Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Ular Kadut Belang, Memiliki Tekstur Kulit Seperti Kikir Besi

5 Fakta Ular Kadut Belang, Memiliki Tekstur Kulit Seperti Kikir Besi
Ular Kadut Belang (inaturalist.org/ian_dugdale)
Intinya Sih
  • Ular kadut belang adalah ular air tidak berbisa dengan kulit kasar seperti kikir, hidup sepenuhnya di air dan beradaptasi di lingkungan pantai serta muara sungai.
  • Spesies ini tersebar luas di perairan Indo-Pasifik, mampu bertahan di berbagai kadar garam, aktif berburu ikan kecil dan udang pada malam hari menggunakan kulitnya untuk mencengkeram mangsa.
  • Ular ini berkembang biak secara ovovivipar dengan 5–12 anak per kelahiran, populasinya tergolong aman namun terancam oleh polusi, pembangunan pesisir, dan penangkapan manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ular kadut belang, atau secara ilmiah disebut Acrochordus granulatus, merupakan spesies ular air tidak berbisa yang unik karena seluruh hidupnya dihabiskan di dalam air. Dikenal juga dengan nama little file snake, ular ini memiliki kulit kasar seperti kikir yang membantunya beradaptasi di lingkungan pantai dan muara sungai.

Meski sering dianggap mirip dengan ular laut yang mematikan, ular kadut belang sebenarnya sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Reptil ini tersebar luas di kawasan Indo-Pasifik dan memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup di air dengan kadar garam yang berbeda-beda. Yuk, simak fakta selengkapnya tentang ular yang satu ini!

1. Bentuk fisik unik yang memudahkan ular berenang

Ular Kadut Belang
Ular Kadut Belang (inaturalist.org/portioid)

Ular kadut jenis ini adalah anggota terkecil dalam keluarganya, dengan panjang tubuh rata-rata sekitar 0,6 hingga 1 meter. Kulitnya terlihat longgar, berlipat-lipat, dan ditutupi bintil kasar yang berfungsi untuk mendeteksi getaran mangsa di dalam air. Tubuhnya memiliki bentuk segitiga dengan ekor yang agak pipih, mata berukuran kecil, serta lubang hidung yang menghadap ke atas agar tetap bisa bernapas meski tubuhnya tenggelam.

Pola warnanya yang belang cokelat keabu-abuan sering kali membuatnya terlihat menyerupai ular laut berbisa saat sedang berenang. Bentuk tubuh ini membantunya bergerak lebih efisien di air, namun membuatnya sulit bergerak saat berada di daratan.

2. Wilayah penyebaran di perairan Indo-Pasifik

Ular Kadut Belang
Ular Kadut Belang (inaturalist.org/bjsmit)

Penyebaran ular kadut belang mencakup wilayah yang sangat luas, mulai dari pesisir India, Asia Tenggara termasuk Indonesia, hingga Australia utara. Hewan ini dapat ditemukan di berbagai tempat seperti muara sungai, hutan bakau, terumbu karang, hingga laut lepas dengan kedalaman hingga 20 meter.

Salah satu kelebihannya adalah daya tahan yang tinggi terhadap perubahan kadar garam, sehingga ia bisa hidup di air tawar maupun air laut. Ular ini lebih aktif mencari makan pada malam hari dan biasanya bersembunyi di dalam lumpur atau rumput laut saat siang hari.

3. Cara berburu mangsa di dalam air

Ular Kadut Belang
Ular Kadut Belang (inaturalist.org/johnwitton)

Sebagai pemakan ikan, ular kadut belang sering mengincar ikan-ikan kecil, udang, hingga siput. Kulitnya yang kasar berperan penting untuk mencengkeram mangsa yang licin karena ular ini tidak memiliki bisa untuk melumpuhkan targetnya. Ia berburu dengan cara menyusuri dasar laut atau menunggu dengan sabar di antara akar-akar bakau.

Ada perbedaan strategi antara jantan dan betina, di mana jantan lebih aktif mencari makan di celah-celah bebatuan, sementara betina cenderung diam menunggu mangsa lewat untuk disergap. Kemampuannya menyelam dalam waktu lama sangat membantu ular ini dalam mencari makan tanpa perlu sering muncul ke permukaan.

4. Proses berkembang biak dengan melahirkan

Ular Kadut Belang
Ular Kadut Belang (inaturalist.org/ian_dugdale)

Ular kadut belang berkembang biak dengan cara ovovivipar, yaitu telur berkembang di dalam tubuh induk hingga menetas, sehingga induknya terlihat seperti melahirkan anak yang sudah utuh. Musim kawin biasanya terjadi di tengah tahun, dan setelah masa kandungan selama lima hingga tujuh bulan, induk betina akan melahirkan sekitar 5 sampai 12 ekor anak.

Begitu lahir, anak-anak ular tersebut sudah bisa berenang dan mencari makan sendiri tanpa bantuan induknya. Fenomena unik lainnya adalah ular betina biasanya memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar daripada ular jantan.

5. Status perlindungan dan tantangan populasi

Ular Kadut Belang
Ular Kadut Belang (inaturalist.org/squiresk)

Secara global, populasi ular kadut belang masih tergolong aman dan berada dalam status Risiko Rendah menurut catatan konservasi dunia. Namun, di beberapa wilayah, jumlah mereka mulai menurun akibat aktivitas manusia seperti pembangunan di area pesisir, polusi air, dan penebangan hutan bakau.

Selain itu, ular ini sering kali tidak sengaja terjaring oleh nelayan atau sengaja diburu untuk diambil kulitnya sebagai bahan kerajinan tangan. Melindungi ekosistem muara dan pesisir menjadi langkah penting agar ular air yang unik ini tetap bisa bertahan di habitat aslinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More