Makam Mumtaz Mahal dan Shah Jahan di dalam Taj Mahal di Agra, India. (commons.wikimedia.org/No machine-readable author provided. Donelson assumed (based on copyright claims)/Explore the Taj Mahal online virtual tour)
Nama Taj Mahal berasal dari bahasa Urdu, Arab, dan Persia yang secara harfiah berarti "Mahkota Istana". Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa nama "Taj" diambil dari bagian nama istri kaisar, Mumtaz Mahal. Namun, pada masa pembangunannya, sejarawan Abdul Hamid Lahori menyebut situs ini dengan nama Rauza-i Munawwara, yang berarti sebuah makam yang diterangi atau mulia.
Pembangunan monumen megah ini bermula dari duka mendalam Kaisar Shah Jahan setelah kehilangan istrinya, Mumtaz Mahal, yang wafat saat melahirkan anak ke-14 mereka pada tahun 1631. Proses konstruksi bangunan utama dimulai setahun kemudian, yakni pada 1632, dan selesai pada 1648. Butuh waktu lima tahun tambahan untuk merampungkan seluruh area taman dan bangunan pendukung di sekitarnya.
Besarnya rasa cinta Shah Jahan digambarkan melalui catatan sejarah yang menyebutkan bahwa sang kaisar sempat menarik diri dari urusan negara dan meninggalkan kemewahan selama dua tahun demi berkabung. Untuk lokasi makam, Shah Jahan memilih sebuah lahan di selatan Agra yang saat itu milik Raja Jai Singh I. Sebagai bentuk kesepakatan, kaisar memberikan sebuah istana besar di pusat kota Agra kepada Jai Singh sebagai imbalan atas tanah tersebut.