Reptil identik dengan kehidupan di darat seperti di hutan, taman, gurun, pegununungan, atau kebun. Namun, ada satu jenis reptil yang mencoba tampil berbeda karena secara penuh hidup di laut secara penuh, yaitu penyu atau sea turtle. Secara taksonomi penyu sebenarnya merupakan jenis kura-kura. Hanya saja ia memutuskan untuk hidup di laut dan meninggalkan daratan.
5 Adaptasi Penyu untuk Hidup di Laut, Kakinya Menjadi Sirip!

- Penyu, yang secara taksonomi termasuk kura-kura, beradaptasi penuh di laut dengan kaki berbentuk sirip untuk berenang, mencari makan, dan berjalan terbatas di daratan.
- Meski bernapas memakai paru-paru, penyu mampu menahan napas hingga tujuh jam berkat metabolisme lambat; lubang hidung di atas paruh membantu mengambil udara cepat di permukaan.
- Tubuh pipih dan aerodinamis membuat penyu lincah serta mudah mengapung, sementara tempurung keras berkeratin dan bertulang melindunginya dari hiu, karang, serta benturan.
Dengan hidup di laut penyu tak perlu bersaing dengan reptil lain di daratan. Selain itu ia juga mengembangkan adaptasi khusus untuk membantunya berenang, mencari makan, hingga bernafas saat sedang menyelam. Penasaran apa saja adaptasi penyu untuk hidup di laut? Yuk, kita ulik di bawah ini!
1. Kaki penyu berubah bentuk menjadi sirip

Karena habitat dan kebiasaannya yang berbeda dari spesies kura-kura lain, penyu kehilangan kakinya. Kakinya berevolusi, beradaptasi, dan berubah bentuk menjadi pipih seperti sirip ikan. Layaknya ikan, kaki atau sirip penyu tak bisa menekuk dan hanya mampu bergerak ke atas bawah.
Artikel di jurnal research highlights menjelaskan kalau penyu menggunakan siripnya untuk dua hal, yaitu berenang dan makan. Saat berada di daratan, siripnya juga masih berfungsi seperti kaki, yaitu bisa digunakan untuk berjalan. Namun, penyu tak bisa berjalan terlalu jauh. Menariknya, penyu masih memiliki satu atau dua cakar di ujung siripnya. Menjadi bukti evolusi dari kaki yang dulu dipakai di daratan.
2. Penyu mampu menahan nafas hingga 7 jam

Dilansir Smithsonian Ocean, penyu tidak bisa bernafas di dalam air, berbeda dari hewan laut lain. Hal tersebut terjadi karena ia bukan ikan dan tidak memiliki insang. Sama seperti reptil lain, penyu tetap bernafas menggunakan paru-paru dan harus menghirup oksigen secara langsung dari udara. Uniknya, penyu bisa menahan nafas dalam waktu yang lama, yaitu mencapai 7 jam.
Kemampuan menahan nafas tersebut didukung oleh metabolisme tubuh yang lambat. Dalam hal ini, laju metabolisme penyu hanya sekitar 10 persen dari laju metabolisme manusia. Alhasil penyu menggunakan oksigen dengan lebih lambat dan akhirnya mampu menahan nafas hingga berjam-jam. Jika suhu semakin dingin maka penyu bisa menahan nafas lebih lama.
3. Penyu punya tubuh pipih dan aerodinamis

Berbagai sumber menjelaskan kalau bentuk tubuh penyu memudahkannya untuk berenang dan bergerak di lautan. Spesifiknya, reptil ini punya tubuh aerodinamis yang membuatnya bisa berenang lebih cepat dan bergerak dengan lincah. Tak cuma itu, ia juga punya tubuh pipih, mirip kura-kura air lain. Tubuh pipih tersebut membuat penyu lebih ringan, bisa mengambang dengan mudah, dan ia tak akan tenggelam ke dasar air. Berbeda dari kura-kura lain, penyu tak bisa memasukan tubuhnya ke tempurung. Hal tersebut justru membuat penyu lebih tangkas di lautan.
4. Penyu punya lubang hidup yang berlokasi di bagian atas paruh

Penyu memiliki satu adaptasi yang umum ditemukan pada reptil air, yaitu lubang hidung yang berlokasi di bagian atas kepala. Secara spesifik, lubang hidung penyu ada di bagian atas paruhnya. Dikutip Center of Coastal Studies, lubang hidung yang berlokasi di di bagian atas paruh membuat penyu bisa bernafas dengan lebih cepat dan efisien. Saat bernafas dan mengambil oksigen penyu hanya perlu mengeluarkan ujung paruhnya ke permukaan air. Jadi ia tak perlu repot-repot mengeluarkan badan atau kepalanya. Hal tersebut juga membuatnya lebih aman dari ancaman predator.
5. Penyu punya tempurung keras untuk mempertahankan diri

Laman Earth.com menjelaskan kalau penyu memiliki tempurung yang sangat keras. Saking kerasnya, tempurung tersebut bisa menahan terkaman hiu, melindungi penyu dari gesekan dengan karang, bahkan tempurungnya tahan dari pukulan benda tumpul. Karenanya, bisa dikatakan kalau tempurung penyu adalah armor tebal yang selalu melindungi.
Tempurung penyu terbuat dari keratin, yaitu zat yang sama yang membentuk kulit dan rambut. Namun, keratin yang membentuk tempurung penyu sangat tebal, keras, kuat, dan akhirnya membentuk lempeng sisik yang bernama scute. Tempurung penyu juga disokong oleh tulang yang kuat. Tak cuma itu, tempurung penyu juga dilapisi sistem syaraf, mirip seperti daging, tulang, dan kulit.
Adaptasi penyu untuk hidup di laut mencakup berbagai aspek, mulai dari kebiasaan, ciri fisik, hingga struktur tubuh. Andalkan semua adaptasi tersebut, penyu menjelma menjadi hewan laut yang tangkas dan bisa hidup di berbagai kondisi. Sayangnya semua adaptasi tersebut tak bisa melindunginya dari ancaman manusia. Saat ini penyu terus diburu dan populasinya kian merosot.



![[QUIZ] Dari Kristal Biru Favoritmu, Ini Kepribadianmu yang Tersembunyi](https://image.idntimes.com/post/20250804/upload_01f1a7dcd179e1895bf61414be27d739_a15bb410-4151-4099-8c47-049ba2ce7268.jpg)






![[QUIZ] Tebak Peristiwa Bersejarah dan Lokasinya, Bisa Menjawabnya?](https://image.idntimes.com/post/20241231/peristiwa-bersejarah-dan-lokasinya-18-360182d9f21ce347e057c02329da6742.jpg)
![[QUIZ] Tes Pengetahuan Sejarah Indonesia Masa Penjajahan Portugis](https://image.idntimes.com/post/20250320/1-191dff8881bb3fe18f3766b4bcdf5153.jpg)
![[QUIZ] Tes Pengetahuan Sejarah Indonesia Masa Penjajahan Belanda, Yakin Ingat?](https://image.idntimes.com/post/20250211/quiz-tes-pengetahuan-sejarah-indonesia-masa-penjajahan-belanda-seberapa-tahu-kamu-2-cf6a3fd6616fb710aff706f6d9932c27.jpg)








