Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hewan Ajaib dan Legendaris dari Kurdistan yang Nyaris Hilang dari Peta Dunia!

Ilustrasi hewan ajaib dan legendaris asal Kurdistan
Ilustrasi hewan ajaib dan legendaris asal Kurdistan (inaturalist.org/christianlangner)
Intinya sih...
  • Kurdistan Newt, amfibi langka di pegunungan Zagros
  • Rubah merah Kurdistan, predator semi-nokturnal penjaga ekosistem
  • Ikan loach kurdistan, indikator kualitas air dan penyeimbang populasi mikroorganisme
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau mendengar kata Kurdistan, mungkin yang terlintas di benakmu adalah kisah perjuangan, pegunungan terjal, dan padang tandus di perbatasan Timur Tengah. Tapi siapa sangka, di balik tanah yang keras dan penuh sejarah itu, tersembunyi kehidupan liar yang luar biasa menawan. Kurdistan ternyata adalah rumah bagi beberapa spesies paling langka di dunia—ragam fauna yang hanya bisa ditemukan di pegunungan, lembah, dan sungai-sungai jernih kawasan Zagros.

Keanekaragaman hayati Kurdistan seperti rahasia yang disembunyikan alam di balik geopolitik. Dari salamander bermotif kuning, ikan mungil penghuni arus deras, sampai kambing liar yang jadi simbol gunung, semua seolah menolak tunduk pada keterbatasan. Yuk, kenalan dengan lima hewan endemik dan unik dari Kurdistan yang bikin para ilmuwan geleng-geleng kagum!

1. Kurdistan newt, permata kuning di pegunungan Zagros

Ilustrasi kurdistan newt yang tergolong salamander tapi hidup di Kurdistan
Ilustrasi kurdistan newt yang tergolong salamander tapi hidup di Kurdistan (inaturalist.org/christianlangner)

Di sungai-sungai kecil pegunungan Zagros, hidup seekor salamander berwarna hitam dengan bintik kuning mencolok—si kurdistan newt. Spesies ini hanya ditemukan di wilayah Kurdistan Iran dan Irak, dan termasuk amfibi paling langka di dunia.

Menurut Russian Journal of Herpetology, spesies Neurergus derjugini ini hanya bisa hidup di air yang sangat bersih dan dingin. Sedikit saja suhu naik, populasi mereka langsung turun drastis. Itulah mengapa perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi kehidupan si amfibi eksotis ini.

Warnanya yang mencolok membuatnya disebut ‘the jewel of the Zagros Mountains’. Namun, keindahan itu kini nyaris tinggal legenda—karena habitatnya semakin tergerus pembangunan dan kekeringan ekstrem.

2. Rubah merah Kurdistan, si licik dari pegunungan

Ilustrasi rubah merah Kurdistan yang terkenal hidip di pegunungan
Ilustrasi rubah merah Kurdistan yang terkenal hidip di pegunungan (commons.wikimedia.org/Dûrzan cîrano)

Rubah merah mungkin umum, tapi subspesies Kurdistan punya daya tarik tersendiri. Bulu tebalnya berwarna oranye gelap dengan moncong pendek—hasil adaptasi terhadap musim dingin di dataran tinggi. Hewan ini tersebar terbatas di Kurdistan Timur, Armenia, dan sebagian Turki Timur.

Dalam studi ARO-The Scientific Journal of Koya University, spesies Vulpes vulpes kurdistanica ini memiliki perilaku semi-nokturnal dan sering terlihat memburu tikus serta burung di sela bebatuan. Gerakannya cepat, nyaris tak terdengar, membuatnya dijuluki ‘hantu oranye pegunungan’.

Menurut BBC Wildlife, rubah Kurdistan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem lokal. Ia membantu mengendalikan populasi pengerat yang bisa merusak ladang gandum masyarakat pegunungan—membuktikan bahwa ‘licik’ tak selalu berarti jahat.

3. Ikan loach kurdistan, sang penjaga sungai Choman

Ilustrasi ikan batu loach yang hidup di sungai Kurdistan
Ilustrasi ikan batu loach yang hidup di sungai Kurdistan (inaturalist.org/gatisvil)

Di sungai jernih Choman, Iran bagian barat, berenang ikan mungil yang hanya ditemukan di sana, yaitu Oxynoemacheilus kurdistanicus. Ia pertama kali diidentifikasi oleh Kamangar dan Prokofiev dan diklasifikasikan sebagai spesies endemik Pegunungan Zagros.

Spesies ini hidup di dasar sungai berbatu dengan arus kuat. Bentuk tubuhnya pipih, dan siripnya kuat, membuatnya mampu menahan tekanan air yang deras. Menurut Zootaxa, loach Kurdistan juga berfungsi sebagai indikator kualitas air alami, sebab penurunannya menandakan pencemaran meningkat.

Ukuran tubuhnya memang kecil, tapi perannya besar. Dalam ekologi sungai, ia menjaga kebersihan sedimen dan menyeimbangkan populasi mikroorganisme. Alam punya caranya sendiri untuk menunjukkan bahwa bahkan makhluk paling mungil pun penting.

4. Kambing gunung, si pendaki legendaris dari Kurdistan

Ilustrasi kambing gunung yang legendaris dari Kurdistan
Ilustrasi kambing gunung yang legendaris dari Kurdistan (inaturalist.org/Katia Setrinen)

Hewan satu ini adalah simbol keperkasaan pegunungan Kurdistan. Capra aegagrus zagrosensis, atau kambing gunung Zagros, dikenal dengan tanduk melengkung raksasa dan kemampuan memanjat batu yang luar biasa. Ia hidup di lereng curam dan jurang Pegunungan Zagros yang membentang di Kurdistan Iran dan Irak.

Menurut laporan dari First National Conference of Reintroduction of Conservation-reliant Species kambing ini beradaptasi dengan baik di medan ekstrem, memakan rumput keras dan tumbuhan kering yang tumbuh di bebatuan. Ia juga memiliki kemampuan orientasi luar biasa untuk menemukan air di musim kemarau.

Sayangnya, populasi kambing gunung ini menurun akibat perburuan liar dan hilangnya habitat. Namun bagi masyarakat Kurdi, hewan ini dianggap lambang kebebasan dan kekuatan, sering muncul dalam puisi dan mitologi lokal sebagai penjaga pegunungan.

5. Macan tutul Persia, sang raja sunyi Kurdistan

Ilustrasi macan tutul Persia yang jadi sang raja sunyi Kurdistan
Ilustrasi macan tutul Persia yang jadi sang raja sunyi Kurdistan (flickr.com/Leif Jarnevi)

Siapa sangka, di balik heningnya pegunungan utara Kurdistan, masih berkeliaran macan tutul Persia—salah satu subspesies macan tutul terbesar di dunia. Panthera pardus saxicolor termasuk dalam daftar Endangered Species versi IUCN Red List dengan populasi liar tersisa hanya beberapa ratus ekor di Iran, Irak, dan Kaukasus.

Menurut laporan National Geographic, macan tutul ini berperan sebagai predator puncak dalam rantai makanan Kurdistan. Ia berburu kambing gunung, rusa, hingga babi hutan, menjaga keseimbangan ekosistem dari atas rantai trofik.

Namun, karena konflik bersenjata dan perburuan ilegal, banyak individu terisolasi di fragmen hutan yang terpisah. Para ahli konservasi kini tengah mengembangkan koridor ekologis lintas batas Kurdistan-Iran untuk memastikan si raja sunyi ini tetap memiliki ruang berburu yang aman.

Hewan-hewan ini adalah puisi hidup dari bumi Kurdistan; kecil, tangguh, dan bertahan di antara gejolak sejarah manusia. Mereka hidup di wilayah yang nyaris tak dijangkau, menjadi saksi diam keteguhan alam melawan waktu dan perang.

Kurdistan mungkin belum dikenal sebagai pusat konservasi dunia, tapi siapa pun yang memandang gunungnya akan tahu—ada kehidupan yang berjuang dengan sunyi namun penuh makna. Dan mungkin, di situlah kita belajar bahwa alam selalu punya cara untuk tetap indah, bahkan di tempat paling keras sekalipun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

7 Fakta Unik Burung Petrel Tanjung, Merpati Laut dari Lautan Selatan

17 Jan 2026, 21:24 WIBScience