9 Fakta Masjidil Haram, Magnet Spiritual yang Tak Pernah Sepi

- Masjidil Haram di Makkah memiliki sejarah panjang sejak masa Nabi Ibrahim dan terus diperluas hingga era modern Arab Saudi untuk menampung jutaan jemaah dari seluruh dunia.
- Arsitekturnya memadukan warisan Turki Usmani, marmer Yunani anti panas, serta teknologi canggih seperti sistem suara terintegrasi dan fasilitas ramah disabilitas demi kenyamanan ibadah.
- Ka'bah, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim, serta sumur Zamzam menjadi pusat spiritual utama yang menjadikan Masjidil Haram selalu ramai sepanjang tahun tanpa henti.
Kota Makkah (Makkah al-Mukarramah) terletak di lembah gersang di wilayah Hijaz, Arab Saudi. Kota suci ini dikenal dengan deretan bangunan ikoniknya yang megah, mulai dari kompleks Abraj Al-Bait dengan jam raksasanya yang menjulang tinggi, hingga pusat dari segala pusat ibadah, yakni Masjidil Haram. Secara harfiah, nama "Masjidil Haram" berarti "Masjid yang Terlarang" atau "Masjid Suci". Disebut demikian karena wilayah di sekitarnya adalah tanah haram, di mana terdapat aturan ketat yang melarang tindakan kekerasan, perburuan hewan, hingga penebangan pohon demi menjaga kesucian dan kedamaian tempat tersebut.
Lantas, mengapa Masjidil Haram memiliki daya tarik yang begitu kuat hingga tak pernah sepi meski sedetik pun?
Mari kita telusuri lebih dalam fakta-fakta menarik dan sejarah panjang di balik kemegahan Masjidil Haram dalam artikel berikut ini!
1. Dari masa Nabi Adam hingga ekspansi modern

Sejarah Masjidil Haram bermula dari keyakinan umat Islam bahwa pondasinya telah diletakkan sejak masa Nabi Adam, tetapi kemudian hancur diterjang banjir besar di era Nabi Nuh. Atas perintah Allah, Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, membangun kembali Ka'bah dan meletakkan Hajar Aswad sebagai titik pusat ibadah. Meskipun sempat mengalami masa Jahiliah dan upaya serangan pasukan gajah Abrahah, kesucian tempat ini tetap terjaga hingga masa Nabi Muhammad saw., di mana beliau berperan penting dalam meredam konflik antar kabilah saat peletakan batu Hajar Aswad setelah renovasi akibat banjir.
Seiring berjalannya waktu, Masjidil Haram bertransformasi dari halaman terbuka yang dikelilingi rumah penduduk menjadi kompleks bangunan termegah di dunia. Perluasan besar-besaran dimulai sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab hingga masa Kesultanan Usmaniah yang memberikan sentuhan arsitektur kubah dan menara ikonik. Di era modern, Kerajaan Arab Saudi terus melakukan proyek ekspansi raksasa yang dilengkapi teknologi canggih seperti pendingin udara, eskalator, dan area tawaf yang luas. Hal ini bertujuan agar masjid suci ini mampu menampung jutaan jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia dengan aman dan nyaman.
2. Warisan megah dari era Turki Usmani

Arsitektur Masjidil Haram yang kita kenal saat ini sangat dipengaruhi oleh sentuhan besar Kesultanan Turki Usmani pada abad ke-16. Di bawah arahan arsitek legendaris Mimar Sinan, masjid ini mengalami perubahan besar dengan penggantian atap datar menjadi kubah-kubah artistik yang dihiasi kaligrafi indah serta penambahan pilar penyangga yang kokoh. Meskipun sempat mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada tahun 1600-an, bangunan ini segera dipugar kembali menggunakan batu alam asli Makkah.
Karya arsitektur ini dianggap sebagai rintisan gaya desain Islam modern karena kehebatannya dalam menyatukan estetika dengan keselarasan alam. Mimar Sinan merancang bangunan yang mampu memanfaatkan cahaya, bayangan, serta sirkulasi angin secara alami untuk menciptakan suasana yang sejuk dan damai bagi jemaah.
3. Ada ratusan pintu megah dan menara yang menjulang tinggi

Masjidil Haram memiliki total 129 pintu yang tersebar di sekeliling bangunan untuk mengatur alur jutaan jemaah. Di antaranya terdapat 5 pintu utama yang sangat megah, seperti Pintu Raja Abdul Aziz dan Pintu Raja Fahd, serta pintu populer bernama Babus Salam yang menjadi akses favorit karena langsung menyuguhkan pemandangan Ka'bah dan Hajar Aswad. Untuk memudahkan jemaah, setiap pintu dilengkapi lampu indikator, di mana warna hijau berarti masih ada ruang kosong di dalam, sedangkan warna merah menandakan masjid sudah penuh. Selain itu, pengelola juga menyediakan 50 pintu khusus bagi penyandang disabilitas agar mereka dapat beribadah dengan lebih nyaman.
Kemegahan masjid ini semakin terpancar melalui deretan menaranya yang menjulang tinggi di atas gerbang-gerbang utama. Menara-menara ini terbagi menjadi struktur bangunan lama dan baru, seperti yang berdiri kokoh di atas Pintu Umrah, Pintu Al-Fath, hingga proyek terbaru di atas Pintu Raja Abdullah. Keberadaan menara ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol arsitektur Islam yang indah, tetapi juga menjadi penanda visual bagi jemaah untuk mengenali posisi pintu masuk dari kejauhan di tengah luasnya kompleks Masjidil Haram.
4. Lantainya menggunakan marmer dari Yunani yang anti panas

Masjidil Haram dikenal sebagai proyek bangunan termahal di dunia, salah satunya karena penggunaan marmer Thassos yang didatangkan langsung dari Yunani. Marmer putih salju ini sangat istimewa karena mampu menghambat panas sinar matahari dan menyerap kelembapan di malam hari, sehingga lantai masjid tetap terasa dingin meskipun suhu udara di Makkah mencapai 50 derajat Celsius. Karena kemampuannya yang luar biasa dalam meredam panas dan kebisingan, marmer berkualitas tinggi ini dipasang di seluruh area penting seperti pelataran, bagian dalam masjid, hingga area tawaf agar jemaah dapat beribadah dengan nyaman tanpa kepanasan.
Di balik kecanggihan lantai tersebut, ada sosok arsitek jenius asal Mesir bernama Muhammad Kamal Ismaeel yang merancang penggunaan material mewah ini. Marmer yang diimpor dalam bentuk bongkahan besar ini diolah secara khusus di Arab Saudi dengan ketebalan 5 cm untuk memastikan ketahanannya. Meskipun harga marmer ini sangat mahal, yakni mencapai jutaan rupiah per meter perseginya, penggunaannya menjadi investasi besar demi kenyamanan jutaan jemaah.
5. Ka'bah, Hajar Aswad, dan Maqam Ibrahim, adalah struktur ikonik Masjidil Haram

Ka'bah merupakan bangunan berbentuk kubus di tengah Masjidil Haram yang menjadi tempat paling suci sekaligus kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia. Dikenal juga sebagai Baitullah (Rumah Allah), struktur ini dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, sebagai pusat ibadah tawaf. Salah satu elemen paling ikonik pada Ka'bah adalah Hajar Aswad, sebuah batu yang diyakini berasal dari surga dan diletakkan di sudut tenggara. Meskipun berwarna hitam sekarang, batu ini diyakini dulunya bersinar terang dan kini menjadi titik yang selalu diupayakan untuk dicium oleh para peziarah sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw.
Selain Ka'bah, terdapat pula struktur penting bernama Maqam Ibrahim, yang sering disalahpahami sebagai kuburan padahal aslinya adalah batu tempat berpijak Nabi Ibrahim. Batu ini digunakan Nabi Ibrahim sebagai pijakan yang bisa naik dan turun secara ajaib saat beliau menyusun batu-batu Ka'bah agar lebih tinggi. Hingga saat ini, bekas tapak kaki Nabi Ibrahim masih terlihat jelas dan tersimpan di dalam sangkar emas berhias perak di area mataf.
6. Memiliki kapasitas yang fantastis

Masjidil Haram merupakan pusat ibadah terpenting bagi umat Islam karena menjadi lokasi kiblat serta tempat pelaksanaan ritual wajib seperti tawaf dan sai. Seiring waktu, masjid ini terus mengalami perluasan di bawah kepemimpinan berbagai khalifah hingga raja-raja Arab Saudi guna menampung jumlah jemaah yang terus meningkat. Sebelum perluasan terbaru, masjid ini memiliki luas sekitar 356.800 meter persegi yang mampu menampung hingga 2 juta jemaah saat salat Id.
Saat ini, di bawah kepemimpinan Raja Salman, Masjidil Haram menjalani proyek perluasan ketiga yang menjadi yang terbesar dalam sejarah. Proyek raksasa ini mencakup area seluas hampir 1,5 juta meter persegi dan dirancang untuk menampung sekitar 1,25 juta jemaah salat secara bersamaan, serta memungkinkan 108.000 orang melakukan tawaf setiap jamnya.
7. Tidak pernah sepi

Masjidil Haram adalah jantung spiritual dunia yang beroperasi 24 jam non-stop karena menjadi satu-satunya tempat bagi Ka'bah, kiblat seluruh umat Muslim. Keistimewaan ibadah di sini, yang bernilai seratus ribu kali lipat dibandingkan masjid lain, menarik jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia secara bergantian setiap harinya untuk melakukan salat, tawaf, dan umrah. Fasilitas yang nyaman, seperti ketersediaan air zam-zam yang tak terbatas dan manajemen pengelolaan yang modern, membuat masjid ini hampir mustahil terlihat sepi karena arus peziarah yang tidak pernah putus sepanjang tahun.
Meskipun begitu, sejarah mencatat beberapa peristiwa luar biasa yang sempat membuat Masjidil Haram ditutup untuk umum demi keamanan dan keselamatan. Mulai dari serangan pasukan gajah Abrahah di tahun kelahiran Nabi Muhammad saw., penyerangan kelompok Qaramithah yang mencuri Hajar Aswad, hingga aksi pendudukan politik bersenjata pada tahun 1979. Selain faktor konflik, wabah penyakit seperti kolera di masa lalu serta pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu juga memaksa otoritas melakukan penutupan sementara guna mencegah penyebaran virus. Namun, setelah situasi kembali aman, Masjidil Haram selalu dibuka kembali dan tetap menjadi magnet spiritual utama bagi umat manusia hingga saat ini.
8. Keajaiban air Zamzam

Sumur Zamzam merupakan sumber mata air suci yang terletak hanya 11 meter dari Ka'bah dan memiliki kemampuan luar biasa dalam menghasilkan hingga 39.600 liter air per jam tanpa pernah kering. Dahulu terdapat bangunan di atasnya, tetapi kini area tersebut telah diratakan demi memperluas ruang tawaf, sehingga akses minumnya dipindahkan ke ruang bawah tanah berpendingin udara yang memiliki ratusan keran terpisah bagi jemaah laki-laki dan perempuan. Sumur yang airnya mengalir melalui celah-celah bebatuan ke arah Hajar Aswad, Shafa, dan Marwa ini sekarang dilindungi oleh pagar kaca tebal agar tetap terjaga kebersihan dan kelestariannya bagi jutaan peziarah.
9. Memiliki teknologi pengeras suara terintegrasi

Masjidil Haram memiliki salah satu sistem pengeras suara terbesar dan tercanggih di dunia dengan lebih dari 8.000 speaker yang tersebar di area seluas 650.000 meter persegi. Sistem ini didukung oleh 100 mikrofon strategis dan dikelola oleh tim profesional yang terdiri dari 120 teknisi melalui 6 ruang kontrol terpadu untuk memastikan suara adzan dan bacaan imam terdengar jernih tanpa jeda. Untuk menjaga kelancaran ibadah, teknologi ini dirancang dengan sistem cadangan otomatis dan UPS, sehingga suara tetap stabil dan tidak terputus bahkan jika terjadi gangguan listrik atau kondisi darurat.
Bukan sekadar mahakarya arsitektur dan teknologi, Masjidil Haram adalah simbol kerinduan dan kedamaian bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia. Semoga artikel ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga semakin mempertebal niat dan doa agar kita segera diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah suci.



![[QUIZ] Dari Jenis Memori Otak Terbaikmu, Ini Cara Kamu Belajar](https://image.idntimes.com/post/20250416/1000004876-9d4705d29dc7ca037e5e4295037f51e6-f79e307a09555df273c70ae3b4d7a90b.jpg)














