Filipina merupakan negara kepulauan tropis yang berlokasi di Asia Tenggara. Seperti negara lain di Asia Tenggara, Filipina terkenal akan kekayaan faunanya. Salah satu hewan yang bisa ditemukan di Filipina adalah ular. Menariknya, ada banyak ular berwarna hijau dari Filipina yang kerap ditemukan di pepohonan.
5 Ular Berwarna Hijau dari Filipina, Didominasi Spesies Viper

- Filipina memiliki beragam ular hijau, sebagian besar hidup di pepohonan dan mencakup spesies berbisa seperti bandotan candi filipina serta viper pohon filipina yang bersifat endemik.
- Beberapa spesies seperti ular pucuk dan ular bajing tersebar luas di Asia Tenggara, memiliki karakteristik fisik unik, serta umumnya tidak berbahaya bagi manusia.
- Ular viper schultze hanya ditemukan di Palawan dan Balabac, menambah kekayaan biodiversitas Filipina yang penting untuk dijaga kelestariannya.
Beberapa di antaranya adalah bandotan candi filipina, ular bajing, dan viper pohon filipina. Tiap spesies juga memiliki ukuran, ciri fisik, makanan, hingga penyebaran yang berbeda. Tertarik mengulik lebih dalam tentang semua spesies ular tersebut? Yuk, kita ulik lewat pembahasan berikut.
1. Bandotan candi filipina merupakan ular berbisa tinggi

Ular hijau dengan panjang maksimal 96 centimeter ini tak hanya menghuni Filipina, tapi juga bisa ditemukan Indonesia dan Malaysia. Ular dengan nama ilmiah Tropidolaemus subannulatus ini juga termasuk spesies viper sehingga merupakan ular berbisa tinggi. Bisanya memiliki kandungan neurotoxin dan hemotoxin. Menariknya, belum ada kasus kematian dari gigitan bandotan candi filipina.
Dilansir Ecologyasia, habitat utama ular ini adalah hutan primer di dataran tinggi dan rendah. Ia merupakan ular arboreal yang hidup di pepohonan dan bisa memanjat hingga ketinggian 20 meter. Ciri fisiknya juga sangat unik karena punya kepala besar, warna hijau terang, serta garis putih atau kebiruan. Makanannya sendiri mencakup tikus, burung, dan reptil.
2. Viper pohon filipina merupakan satwa endemik

Viper pohon filipina (Trimeresurus flavomaculatus) merupakan satwa endemik. Dilansir The Reptile Database, ular ini hanya menghuni beberapa daerah di Filipina seperti Camiguin, Jolo, Luzon, Mindanao, Polillo, dan Bataan. Warnanya juga beragam, mulai dari hijau gelap, hijau terang, hingga kekuningan. Terkadang juga ada individu dengan corak tutul atau garis berwarna merah yang membuat tampilan reptil ini semakin terlihat sangar. Ia juga dibagi menjadi dua subspesies, yaitu Trimeresurus flavomaculatus flavomaculatus dan Trimeresurus flavomaculatus halieus.
3. Ular pucuk punya penyebaran yang luas

Ular pucuk (Ahaetulla prasina) sebenarnya merupakan spesies dengan penyebaran yang sangat luas. Laman Animalia menerangkan kalau ular dengan panjang maksimal 2 meter ini menghuni wilayah Bangladesh, India, China, Laos, Thailand, Filipina, Myamar, Malaysia, Singapura, hingga Indonesia. Ia punya badan ramping, kepala runcing, dan hidup di daerah dengan vegetasi rapat.
Ular pucuk termasuk spesies berbisa ringan yang tidak berbahaya bagi manusia. Gigitannya hanya menyebabkan efek ringan dan tak mampu menghilangkan nyawa. Meski begitu, ia bisa menjadi agresif saat didekati. Reptil ini akan menangkat kepala, menekuk leher, dan tak segan untuk menggigit jika merasa terancam. Spesies ini juga sangat suka memakan katak, kadal, dan burung kecil.
4. Ular bajing punya panjang maksimal 2.4 meter

Gonyosoma oxycephalum atau ular bajing merupakan spesies tidak berbisa yang dicirikan dari badan besar, ekor silver atau cokelat, serta lidah berwarna biru. Dilansir Thai National Parks, panjang ular ini mencapai 2.4 meter dan biasanya individu jantan lebih kecil dari betina. Menariknya, warna individu jantan lebih cerah. Selain hijau, ia juga punya gradasi kuning dan garis hitam di belakang mata.
Ular bajing merupakan spesies yang secara khusus hidup di pepohonan. Makanannya sendiri adalah hewan pohon seperti burung, kadal, katak, dan telur hewan. Ia memang tidak berbahaya, tapi jika diganggu ular bajing akan menjadi agresif dan tak takut untuk menggigit manusia. Penyebaran ular ini juga luas karena mencakup India, Myanmar, Malaysia, Filipina, sampai Indonesia.
5. Ular viper schultze hanya ditemukan di dua daerah

Laman iNaturalist menerangkan bahwa ular viper schlutze (Trimeresurus schultzei) hanya menghuni dua daerah di Filipina, yaitu Pulau Palawan dan Balabac. Namanya sendiri merupakan penghormatan bagi Mr. W. Schultze yang berjasa mengumpulkan type specimen dari spesies ini. Reptil ini juga mudah dikenal dari tubuh berwarna hijau, corak garis putus-putus berwarna hitam, ekor merah, mata merah, perut putih, dan bagian samping tubuh berwarna kuning. Sama seperti spesies viper lain di daftar ini, ular viper schlutze hidup di pepohonan.
Itulah beberapa ular berwarna hijau dari Filipina yang bisa ditemukan di pepohonan dan hutan. Tak semua ular tersebut berbahaya dan mematikan. Justru, beberapa spesies tidak agresif dan berjasa bagi manusia karena membantu membasmi hama seperti burung kecil. Hal tersebut membuat eksistensi mereka cukup penting sehingga kehidupannya harus dijaga dan dilestarikan.


















