Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Melfi, Kota Bersejarah yang Pernah Jadi Pusat Kekuasaan Norman

5 Fakta Melfi, Kota Bersejarah yang Pernah Jadi Pusat Kekuasaan Norman
Kota Melfi, Italia (commons.wikimedia.org/Aldo Montemarano)
Intinya Sih
  • Melfi, kota di Basilicata, Italia Selatan, memiliki posisi strategis di kaki Gunung Vulture dan menjadi benteng alami serta pusat perdagangan sejak masa kuno.
  • Pada abad ke-11, bangsa Norman menjadikan Melfi ibu kota pertama mereka di Italia Selatan dan tempat berlangsungnya Konsili Melfi 1059 yang mengukuhkan aliansi dengan kepausan.
  • Setelah berabad-abad berpindah kekuasaan, kini Melfi mengembangkan potensi wisata sejarah dan budaya untuk bersaing sebagai Kota Budaya 2029.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Melfi merupakan kota kuno yang terletak di kaki Gunung Vulture, wilayah Basilicata, Italia Selatan, yang menyimpan jejak sejarah penting Eropa. Kota ini berdiri di atas bukit batu dengan posisi strategis yang menjadikannya benteng pertahanan alami sejak zaman kuno. Puncak kejayaan kawasan ini terjadi ketika bangsa Norman menjadikannya basis militer utama untuk menguasai wilayah selatan semenanjung Italia.

Kombinasi bentang alam yang terlindung dan kebijakan para penguasanya mengubah kota ini menjadi salah satu pusat geopolitik berpengaruh pada abad pertengahan. Di sinilah berbagai keputusan penting yang melibatkan kekaisaran, kepausan, dan hukum dunia pernah dilahirkan serta memengaruhi jalannya sejarah Eropa. Penasaran bagaimana kota benteng ini mendominasi panggung politik masa lalu? Yuk, simak lima fakta sejarah mengenai karakteristik dan perjalanan kekuasaan Melfi berikut ini!

1. Nama kota yang berakar dari sungai kuno

Kota Melfi, Italia
Kota Melfi, Italia (commons.wikimedia.org/Giuseppe Cillis)

Eksistensi pemukiman kuno di wilayah ini telah tercatat jauh sebelum periode abad pertengahan dimulai. Dilansir laman Italy This Way, nama Melfi diyakini para ahli sejarah berasal dari nama sebuah sungai di dekatnya, yaitu Sungai Melpes atau Melphes, sebagaimana pernah dikutip oleh penulis Romawi kuno, Pliny the Elder. Secara linguistik, istilah tersebut berakar dari bahasa Mediterania kuno yang merujuk pada bentuk topografi berupa cekungan atau rekahan bumi.

Sebelum kedatangan bangsa Norman, kota ini sudah dikenal dengan nama Melphia atau Melfis dan menjadi tempat strategis yang dilalui jalur perdagangan utama Magna Graecia. Hubungan dagang tersebut menghubungkan wilayah pemukiman di atas bukit ini dengan Laut Adriatik serta koloni-koloni Ionia. Lokasinya yang berada di titik pertemuan jalur ekonomi membuat pemukiman awal ini berkembang menjadi pusat interaksi berbagai budaya.

2. Pusat pemerintahan pertama bangsa Norman di Italia Selatan

Kota Melfi, Italia
Kota Melfi, Italia (commons.wikimedia.org/Luigi Catalani)

Jalur perdagangan yang mapan dan posisi strategis di atas bukit batu tersebut kemudian memicu ketertarikan militer dari kekuatan luar untuk menguasainya. Masih dari laman Italy This Way, pada abad ke-11, bangsa Norman berhasil merebut kendali kota ini dari cengkeraman Kekaisaran Bizantium. Setelah penguasaan tersebut, para kesatria Norman menetapkan kota perbukitan ini sebagai ibu kota pertama mereka untuk mengonsolidasikan kekuatan di wilayah selatan.

Status sebagai pusat pemerintahan baru mendorong dilakukannya perbaikan infrastruktur secara besar-besaran untuk melindungi wilayah dari serangan balik musuh. Mereka memperkuat sistem pertahanan kota dengan membangun tembok pembatas baru yang mengelilingi seluruh area pemukiman warga. Langkah awal penguatan militer ini sekaligus menjadi fondasi dasar bagi perluasan wilayah kekuasaan Norman ke daerah-aerah sekitarnya di semenanjung Italia.

3. Lokasi pengesahan aliansi politik kepausan

Castle of Melfi, Kota Melfi, Italia
Castle of Melfi, Kota Melfi, Italia (commons.wikimedia.org/Luca Liccione)

Ketangguhan militer dan pembangunan tembok pertahanan baru di kota ini segera menarik perhatian otoritas keagamaan tertinggi di Roma. Dilansir laman Italo Americano, pengakuan resmi terhadap kekuasaan Norman ditandai melalui pelaksanaan Konsili Melfi pada tahun 1059 yang dipimpin langsung oleh Paus Nicholas II. Dalam pertemuan tinggi tersebut, pemimpin Norman bernama Robert Guiscard secara resmi diangkat menjadi Adipati Puglia dan Calabria.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan politik yang sangat krusial bagi legitimasi kekuasaan bangsa Norman di bawah hukum gereja. Sebagai imbalan atas pengakuan takhta, para kesatria utara ini berkomitmen untuk menjadi pelindung militer bagi kepausan. Momentum ini mengawali era keemasan kota sebagai pusat aktivitas keagamaan sekaligus politik, di mana empat konsili kepausan berikutnya juga digelar di lokasi yang sama hingga tahun 1101.

4. Kota yang berpindah tangan selama berabad-abad

Kota Melfi, Italia
Kota Melfi, Italia (commons.wikimedia.org/Cinzia astorino)

Kejayaan politik yang diawali oleh bangsa Norman dan dilanjutkan oleh dinasti Swabia lambat laun mulai meredup seiring perubahan peta kekuasaan di Italia Selatan. Dilansir laman Britannica, setelah masa-masa keemasan tersebut, kota ini mengalami penurunan pengaruh politik dan berpindah tangan ke beberapa penguasa feodal secara berturut-turut. Hak kepemilikan wilayah ini jatuh ke tangan keluarga Caracciolo, disusul oleh Philip of Orange, kemudian dinasti Doria dari Genoa.

Kekuasaan atas kota ini terus bergulir hingga akhirnya masuk ke dalam wilayah administrasi Kerajaan Dua Sisilia. Fase panjang perpindahan kekuasaan feodal tersebut baru berakhir sepenuhnya ketika kota ini resmi diintegrasikan ke dalam wilayah Kerajaan Italia yang bersatu pada tahun 1861. Selama berabad-abad masa transisi kekuasaan tersebut, kota ini juga harus berulang kali membangun kembali wilayahnya akibat kerusakan parah yang dipicu oleh serangkaian bencana gempa bumi besar.

5. Potensi pariwisata baru menjelang kompetisi kota budaya

Kota Melfi, Italia
Kota Melfi, Italia (commons.wikimedia.org/Luca Liccione)

Sisa-sisa peninggalan fisik dari berbagai era feodal yang berhasil bertahan dari bencana gempa bumi tersebut kini menjadi modal utama bagi perkembangan modern kawasan ini. Dilansir laman Dolce Via, kota ini sekarang berada di fase awal transisi sebelum pasar pariwisata massal mendominasi dan mengubah keaslian suasananya. Kawasan perbukitan sunyi ini mulai menarik perhatian dunia luar berkat keberadaan benteng kokoh, katedral kuno, serta popularitas produk anggur Aglianico del Vulture yang tumbuh di tanah vulkanik.

Pemerintah setempat bersama komunitas lokal tengah mengoptimalkan seluruh potensi sejarah dan komoditas alam tersebut untuk mendongkrak daya tarik daerah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan strategis karena kota ini ditargetkan untuk bersaing memperebutkan gelar resmi sebagai Kota Budaya tahun 2029. Upaya pelestarian yang sedang berjalan difokuskan untuk memperkenalkan warisan abad pertengahan kepada dunia luar sebelum kawasan ini sepenuhnya ramai dikunjungi wisatawan asing.

Itulah lima fakta tentang Melfi, kota bersejarah yang pernah menjadi pusat kekuasaan Norman di Italia Selatan. Dari asal-usul namanya hingga perannya dalam berbagai peristiwa politik penting, kota ini menyimpan jejak sejarah panjang yang masih dapat ditemukan melalui berbagai warisan budayanya hingga sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More