6 Fakta Crested Auklet, Burung Ini Mengeluarkan Bau Mirip Tangerine

- Wilayah persebarannya tidak terlalu luas, hanya di sepanjang Pasifik utara dan Laut Bering
- Secara penampilan, burung ini berbeda dengan spesies auklet lain, memiliki tubuh gelap dan jambul mencolok
- Punya jambul ikonik yang unik, dimiliki oleh burung jantan dan betina
Crested auklet (Aethia cristatella) merupakan spesies burung laut kecil dari famili Alcidae. Mereka sayangnya tidak bisa ditemukan di Indonesia. Spesies burung ini memiliki wilayah persebaran yang cukup sempit, yakni di sepanjang Pasifik utara dan Laut Bering.
Wilayah persebaran mereka memang cukup sempir, tapi kamu pasti dapat langsung mengenali spesies burung ini ketika melihatnya. Mereka memiliki penampilan yang unik dengan wajah yang terlihat konyol dan jambul yang mencolok di depan matanya. Selain penampilannya ini, crested auklet juga masih memiliki keunikan lain yang tidak kalah menarik, lho! Yuk, simak fakta menarik crested auklet di bawah ini.
1. Wilayah persebarannya tidak terlalu luas

Crested auklet atau yang juga dikenal sebagai burung aukelt berjambul adalah spesies asli Neartik dan Paleartik. Mereka umumnya ditemukan di pulau-pulau terpencil di Pasifik Utara dan Laut Bering. Burung ini dapat ditemukan di lepas pantai dan di sepanjang pantai pulau-pulau terpencil di Laut Bering.
Habitat favorit mereka adalah bebatuan. Dijelaskan Animal Diversity Web, celah-celah batu di sepanjang lereng talus, ladang batu besar, atau aliran lava sangat penting untuk sarang. Crested auklet bahkan menempatkan koloni perkembangbiakan di sepanjang tebing berbatu yang menghadap ke laut.
2. Secara penampilan, burung ini berbeda dengan spesies auklet lain

Crested auklet adalah spesies burung laut berukuran kecil. Mereka bisa tumbuh hingga mencapai panjang 18-27 cm. Rentang sayapnya berkisar antara 34-50 cm dan memiliki berat 195-330 gram. Spesies burung auklet ini memiliki tubuh, sayap, dan ekor berwarna abu-abu gelap. Kaki dan cakar yang berwarna abu-abu, serta kuku berwarna hitam.
Penampilannya yang didominasi oleh warna gelap ini membuat crested auklet sangat berbeda dengan spesies burung auklet lainnya. Dilansir iNaturalist, genus Aethia memiliki empat spesies sebagai anggotanya, yakni crested auklet (Aethia cristatella), parakeet auklet (Aethia psittacula), least auklet (Aethia pusilla), dan whiskered auklet (Aethia pygmaea). Selain crested auklet, ketiga spesies auklet lainnya memiliki bulu berwarna cerah di tubuhnya.
Pada least auklet, dadanya terdiri dari gabungan bulu hitam dan putih yang membentuk corak abstrak yang menarik. Parakeet auklet sendiri memiliki bulu berwarna putih yang membentang dari bawah leher, dada, perut, hingga kakinya. Penampilannya ini membuat parakeet auklet terlihat mirip dengan penguin. Terakhir, whiskered auklet yang corak memanjang berwarna putih di wajah dan leher, serta sepasang bulu putih panjang di atas kepalanya.
3. Punya jambul ikonik yang unik

Sebagian besar tubuh crested auklet memang berwarna gelap. Bagian paling berwarna pada tubuhnya hanyalah paruhnya yang berwarna oranye terang, iris matanya yang berwarna putih, dan garis putih memanjang yang ada di belakang matanya. Namun, perpaduan ini bukanlah keunikan utama dari crested auklet. Keunikan spesies burung laut ini terdapat pada jambul berwarna hitam yang ada di bagian depan kepalanya.
Menariknya, jambul khas pada crested auklet ini tidak hanya dimiliki oleh burung jantan, tapi juga burung betina. Hanya saja, jambul burung jantan lebih panjang dibandingkan dengan jambul milik betina.
4. Burung ini adalah planktivora

Crested auklet terutama mencari makan di lautan dalam dalam kelompok yang besar. Mereka adalah planktivora atau pemakan plankton. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari krill, tetapi burung ini juga memakan copepods, pteropods, amphipods, dan larva ikan. Selain itu, mereka juga diketahui dapat memakan ikan dan cumi-cumi. Saat mencari makan, crested auklet akan mengejar mangsanya dengan berenang atau penerbangan bawah air cepat dengan menggunakan sayapnya.
5. Buruk jantan menarik perhatian betina dengan mengeluarkan aroma mirip tangerine

Spesies burung auklet ini memiliki aroma khas seperti jeruk, mirip dengan aroma tangerine, pada bulunya. Aroma khas mirip jeruk ini menjadi salah satu ciri unik dan khas yang dimiliki oleh crested auklet. Aroma seperti jeruk yang menyengat ini sangat penting dalam komunikasi sosial dan perkawinan.
Ketika musim kawin tiba, spesies burung laut ini bahkan akan melakukan ritual mandi yang rumit sebagai persiapan. Sayangnya, hingga kini, masih belum diketahui secara jelas kenapa burung ini mengeluarkan aroma mirip jeruk. Salah satu teori tentang aroma jeruk ini adalah sebagai faktor penting dalam menarik perhatian pasangan. Ketika musim kawin tiba, proses courtship melibatkan banyak sentuhan dengan paruh burung terutama di area yang beraroma kuat, seperti di leher.
6. Perbedaan antara jantan dan betina

Secara umum, perbedaan antara crested auklet jantan dan betina cukup sulit untuk ditemukan. Hal ini karena keduanya memiliki penampilan yang sangat mirip. Salah satu perbedaan di antara keduanya adalah bulu tengkuk dan leher jantan lebih panjang dibandingkan betina.
Selain itu, selama musim kawin, bentuk paruh burung jantan dan betina akan berbeda. Paruh jantan menjadi lebih melengkung dibanding paruh betina, dan ukurannya lebih besar. Lengkungan paruh yang muncul pada musim kawin ini membantu para jantan dalam pertarungan agresif memperebutkan betina.
Saat musim kawin, pada paruh burung ini muncul lempengan-lempengan berwarna cerah yang terdiri dari lempengan hidung, lempengan subnasal, lempengan rektal, dan maxillar plate. Lempengan-lempengan ini akan menghilang di akhir musim kawin dan setelah masa inkubasi.
Selain enam fakta menarik di atas, menarik untuk diketahui jika burung crested auklet bersifat monogami dan hanya kawin dengan satu betina hingga perceraian terjadi. Mereka memiliki kesetiaan yang tinggi dan burung jantan selalu terlibat dalam proses perkembangan anaknya.



















