6 Fakta Purple-crowned Fairywren, Terkadang Terjadi Perkawinan Sedarah

- Purple-crowned fairywren adalah spesies burung kecil di Australia dengan penyebaran yang tidak merata
- Mereka memakan serangga dan invertebrata kecil, mencari makan di antara dedaunan dan panggilan lembut untuk tetap berhubungan
- Studi menemukan bahwa fungsi kekebalan tubuh mereka penting untuk kelangsungan hidup, dan mereka mempertahankan wilayah serta melakukan perkawinan sedarah
Purple-crowned fairywren merupakan spesies burung yang tersebar di Australia. Mereka berada dalam famili Maluridae dan memiliki nama ilmiah Malurus coronatus. Panjang tubuhnya diperkirakan 14 sentimeter, beratnya 9–18 gram dan lebar kepakan sayapnya 16 sentimeter. Kamu bisa membedakannya dari fairywren utara di Australia lainnya dengan memperhatikan bercak di pipi dan warna ekornya yang biru tua.
Secara keseluruhan, bulunya berwarna cokelat, sayapnya cokelat keabu-abuan dan perutnya krem. Sementara itu, paruhnya berwarna hitam dan kakinya abu-abu kecokelatan. Tidak banyak informasi tentangnya, tapi fakta berikut sudah bisa memberikan gambaran besar mengenai gaya hidup purple-crowned fairywren di alam liar.
1. Wilayah penyebaran purple-crowned fairywren

Penyebaran purple-crowned fairywren berada di tumbuhan tepi sungai yang lebat di bagian utara Australia. Mereka terbagi menjadi dua subspesies, populasi barat ditemukan di Kimberley Region of Western Australia dan di Victoria River District of the Northern Territory. Sementara itu, subspesies timur ada di sungai yang mengalir ke Teluk Carpentaria. Australian Wildlife Conservancy menginformasikan bahwa penyebaran burung ini tidak merata dan telah menurun di beberapa bagian wilayah jelajahnya.
2. Makanan utamanya adalah serangga

Makanan utama purple-crowned fairywren adalah serangga. Mereka juga mengonsumsi berbagai invertebrata kecil seperti kumbang, semut, serangga, tawon, belalang, ngengat, larva, laba-laba dan cacing. Burung ini juga melengkapi dietnya dengan sejumlah kecil biji-bijian. Purple-crowned fairywren mencari makan di antara dedaunan dan serasah daun di tanah yang bercampur dengan puing-puing.
Anggota kelompok akan mencari makan secara terpisah, melompat dengan cepat di antara semak-semak yang lebat. Akan tetapi, mereka tetap berhubungan satu sama lain melalui panggilan yang terdengar lembut, dilansir Animalia.
3. Tingkat kekebalan tubuh mempengaruhi kelangsungan hidupnya

Berdasarkan informasi dari Monash University, studi jangka panjang yang dilakukan oleh peneliti dari Monash menemukan bahwa purple-crowned fairywren mungkin memegang kunci untuk lebih memahami fungsi kekebalan tubuh. Fungsi kekebalan konstitutif penting agar tubuh siap menghadapi infeksi baru, tapi juga berpotensi merugikan. Sayangnya, kerugian tersebut tidak bisa diukur menggunakan metode eksperimental.
Akan tetapi, pada populasi burung liar, peneliti bisa mengukur tingkat fungsi kekebalan individu dan menilai bagaimana hubungannya dengan kebugaran. Itu melalui pemantauan kelangsungan hidup pada individu berikutnya, posisi kawin dominan, dan keberhasilan reproduksi. Di habitat yang terpapar berbagai parasit, perbedaan antara purple-crowned fairywren lebih penting jika individu berkualitas tinggi mampu memperoleh posisi berkembang biak yang lebih baik.
4. Mempertahankan wilayahnya sepanjang tahun

Kelompok purple-crowned fairywren mempertahankan wilayahnya sepanjang tahun. Mereka biasanya menggunakan lokasi yang sama setiap tahunnya. Penataan ruang dari burung ini berbeda-beda, tergantung pada spesies tumbuhan yang mendominasi di habitatnya. Wilayah di Pandanus biasanya disusun dengan gaya linear dan menempati antara 50--300 meter panjang sungai.
5. Sistem perkawinan purple-crowned fairywren

Perkembang biakan purple-crowned fairywren bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun jika kondisinya sesuai. Puncak perkawinan biasanya pada awal Maret hingga Mei dan akhir Agustus hingga November saat musim kemarau. Betina membangun sarang berbentuk kubah kecil yang terbuat dari akar-akar halus, rumput, dedaunan dan potongan kulit kayu. Betina bisa menghasilkan 2--3 telur yang dierami selama 14 hari.
6. Perkawinan sedarah bisa saja terjadi

Sumber yang sama menjelaskan bahwa perkawinan sedarah yang dilakukan oleh purple-crowned fairywren mengakibatkan masalah kebugaran parah karena inbreeding depression, mengurangi daya tetas telur lebih dari 30 persen. Betina yang berpasangan dengan kerabat jantannya bisa melakukan perkawinan pasangan tambahan yang bisa mengurangi efek negatif dari perkawinan sedarah.
Monogami sosial kadang terjadi pada unggas, di mana mereka menunjukkan perilaku perkawinan pasangan tambahan atau kawin di luar ikatan pasangan. Walaupun begitu, perkawinan sedarah dihindari karena bisa menyebabkan penurunan kebugaran keturunan yang disebabkan oleh homozygous expression dari alel resesif yang merusak.
Sekarang kamu tahu bahwa si cantik purple-crowned fairywren mempertahankan wilayahnya sepanjang tahun. Sebagai informasi tambahan, mereka berada dalam perkembang biakan kooperatif di mana pasangan dominan memiliki pembantu untuk merawat anak-anaknya. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN tapi tren populasinya mengalami penurunan.




![[QUIZ] Dari Jenis Migrasi Hewan Favoritmu, Ini Caramu Tentukan Arah Hidup](https://image.idntimes.com/post/20230901/img-2023-09-01-11-01-30-24461adf318192c5d56a40c3032d745e-6691ada23f109d51865dc21b3c12ffdf.png)














