Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Mamalia Tercepat di Dunia, Dari Cheetah hingga Kelelawar
springbok (commons.wikimedia.org/Yathin S Krishnappa)
  • Mexican free-tailed bat jadi mamalia tercepat di dunia dengan kecepatan 160 km/jam, digunakan untuk migrasi dan berburu, meski populasinya terancam akibat kerusakan habitat.
  • Cheetah memegang rekor mamalia darat tercepat hingga 120 km/jam, namun kini berstatus rentan karena populasi menurun akibat aktivitas manusia dan hilangnya habitat alami.
  • Antelope tanduk bercabang, springbok, dan tsessebe juga termasuk mamalia cepat yang memanfaatkan kecepatan tinggi untuk bertahan dari predator di padang rumput Afrika dan Amerika.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kecepatan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan hewan liar. Kecepatan juga dimiliki oleh berbagai jenis hewan, salah satunya adalah mamalia. Secara umum, mamalia dengan kecepatan tinggi memanfaatkan kecepatannya untuk berlari, melompat, atau kabur dari predator.

Selain itu, ada juga beberapa spesies yang menyandang gelar sebagai mamalia tercepat di dunia. Beberapa di antaranya adalah cheetah, mexican free-tailed bat, dan springbok. Mau tahu seberapa cepat mereka, bagaimana kebiasaannya, dan apa yang mendorong kecepatannya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk.

1. Mexican free-tailed bat (160 km/jam)

mexican free-tailed bat (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service Headquarters)

Dilansir Bat Conservation International, Tadarida brasiliensis atau mexican free-tailed bat mampu terbang hingga kecepatan 160 km/jam. Karena itu, hewan sepanjang 9 centimeter ini menyandang gelar sebagai mamalia tercepat nomor satu di dunia. Kecepatan tersebut digunakan hewan ini untuk bermigrasi, kabur dari predator, dan mengejar mangsa pada malam hari.

Tak hanya cepat, mexican free-tailed bat juga merupakan salah satu mamalia dengan populasi terbanyak di Amerika Utara. Sayangnya, kerusakan habitat mulai mengikis populasinya sedikit demi sedikit. Untungnya, penyebaran hewan ini sangat luas, mulai dari Amerika Serikat, Peru, hingga Argentina. Ia juga bisa bertahan hidup di dataran tinggi dengan ketinggian mencapai 3000 mdpl.

2. Cheetah (120 km/jam)

cheetah (commons.wikimedia.org/Zinneke)

Cheetah (Acinonyx jubatus) merupakan hewan darat tercepat sekaligus mamalia darat tercepat di dunia dengan kecepatan maksimal di angka 120 km/jam. Kucing asli Afrika tersebut juga sangat khas dengan badannya yang ramping, kaki panjang, dan tutul hitamnya. Di savana Afrika, ia juga menjadi predator kelas atas yang bisa memburu antelope hingga zebra.

Sayangnya, laman National Geographic menerangkan kalau cheetah masuk ke kategori vulnerable (rentan). Tercatat, saat ini hanya tersisa sekitar 7000 ekor cheetah dewasa di alam liar yang tersebar di Afrika dan sebagian wilayah Asia. Beberapa faktor yang menggerus populasinya adalah industrialisasi, aktivitas manusia, dan kerusakan habitat.

3. Antelope tanduk bercabang (88,5 km/jam)

antelope tanduk bercabang (commons.wikimedia.org/Thomas Wolf)

Tak hanya predator, hewan pemakan tanaman seperti antelope tanduk bercabang (Antilocapra americana) juga bisa berlari sangat cepat, yaitu mencapai 88,5 km/jam. Kecepatan tersebut akan sangat berguna untuk menghindari predator seperti bobcat, elang botak, coyote, dan puma. Selain cepat, hewan ini juga lincah dan punya ketahanan tubuh yang kuat karena bisa berkelana hingga sejauh 160 kilometer.

Dilansir Animal Diversity Web, antelope tanduk bercabang punya penyebaran yang mencakup Amerika Serikat, Kanada, hingga Meksiko. Habitatnya adalah area terbuka seperti padang rumput, semak-semak, hingga gurun. Ukurannya juga cukup besar dengan panjang 1,75 meter dan bobot maksimal 70 kilogram. Untungnya, hewan yang hidup berkelompok ini tidak agresif dan tidak berbahaya.

4. Springbok (88 km/jam)

springbok (commons.wikimedia.org/Giles Laurent)

Antidorcas marsupialis atau springbok merupakan salah satu spesies antelope tercepat di benua Afrika dengan top speed yang mencapai 88 km/jam. Dilansir African Freak, springbok tak hanya cepat saat berlari, tapi kecepatannya juga nampak ketika ia melompat. Lompatannya juga cukup tinggi, bahkan mencapai beberapa meter sehingga sangat efektif untuk berkelana dan kabur dari predator.

Springbok sendiri hidup di savana Afrika dan merupakan pemakan tanaman yang hidup berkelompok. Badannya ramping, panjangnya sekitar 1,2-1,5 meter, dan bobot maksimalnya di angka 42 kilogram. Nah, ukuran dan bentuk tubuhnya menjadi salah satu faktor utama mengapa springbok dianugerahi kecepatan tingkat tinggi.

5. Tsessebe (100 km/jam)

tsessebe (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Dilansir Kenya Wild Park, kecepatan maksimal rata-rata tsessebe (Damaliscus lunatus) ada di angka 90 km/jam. Namun, ketika dikejar oleh predator ia bisa berakselerasi dengan lebih cepat, yaitu mencapai 100 km/jam. Tsessebe juga memiliki badan yang besar dan berotot sehingga bisa mempertahankan kecepatannya dalam waktu yang lama dan jarak yang jauh.

Ia merupakan herbivor yang secara ekslusif memakan rumput. Selain itu, tsessebe mudah dikenali dari tubuh yang berwarna cokelat dan tanduk besar. Panjang maksimal tsessebe mencapai 2,3 meter dan bobot maksimalnya ada di angka 120-137 kilogram. Walau besar, ia tetap menjadi incaran berbagai predator seperti cheetah, singa, dan macan tutul.

Daftar mamalia tercepat di dunia didominasi oleh pemakan tanaman. Hal tersebut tidak mengherankan mengingat hewan pemakan tanaman membutuhkan kecepatan untuk melarikan diri dari predator. Selain itu, kecepatan yang mereka miliki juga disokong oleh bentuk tubuh yang ideal. Semuanya merupakan adaptasi untuk hidup di alam liar yang keras dan berbahaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article