Cumi-cumi dan harimau merupakan dua kata yang sangat bertolak belakang. Namun, dua kata tersebut bisa menyatu pada satu hewan, yaitu Sepioteuthis lessoniana atau cumi-cumi harimau. Ia merupakan cumi-cumi berukuran kecil yang hidup di perairan tropis bersuhu hangat seperti Indonesia dan Australia.
5 Fakta Unik Cumi-cumi Harimau, Pendengarannya Setara dengan Udang

- Cumi-cumi harimau (Sepioteuthis lessoniana) hidup di perairan tropis hangat, termasuk Indonesia, dan dapat ditemukan dari pesisir hingga kedalaman 100 meter.
- Kromatofora memungkinkan cumi-cumi harimau mengubah warna dengan cepat; mereka bertahan lewat kelompok besar, kamuflase, serta tinta untuk mengacaukan predator.
- Hewan ini mendengar getaran 400–1500 Hz melalui statocysts dan mampu menghasilkan hingga 1.180 telur, yang menetas dalam 15 hari sampai tiga minggu.
Sebagai sefalododa, cumi-cumi harimau memiliki tubuh yang lunak. Kata harimau di namanya merujuk pada corak loreng yang nampak saat hewan ini mengarungi lautan luas. Selain itu, ada banyak fakta unik cumi-cumi harimau yang sangat menarik untuk diulik. Yuk, kupas tuntas semua faktanya di bawah ini.
1. Cumi-cumi harimau memiliki kemampuan metachrosis

Beberapa bagian tubuh hewan ini (kepala, mantel, dan tentakel) diselimuti kromatofora yang tebal. Kromatofora merupakan sel yang membuat tubuh hewan memiliki warna. Kehadiran kromatofora membuat hewan ini punya warna yang sangat bervariasi, mulai dari krem, putih, kuning, pink, sampai ungu. Tak hanya itu, ternyata cumi-cumi harimau juga memiliki kemampuan metachrosis, lho.
Artikel di jurnal Ethology menjelaskan bahwa metachrosis merupakan kemampuan untuk mengubah warna tubuh secara cepat dengan bantuan kromatofora. Perubahan warnanya juga unik di mana hewan ini mampu membuat tubuhnya menjadi lebih gelap, terang, bahkan membuat badannya seakan-seakan bercahaya. Sayangnya ia tidak memiliki sel fotofor dan membuatnya tak bisa menyala dalam gelap.
2. Cumi-cumi harimau bisa ditemukan di Perairan Indonesia

Dilansir GBIF, cumi-cumi harimau bisa ditemukan di perairan tropis yang bersuhu hangat. Spesifiknya, beberapa daerah seperti Indonesia, Timur Tengah, Australia, Filpina, dan Malaysia menjadi wilayah penyebaran alami hewan ini. Soal habitat biasanya hewan ini lebih sering dijumpai di area yang ramai dan tidak terlalu dalam, seperti area terumbu karang, laut lepas, zona neritik, dan area pesisir pantai. Walau sering terlihat di perairan dangkal, terkadang cumi-cumi harimau juga bisa menyelam hingga kedalaman 100 meter.
3. Cumi-cumi harimau punya tiga strategi pertahanan diri

Laman Animal Diversity Web menjelaskan kalau predator utama dari cumi-cumi ini adalah ikan berukuran besar. Mulai dari tuna sirip kuning, ikan cakalang, marlin biru, sampai ikan hiu semuanya jadi ancaman baginya. Biasanya ikan-ikan tersebut akan memburu cumi-cumi harimau dengan kecepatan yang luar biasa dan gigitan kuat.
Untuk menghindari predator, cumi-cumi ini memiliki tiga strategi yang cukup efektif. Individu muda akan berkumpul dalam kelompok yang besar untuk menghindari terkaman predator. Hewan ini juga bisa berkamuflase dan mengubah warna untuk menyatu dengan lingkungan sekitar. Jika merasa terpojok, cumi-cumi harimau memiliki satu kartu As, yaitu ia mampu mengeluarkan tinta dari tubuhnya yang bisa mengacaukan penglihatan predator.
4. Punya pendengaran yang lebih baik dari sefalopoda lain

Dilansir iNaturalist, cumi-cumi harimau merupakan salah satu sefalopoda dengan pendengaran yang paling baik. Awalnya para ahli beranggapan kalau hewan ini tak bisa mendengar karena tidak memiliki swim bladder. Namun, penelitian pada 2009 membuktikan kalau ia bisa mendengar dengan cara menangkap getaran lewat organ bernama statocysts.
Dengan organ tersebut cumi-cumi harimau mampu mendeteksi getaran dan mendengar suara pada frekuensi 400-1500Hz. Jadi pendengarannya ada di level yang sama dengan udang tapi tidak sebaik pendengaran ikan. Pendengaran yang baik membantunya menghindari mamalia predator predator yang kedatangannya tak bisa diprediksi.
5. Cumi-cumi harimau mampu menghasilkan ribuan butir telur

Cumi-cumi harimau memiliki kemampuan reproduksi yang tak kalah dari hewan lain. Dikutip Animalia, hewan ini mampu menghasilkan hingga 1180 butir telur. Biasanya musim kawin hewan ini berlangsung pada bulan Mei. Saat bertelur, telur-telurnya akan terbungkus di beberapa kantung lengket yang nantinya menempel di bebatuan atau area karang.
Masa penetasannya juga bervariasi, yaitu sekitar 15 hari hingga 3 minggu. Telur yang ada di area hangat akan menetas dalam waktu yang lebih cepat. Uniknya kanibalisme menjadi penyebab kematian utama bagi anakan cumi-cumi harimau, khususnya di populasi yang padat. Namun, cumi-cumi ini hanya akan memakan individu yang lemah, sakit, atau hampir mati.
Hidup di laut lepas yang berbahaya membuat cumi-cumi harimau harus mengembangkan berbagai kemampuan untuk bertahan hidup. Reproduksi yang efektif, kemampuan menghindari predator, dan pendengaran tingkat tinggi sangat penting bagi keselamatan nyawanya. Jadi di balik ukurannya yang kecil cumi-cumi harimau termasuk hewan air yang sangat tangkas.


![[QUIZ] Dari Kristal Biru Favoritmu, Ini Kepribadianmu yang Tersembunyi](https://image.idntimes.com/post/20250804/upload_01f1a7dcd179e1895bf61414be27d739_a15bb410-4151-4099-8c47-049ba2ce7268.jpg)






![[QUIZ] Tebak Peristiwa Bersejarah dan Lokasinya, Bisa Menjawabnya?](https://image.idntimes.com/post/20241231/peristiwa-bersejarah-dan-lokasinya-18-360182d9f21ce347e057c02329da6742.jpg)
![[QUIZ] Tes Pengetahuan Sejarah Indonesia Masa Penjajahan Portugis](https://image.idntimes.com/post/20250320/1-191dff8881bb3fe18f3766b4bcdf5153.jpg)
![[QUIZ] Tes Pengetahuan Sejarah Indonesia Masa Penjajahan Belanda, Yakin Ingat?](https://image.idntimes.com/post/20250211/quiz-tes-pengetahuan-sejarah-indonesia-masa-penjajahan-belanda-seberapa-tahu-kamu-2-cf6a3fd6616fb710aff706f6d9932c27.jpg)








