5 Fakta Istana Holyroodhouse, Kediaman Raja Inggris di Skotlandia

- Istana Holyroodhouse di Edinburgh merupakan kediaman resmi Raja Inggris di Skotlandia dan menjadi lokasi berbagai acara kenegaraan serta tradisi tahunan kerajaan.
- Awalnya dibangun sebagai biara Augustinian pada tahun 1128 oleh Raja David I, bangunan ini kemudian diubah menjadi istana megah oleh Raja James IV untuk menyambut Margaret Tudor.
- Istana bergaya klasik hasil rancangan Sir William Bruce ini juga dikenal sebagai situs bersejarah penting, saksi tragedi pembunuhan sekretaris Ratu Mary, serta destinasi wisata dan penelitian populer.
Di Skotlandia, tepatnya di Edinburgh, ada satu istana yang kini masih aktif menjadi tempat tinggal raja, namanya adalah Istana Holyroodhouse atau biasa dikenal dengan nama Istana Holyrood. Istana ini terletak di ujung timur Royal Mile, dekat parlemen Skotlandia dan reruntuhan Holyrood Abbey. Holyrood juga sering menjadi tempat singgah para bangsawan ternama untuk dijadikan tempat tinggal sementara, yang menjadikan istana ini semakin autentik.
Selain itu, Istana Holyrood juga memiliki beberapa fakta lainnya. Kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh istana yang satu ini. Penasaran ada apa saja? Yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
1. Rumah resmi raja Inggris di Skotlandia

Seperti yang disinggung sedikit tadi di awal, dilansir dari laman Britannica, Istana Holyrood masih aktif menjadi tempat tinggal raja Inggris yang bernama Raja Charles III. Meskipun Charles III tidak setiap hari mendiami istana ini, setiap ada agenda kenegaraan atau hal yang bertempat di Skotlandia, kemungkinan besar ia tinggal di Istana Holyrood.
Raja-raja juga memiliki tradisi unik, yaitu akan menghabiskan sekitar seminggu di awal musim panas untuk menyapa dan berinteraksi dengan warga mereka. Di istana ini juga beberapa kegiatan dan acara kenegaraan diselenggarakan, termasuk penandatanganan surat negara, pejabat yang dilantik, dan upacara kecil kenegaraan.
2. Awalnya bukanlah istana

Asal mula dibangunnya Holyrood bukanlah istana langsung, tetapi merupakan biara Augustinian pada tahun 1128. Orang yang mendirikan bangunan ini bernama Raja David I. Biara sendiri merupakan tempat ibadah sekaligus tempat tinggal yang digunakan oleh biarawan, dan biarawan merupakan anggota pria yang mengucapkan kaul sederhana, berdoa, dan sebagainya. Biara inilah yang menjadi tempat tinggal para biarawan, dan biasanya setiap biara memiliki aturan yang cukup berbeda. Pernyataan ini telah dibenarkan oleh banyak sumber ternama di Skotlandia, termasuk Historic Environment Scotland.
Seiring berjalannya waktu, raja Skotlandia James IV membutuhkan tempat tinggal yang megah untuk menyambut Margaret Tudor. Ia pun akhirnya merombak kamar biara menjadi apartemen kerajaan yang mewah. Ini lah yang menjadi titik tolak Holyrood beralih dari tempat ibadah menjadi istana megah bagi raja di Skotlandia.
3. Didominasi dengan gaya arsitektur bangunan klasik

Pada tahun 1671-1679, Istana Holyrood dilakukan pembangunan ulang dengan arsitek yang bernama Sir William Bruce. Beberapa bangunan dibuat simetris dan seimbang, termasuk dua menara persegi yang ada di antara gerbang depan, dan halaman tengah (Quadrangle).
Desain Bruce memakai hampir sepenuhnya gaya klasik yang saat itu sedang populer di Eropa tahun 1600-an akhir. Sampai sekarang, Istana Holyrood masih menjadi tempat yang eksis dengan meninggalkan nuansa klasik di dalamnya.
4. Saksi bisu terbunuhnya sekretaris Mary

David Rizzio, adalah sekretaris sekaligus penasihat dekat dari Mary, Ratu Skotlandia saat itu. Ia juga dipercaya oleh Mary dalam urusan berbahasa Prancis dan musik, inilah yang membuat banyak bangsawan Skotlandia cemburu kepadanya. Dan sampai suatu ketika, muncul ide keji untuk menghilangkan nyawa dari Rizzio ini.
Berdasarkan informasi dari Royal Collection Trust dan The National Archive, pada tahun 1566, tepatnya tanggal 9 Maret malam, sekelompok bangsawan bersenjata datang mengepung istana melalui tangga pribadi ke ruang makan kecil Mary. Mereka menarik paksa Rizzio dari Mary, dan membawanya ke luar ruang. Di sini Rizzio dihabisi dengan luka puluhan tikaman yang dialami serta Mary yang dipaksa untuk melihat perbuatan tidak sepantasnya. Tidak hanya sampai di situ, Lord Darnley yang merupakan suami dari Mary terlibat dalam komplotan bangsawan bersenjata ini. Dan pada akhirnya, Mary membalas politik atas semua kejahatan yang telah terjadi malam itu.
5. Menjadi destinasi yang digunakan untuk penelitian dan objek wisata

Holyrood pernah diselidiki pada tahun 1996-2009 dengan dilakukan galian pondasi biara di abad pertengahan dan Istana James IV. Arkeolog dari Historic Scotland juga menerbitkan buku Monastery and Palace yang menjelaskan penemuan rinci mereka di istana ini. Selain sejarah, mahasiswa arsitektur juga menjadikan Holyrood sebagai objek studi kasus restorasi dan pengelolaan situs warisan budaya sejarah.
Di sisi pariwisatanya, Holyrood adalah salah satu destinasi yang populer di Edinburgh. Beberapa alasan mengapa banyak orang yang datang ke tempat ini adalah karena ingin mencoba pengalaman berkunjung ke tempat bersejarah yang baru untuk dieksplorasi.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Istana Holyrood. Holyrood bukan hanya sebatas istana yang masih aktif menjadi tempat tinggal raja, tetapi tempat ini menjadi saksi hidup bagaimana terjadinya perjalanan sejarah panjang dan setiap kejadian yang pernah dialami di tempat ini. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.




![[QUIZ] Dari Jenis Migrasi Hewan Favoritmu, Ini Caramu Tentukan Arah Hidup](https://image.idntimes.com/post/20230901/img-2023-09-01-11-01-30-24461adf318192c5d56a40c3032d745e-6691ada23f109d51865dc21b3c12ffdf.png)













