Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Istana Nymphenburg, Kediaman Musim Panas Para Penguasa Bavaria

7 Fakta Istana Nymphenburg, Kediaman Musim Panas Para Penguasa Bavaria
Istana Nymphenburg di Munich, Jerman, yang berfungsi sebagai kediaman musim panas bagi para penguasa Bavaria. (unsplash.com/Dovlet Hojayev)
Intinya Sih
  • Istana Nymphenburg dibangun tahun 1664 sebagai hadiah kelahiran Pangeran Maximilian II Emanuel dan terus berkembang menjadi kediaman musim panas utama para penguasa Bavaria.
  • Istana ini memiliki bentang depan sekitar 632 meter dengan taman seluas 200 hektar, lengkap dengan paviliun megah seperti Amalienburg, Badenburg, dan Apollotemple bergaya Barok hingga Neoklasik.
  • Nymphenburg menjadi saksi sejarah penting, termasuk tempat lahir Raja Ludwig II serta lokasi pabrik porselen dan museum kereta kuda yang kini terbuka untuk publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Arsitektur Barok memang terkenal dengan gayanya yang megah, dramatis, dan teatrikal sejak lahir di Italia pada akhir abad ke-16. Nah, salah satu contoh terbaiknya bisa kita lihat di Munich, Jerman, yaitu Istana Nymphenburg (Schloss Nymphenburg). Menariknya, istana Barok yang super luas ini dulunya cuma sebuah vila kecil, sebelum akhirnya disulap menjadi tempat berlibur musim panas utama bagi para penguasa Bavaria dari Wangsa Wittelsbach.

Tapi, seperti apa ya sejarah dan kisah masa lalu yang tersimpan di balik kemegahan istana para raja ini? Yuk, langsung saja kita cari tahu dalam artikel berikut!

1. Hadiah kelahiran seorang pangeran

Maximilian II Emanuel, Pangeran Pemilih Bavaria.
Maximilian II Emanuel, Pangeran Pemilih Bavaria. (commons.wikimedia.org/Andreas Møller (1684–1762)/https://artuk.org/discover/artworks/maximilian-emanuel-ii-16621726-elector-of-bavaria-146206)

Istana Nymphenburg mulai dibangun pada tahun 1664 atas perintah pasangan penguasa Bavaria, Ferdinand Maria dan Henriette Adelaide, sebagai hadiah atas kelahiran putra mereka, Maximilian II Emanuel. Proyek awal istana ini dirancang oleh arsitek Italia bernama Agostino Barelli, yang kemudian dilanjutkan oleh Enrico Zuccalli pada tahun 1674. Urusan dekorasi dan lukisan langit-langitnya pun digarap oleh para ahli dan seniman berbakat asal Italia, seperti Emanuele Tesauro, Antonio Triva, dan Antonio Zanchi, yang mengusung tema mitologi yang indah.

Seiring berjalannya waktu, istana ini terus diperluas dan mengalami banyak perubahan. Menariknya, keindahan awal kompleks bangunan ini sempat diabadikan dalam sebuah lukisan oleh seniman terkenal Bernardo Bellotto sekitar tahun 1760. Lewat lukisan itulah, kita bisa mengintip kembali seperti apa rupa dan perjalanan sejarah awal dari istana megah yang ada di Munich ini.

2. Punya ukuran yang lebih luas dari versailles

Pemandangan udara Istana Nymphenburg.
Pemandangan udara Istana Nymphenburg. (commons.wikimedia.org/Carsten Steger)

Istana Nymphenburg punya ukuran yang luar biasa besar, bahkan bentang depan bangunannya dari ujung kiri ke ujung kanan mencapai sekitar 632 meter. Secara horizontal, bentangan istana ini ternyata jauh lebih lebar jika dibandingkan dengan Istana Versailles yang terkenal di Prancis.

Kemegahan bangunan ini makin lengkap dengan adanya taman super luas yang mencapai 200 hektar. Taman ini punya sejarah panjang dalam perubahannya, berawal dari taman bergaya Italia pada tahun 1671, lalu sempat ditata ulang menjadi gaya Prancis yang rapi, sebelum akhirnya dirombak total menjadi taman alami bergaya Inggris di awal abad ke-19 oleh Friedrich Ludwig von Sckell.

3. Ada paviliun hingga istana mini

Amalienburg, sebuah pondok berburu bergaya Rococo yang terletak di area Taman Istana Nymphenburg.
Amalienburg, sebuah pondok berburu bergaya Rococo yang terletak di area Taman Istana Nymphenburg. (commons.wikimedia.org/Flocci Nivis)

Di dalam taman Istana Nymphenburg terdapat beberapa paviliun yang berfungsi sebagai istana mini. Di antaranya adalah Pagodenburg, sebuah rumah teh berlantai dua dengan hiasan ubin bergaya Tiongkok (Chinoiserie), dan Badenburg, tempat mandi mewah yang punya kolam renang dalam ruangan berpemanas pertama di era modern Eropa. Selain itu, ada juga Magdalenenklause yang sengaja dibangun menyerupai reruntuhan kuno untuk tempat menyendiri dan bermeditasi.

Dua paviliun lainnya yang gak kalah memukau adalah Amalienburg dan Apollotemple. Amalienburg merupakan sebuah pondok berburu berdesain mewah yang diakui sebagai salah satu mahakarya seni Rokoko terbaik di Eropa karena keindahan aula cerminnya. Sementara itu, Apollotemple adalah sebuah kuil bundar terbuka berdesain neoklasik yang anggun dan dibangun di tepi danau taman pada abad ke-19.

4. Pusat dari istana ini adalah aula batu yang megah

Steinerner Saal (Aula Batu) yang terletak di dalam Istana Nymphenburg.
Steinerner Saal (Aula Batu) yang terletak di dalam Istana Nymphenburg. (commons.wikimedia.org/AuHaidhausen)

Istana Nymphenburg dan tamannya kini menjadi salah satu tempat wisata paling populer di Munich dengan lebar bangunan bagian depan mencapai sekitar 700 meter. Di dalam istana, pengunjung bisa melihat perpaduan desain yang indah, di mana sebagian ruangan masih mempertahankan dekorasi asli bergaya Barok, sedangkan sebagian lagi sudah diubah ke gaya Rokoko atau Neoklasik.

Daya tarik utama di bagian tengah istana adalah Steinerner Saal alias Aula Batu, sebuah aula besar yang megah setinggi tiga lantai. Ruangan ini dihiasi dengan dekorasi cantik karya François de Cuvilliés serta lukisan dinding langit-langit yang sangat mengesankan karya Johann Baptist Zimmermann dan F. Zimmermann, yang menggambarkan Dewa Helios di atas kereta kudanya bersama dewa-dewa lain.

5. Tempat lahirnya "raja dongeng" ludwig ii

Tempat kelahiran Raja Ludwig II dari Bavaria di dalam Istana Nymphenburg.
Tempat kelahiran Raja Ludwig II dari Bavaria di dalam Istana Nymphenburg. (commons.wikimedia.org/Dr. Meierhofer)

Istana Nymphenburg digunakan sebagai tempat tinggal musim panas oleh para penguasa Bavaria. Di istana ini, Charles Albert menandatangani Perjanjian Nymphenburg pada tahun 1741, tinggal selama menjabat sebagai Kaisar Romawi Suci, dan wafat pada tahun 1745.

Selanjutnya, Raja Max I Joseph wafat di istana ini pada tahun 1825, dan di tempat ini pula terjadi pertemuan antara Raja Ludwig II dan Otto von Bismarck pada tahun 1863. Raja Ludwig II sendiri lahir di istana ini pada tanggal 25 Agustus 1845. Saat ini, kamar tempat kelahirannya masih dirawat dengan dekorasi yang sama seperti aslinya dan menjadi salah satu ruangan yang sering dikunjungi oleh wisatawan.

6. Ada sebuah ruangan berisi lukisan para wanita cantik

Potret Auguste Strobl (1807–1871), seorang wanita cantik Bavaria dari abad ke-19. Lukisan ini merupakan bagian dari Schönheitengalerie (Galeri Para Wanita Cantik) di Istana Nymphenburg.
Potret Auguste Strobl (1807–1871), seorang wanita cantik Bavaria dari abad ke-19. Lukisan ini merupakan bagian dari Schönheitengalerie (Galeri Para Wanita Cantik) di Istana Nymphenburg. (commons.wikimedia.org/Ölgemälde: Joseph Karl Stieler; Foto: Lempertz)

Di paviliun selatan Istana Nymphenburg terdapat ruangan bernama Schönheitengalerie yang dibuat atas ide Raja Ludwig I. Ruangan ini berisi 38 lukisan potret wanita dari kelas bangsawan dan warga biasa di Munich yang dianggap cantik. Sebanyak 36 lukisan dibuat oleh pelukis istana bernama Joseph Karl Stieler, sedangkan 2 lukisan sisanya dibuat oleh muridnya yang bernama Friedrich Dürck. Beberapa wanita yang dilukis di sini antara lain penari Lola Montez, Helene Sedlmayr yang merupakan anak tukang sepatu, aktris Charlotte von Hagn, dan Marianna Marchesa Florenzi.

Ide untuk mengumpulkan lukisan wanita-wanita cantik di dalam satu galeri ini sebenarnya bukan asli dari Raja Ludwig I, tetapi meniru tradisi yang berasal dari Italia. Berdasarkan catatan sejarah, koleksi serupa sudah pernah dibuat sejak abad ke-17 oleh penguasa di Mantua. Selain itu, koleksi sejenis juga tercatat pernah dimiliki oleh Adipati Agung Ferdinand II dari Tyrol di Istana Ruhelust, serta oleh Lorenzo Colonna di Istana Carnesino dekat Como.

7. Lokasi berdirinya pabrik porselen dan museum kereta kuda

Pabrik Porselen Nymphenburg yang terletak di dalam kompleks Istana Nymphenburg, tepatnya di Rondell Istana Utara.
Pabrik Porselen Nymphenburg yang terletak di dalam kompleks Istana Nymphenburg, tepatnya di Rondell Istana Utara. (commons.wikimedia.org/AHert)

Istana Nymphenburg merupakan lokasi berdirinya Pabrik Porselen Nymphenburg yang didirikan pada tahun 1747 oleh Pangeran-Pemilih Maximilian III. Terletak di salah satu pondok istana, pabrik ini menjadi sangat terkenal berkat produk porselen bergaya Rokoko buatan Franz Anton Bustelli dan Dominik Auliczek. Pada tahun 1792, area taman istana ini kemudian mulai dibuka secara resmi untuk masyarakat umum.

Selain pabrik porselen, sayap selatan istana ini juga menjadi rumah bagi Marstallmuseum, sebuah museum yang menyimpan salah satu koleksi kereta kuda terbesar di Eropa. Di dalam museum ini, pengunjung bisa melihat kereta bersejarah seperti Kereta Penobatan Paris tahun 1742, serta deretan kereta kuda dan kereta salju super mewah milik Raja Ludwig II.

Ternyata, di balik kemegahannya, Istana Nymphenburg menyimpan perjalanan sejarah yang panjang banget, ya. Mulai dari sebuah vila kecil hadiah kelahiran pangeran, tempat tinggal para raja, sampai akhirnya dibuka agar bisa dinikmati oleh semua orang seperti sekarang. Membaca kisah masa lalunya membuat kita sadar kalau setiap sudut istana ini punya cerita menariknya masing-masing yang sayang banget untuk dilewatkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More