotif pada tahun 1954. Dua tahun berselang, tepatnya pada tanggal 8 Februari 1956, bus legendaris ini resmi mulai mengangkut penumpang di jalanan London. Sejak saat itu, produksinya terus berjalan hingga tahun 1968 dengan total mencapai 2.876 unit bus yang berhasil dibuat.

Setelah hampir 50 tahun setia mengabdi, bus tingkat ini akhirnya resmi ditarik dari layanan utama pada Desember 2005. Keputusan pensiun ini diambil karena tingginya biaya operasional untuk menggaji kondektur serta adanya aturan baru tentang aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Meski begitu, beberapa unit bus tua ini ternyata masih dirawat dengan baik dan tetap beroperasi sampai sekarang di rute warisan 9 dan 15.

5. Satu dari sepuluh desain terbaik inggris

Routemaster Baru yang sedang melaju di atas Jembatan Westminster, London.
Routemaster Baru yang sedang melaju di atas Jembatan Westminster, London. (pexels.com/Sebastian Sollfrank)

Pada tahun 2006, Routemaster berhasil terpilih sebagai salah satu dari 10 ikon desain terbaik di Inggris. Bus merah ini bersanding dengan karya hebat lainnya seperti pesawat Concorde, mobil Mini, hingga kotak telepon umum K2. Penghargaan tersebut semakin lengkap ketika Royal Mail meluncurkan prangko khusus bergambar bus legendaris ini pada tahun 2009.

Memasuki akhir tahun 2000-an, para ahli mulai merancang bus baru yang terinspirasi dari keunikan desain Routemaster tradisional. Proyek ini bertujuan untuk menghidupkan kembali gaya klasik bus tua tersebut namun dengan sentuhan yang lebih modern. Bus baru yang diberi nama New Routemaster ini akhirnya resmi mulai beroperasi melayani penumpang pada Februari 2012.

Nilai sejarahnya yang luar biasa selama puluhan tahun telah mengubah AEC Routemaster menjadi warisan budaya yang sangat berharga bagi kota London. Meskipun zaman terus berganti dan teknologi semakin modern, pesona dan cerita bersejarah dari si merah legendaris ini akan selalu hidup dan melekat di hati banyak orang di seluruh dunia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More