Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Ikan Predator Air Tawar Terganas di Indonesia, Menyerang Tanpa Ampun

5 Ikan Predator Air Tawar Terganas di Indonesia, Menyerang Tanpa Ampun
ikan lele (inaturalist.org/paul_faz)
  • Ikan gabus adalah predator penyergap dengan gigi tajam, mampu memangsa beragam hewan hingga mamalia kecil, dan beberapa spesiesnya tumbuh sampai 90 sentimeter.
  • Lele, arwana, dan tapah mengandalkan mulut lebar untuk menyedot atau menerkam mangsa; lele memakai kumis untuk mendeteksi, sedangkan tapah dapat mencapai panjang 2 meter.
  • Patin yang omnivor tetap menjadi pemburu tangkas melalui kecepatan dan sergapan permukaan; kelima ikan memakai strategi berburu berbeda untuk memangsa hewan air maupun darat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki ribuan sungai, rawa, danau, hingga kolam. Semua tempat tersebut merupakan tempat yang penuh dengan kehidupan. Nah, salah satu makhluk yang hidup di tempat-tempat tersebut adalah ikan predator air tawar. Sebagai predator, mereka sangat ganas, sering memangsa ikan lain, dan memiliki peran penting bagi ekosistem.

Pertama, ada ikan lele yang berkumis dan sering dibudaya oleh banyak orang. Tak lupa, juga ada ikan gabus yang giginya tajam dan bisa memangsa hewan darat. Selain itu, kamu juga bisa menemukan ikan arwana yang berburu dengan cara menghisap mangsa-mangsanya. Nah, apa kamu penasaran dengan mereka semua? Jika penasaran, mari simak pembahasan berikut.

  1. 1. Ikan gabus

    ikan gabus
    ikan gabus (inaturalist.org/Ian Dugdale)

    Dilansir Animal Diversity Web, ikan gabus merupakan predator penyergap yang sangat ganas. Ia bisa memakan ikan, krustasea, serangga, ular, kecebong, burung, hingga mamalia kecil. Sebagai predator penyergap, ikan ini hanya akan berdiam diri di dasar perairan sembari berkamuflase. Saat mangsa mendekat, barulah ikan ini akan menyerang secepat kilat.

    Selayaknya preadator lain, ikan gabus memiliki gigi yang tajam, besar, dan lurus. Nah, gigi lurus memudahkannya untuk menusuk dan mencengkeram ikan dan hewan air yang licin. Ukuran ikan gabus juga tak bisa diremehkan, bahkan beberapa spesies mampu tumbuh hingga sepanjang 90 centimeter. Lebih lanjut, penyebaran ikan ini mencakup India, Malaysia, Thailand, sampai Indonesia.

  2. 2. Ikan lele

    ikan lele
    ikan lele (inaturalist.org/Vijay Anand Ismavel)

    Makanan ikan lele sangat bergantung pada ukuran dan spesiesnya. Sebagai contoh, ikan lele yang masih kecil akan memakan hewan kecil. Sebaliknya, lele dewasa sanggup memakan hewan lain yang lebih besar. Lebih lanjut, laman Animalia menjelaskan kalau makanan ikan lele bisa mencakup ikan kecil, serangga, plankton, kepiting, udang, reptil, burung, telur, amfibi, sampai mamalia.

    Ikan lele sebenarnya tidak memiliki gigi yang tajam. Karenanya, saat berburu ia akan menyergap mangsa dengan cepat dan menyedot mangsanya dengan cara membuka mulut dengan lebar. Saat berburu, ia menggunakan kumisnya untuk mendeteksi kehadiran mangsa. Ikan lele juga adaptif, bisa hidup di berbagai tempat, populer sebagai ikan konsumsi, dan sering dibudidaya di Indonesia.

  3. 3. Ikan arwana

    ikan arwana
    ikan arwana (inaturalist.org/Alastair Freeman)

    Di alam liar, makanan ikan arwana sangat beragam. Dilansir A-Z Animals, ikan arwana merupakan karnivor ganas yang tak pilih-pilih makanan. Mau itu ikan, cacing, serangga, amfibi, laba-laba, kadal, burung, sampai kelelawar semuanya bisa ia makan. Uniknya, arwana memiliki kebiasaan untuk menangkap dan memakan mangsa di permukaan air.

    Arwana memang tak punya gigi tajam, jadi saat berburu ia akan menghisap mangsa dengan cara membuka mulutnya yang lebar. Lebih lanjut, hal tersebut membuat ikan berwarna cerah ini mampu memakan mangsa berukuran besar. Arwana sendiri merupakan ikan air tawar yang sering dijumpai di sungai, rawa, atau danau di wilayah Malaysia, Thailand, hingga Indonesia.

  4. 4. Ikan tapah

    ikan tapah
    ikan tapah (inaturalist.org/Manoj Karingamadathil)

    Ikan sepanjang 2 meter ini merupakan kerabat dekat dari ikan lele. Oleh sebab itu, ia juga punya badan yang memanjang, licin, kepala datar, dan kumis yang panjang. Tak hanya itu, ikan yang berasal dari genus Wallago ini juga memiliki makanan yang sama dengan lele. Dikutip Fishbase, makanan ikan tapah mencakup hewan-hewan air, seperti serangga, ikan, moluska, dan krustasea.

    Ikan tapah cukup populer sebagai makanan dan peliharaan. Jika kamu memelihara hewan ini maka kamu harus berhati-hati. Pasalnya, saat hendak diberi makan ikan tapah bisa jadi agresif dan tak segan untuk menerkam tangan kamu. Untungnya, ikan yang bisa ditemukan di Pakistan sampai Indonesia ini tidak berbahaya dan giginya tidak tajam. Jika digigit ikan tapah, kamu hanya akan kaget dan tak akan terluka.

  5. 5. Ikan patin

    ikan patin
    ikan patin (inaturalist.org/Jiayuan Lin)

    Sebenarnya, ikan patin merupakan omnivor dan bukan karnivor sejati. Di alam liar, ia bisa memakan material tumbuhan, krustasea, dan ikan berukuran kecil. Berbeda dari predator lain, ikan patin termasuk pemburu yang cukup tangkas. Pasalnya, ia bisa mengejar mangsanya dengan gerakan yang cukup cepat. Selain itu, ikan ini juga mampu menyergap mangsa yang berada di permukaan air tanpa diketahui. Oleh sebab itu, walau merupakan omnivor ia tetaplah predator ganas yang ditakuti mangsa-mangsanya.

    Sebagai predator air tawar, ikan-ikan tersebut mengembangkan berbagai strategi berburu yang unik dan efisien. Ada yang mengejar mangsa, mendeteksi mangsa dengan kumis, bahkan ada yang menunggu mangsa dengan sabar. Gak cuma itu, tiap spesies juga dibekali senjata yang bervariasi, mulai dari gigi tajam, ukuran besar, hingga sergapan yang gesit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More