Comscore Tracker

Tak Sama, 7 Improvisasi Thor Marvel dalam Mitologi Nordik

Perbedaannya sangat jelas terasa

Selama hampir 60 tahun, versi Thor yang telah kita saksikan di Marvel Comics. Film-film yang didasarkan padanya sudah menjadi citra dewa petir dalam budaya pop. Masalahnya, Thor sebagai sosok legendaris sudah ada sekitar seribu tahun yang lalu sebelum Stan Lee, Jack Kirby, dan Larry Lieber mengangkatnya ke dunia superhero mereka. Namun, tidak semua kisahnya berhasil masuk ciptaan mereka.

Marvel Comics memang menggabungkan mitologi Nordik (Norse) ke dalam karya mereka. Lagi pula, menciptakan superhero versi modern itu memang membutuhkan improvisasi dan proses yang sangat berbeda dari evolusi figur melalui legenda dan kepercayaan yang sudah ada. Berikut hal-hal yang Marvel ubah tentang mitologi Nordik Thor.

1. Sosok Thor

Tak Sama, 7 Improvisasi Thor Marvel dalam Mitologi Nordikscreenrant.com

Perbedaan yang paling jelas antara Thor Marvel dan sosok aslinya—jika dilihat dari sudut pandang visual—yaitu warna rambutnya. Odinson versi Marvel terkenal dengan rambut pirangnya sampai-sampai dijuluki Goldilocks. Versi aslinya digambarkan memiliki rambut merah dengan jenggot yang sesuai.

Dalam Viking: A History of the Northmen, W.B. Bartlett menyebutkan kalau Thor itu berambut merah, berjanggut merah, dan bermata merah. Sekitar 1905, pelukis Jerman, bernama Max Koch dalam lukisannya berjudul Donar-Thor juga menggambarkan Thor berambut merah.

Tidak ada yang tahu mengapa Marvel berimprovisasi dengan sosok Thor. Namun, banyak yang berasumsi bahwa itu ada hubungannya dengan desain kostum dan proses pembuatan film saat itu.

Rambut merah dianggap tidak cocok dengan jubah yang dipakai Thor. Ditambah lagi, hal itu dapat membingungkan visual dan membuatnya jauh lebih mencolok daripada rambut kuning atau pirang.

2. Marvel mengubah banyak kisah mengenai Sif

Tak Sama, 7 Improvisasi Thor Marvel dalam Mitologi Nordikgeektyrant.com

Penggambaran Marvel tentang Sif juga memiliki perbedaan dengan warna rambut dari kisah mitologinya. Dalam komik, Sif digambarkan memiliki rambut hitam, tetapi dalam mitologi, rambutnya berwarna emas.

Tidak ada alasan resmi mengapa Marvel mengubahnya, tetapi banyak yang berasumsi bahwa perubahan itu dilakukan agar Sif lebih kontras secara visual dengan Thor dalam komik.

Dalam komik, Sif adalah pejuang yang kejam—gadis perisai Asgard—yang kekuatannya tidak diragukan lagi. Namun, versi mitologi Sif, baik Prosa Edda atau Poetic Edda, Sif hanyalah Dewi Bumi yang tidak melakukan pertempuran.

Bahkan, banyak cendekiawan berpendapat bahwa pernikahan Sif dan Thor adalah simbol ritual hujan untuk bercocok tanam. Namun, kisah pernikahan itu tidak ada dalam komik Marvel. Thor dan Sif versi Marvel memiliki hubungan sebatas tim. Hubungan itu juga merupakan penyimpangan dari mitos-mitos lama.

3. Fakta tentang palu Thor

Tak Sama, 7 Improvisasi Thor Marvel dalam Mitologi Nordikquirkybyte.com

Dalam komik dan Marvel Cinematic Universe, beberapa elemen cerita yang paling berpengaruh ialah pesona mistis pada palu Thor, Mjolnir. Palu hanya bisa diangkat oleh kekuatan Thor. Namun, Thor versi Marvel bukan saja dewa petir, melainkan juga simbol dewa yang memiliki kekuatan besar.

Sementara, dalam mitologinya, Thor tidak memiliki pesona seperti itu. Thor Nordik hanya bisa mengangkat Mjolnir karena ia memiliki dua peralatan khusus, yakni Jarngreipr dan Megingjord—sarung tangan besi dan sabuk kekuatan. Sebenarnya, itu ada dalam komik, tetapi Megingjord dijadikan sebagai kekuatan tambahan Thor.

Baca Juga: Apakah Thor Lebih Kuat dari Superman? Berikut 5 Penjelasannya

4. Odin dalam mitologi Nordik sangat berbeda dengan versi Marvel

Tak Sama, 7 Improvisasi Thor Marvel dalam Mitologi Nordikmarvelcinematicuniverse.wikia.com

Versi Odin yang kita lihat dalam film digambarkan sebagai pemimpin yang bijaksana. Bagaimanapun, Odin adalah dewa pertempuran dan kematian.

Namun, dalam mitologi Nordik, Odin sendiri memiliki kecenderungan yang cukup kejam seperti saat dia menikam penyihir Gulveig sebanyak tiga kali dengan tombak sihirnya; membakar tubuh penyihir itu; kemudian memberikan hatinya kepada Loki. Namun, kisah itu tidak berhasil masuk ke MCU.

Komiknya justru menggambarkan Odin sebagai sosok yang sangat pemarah dan memiliki beberapa aksi kekerasan epos di masa lalunya.

Salah satu kisah awal, yang menciptakan salah satu musuh paling mematikan Thor, melibatkan masa lalu ketika Odin memusnahkan seluruh planet karena kejahatannya dan menyebabkan kebencian satu miliar jiwa untuk bergabung menjadi monster yang disebut Mangog. 

5. Bagaimana sosok Hela?

Tak Sama, 7 Improvisasi Thor Marvel dalam Mitologi Nordikzimbio.com

Versi Marvel dari Dewi Kematian Nordik memiliki perbedaan yang cukup jelas dari mitologinya. Marvel menamai versi mereka sebagai Hela—menambahkan a di akhir—mungkin agar lebih mudah untuk membedakan Hel (dewi) dari Hel (dunia orang mati). 

Namun, ada perbedaan yang lebih besar. Dia bukan putri Odin. Menurut Eddas, dia Loki dengan raksasa Angrboda. Dia juga digambarkan dengan penampilan yang jauh lebih mengerikan daripada yang kita lihat di Thor: Ragnarok.

Sebagai Dewi Kematian, dia digambarkan dalam Prosa Edda dengan sosok setengah biru hitam dan setengah warna daging (dia mudah dikenali). Hal itu juga diartikan sebagai separuh dari tubuhnya yang masih hidup dan setengahnya mayat yang membusuk atau tengkorak.

6. Ular Midgard

Tak Sama, 7 Improvisasi Thor Marvel dalam Mitologi Nordikfreeaddon.com

 

 

Satu hal yang membedakan mitologi Nordik dari sistem kepercayaan kuno lainnya ialah berakhirnya kisah itu dengan Ragnarok, senja para dewa. Musuh-musuh Asgard berkumpul dan para dewa gugur dalam pertempuran heroik mereka.

Dalam mitologi Marvel, Ragnarok adalah sebuah siklus dan kita sebenarnya berada pada inkarnasi Thor yang kelima atau keenam dan sahabat-sahabat lainnya.

Ada satu elemen dari Ragnarok yang sepenuhnya ditentang dalam komik. Legenda menubuatkan bahwa Thor akan mati dalam pertempuran melawan Jormungandr, ular Midgard, yang digambarkan sangat besar dan menakutkan.

Versi Marvel sedikit berbeda. Dalam komik Thor # 380 oleh Walt Simonson, Thor melawan Jormungandr dan berhasil menang. Tidak hanya itu, Thor menghantam ular Midgard dengan sangat kuat sehingga mematahkan tulang-tulang di tubuh ular itu sendiri.

7. Kehadiran Warriors Three dalam Thor

Tak Sama, 7 Improvisasi Thor Marvel dalam Mitologi Nordikfilmaneo.com

Setiap superhero pasti memiliki sahabat karib. Batman memiliki Robin atau Captain America yang memiliki Bucky. Thor tidak terkecuali, ia memiliki trio karakter yang digambarkan sebagai teman karibnya: Fandral the Dashing, Hogun the Grim, dan Volstagg (WarriorsThree). 

Tidak seperti sebagian besar pemeran pendukung Asgardian Thor lainnya, Warriors Three tidak diangkat dari mitologinya sama sekali. Mereka adalah ciptaan Stan Lee dan Jack Kirby. Fandral adalah penembak jitu yang terinspirasi dari Robin Hood dan Volstagg didasarkan pada Sir John Falstaff, karakter yang dibuat Shakespeare untuk Henry IV.

Wah, ternyata perbedaannya sangat kontras, ya. Bagaimana menurutmu?

Baca Juga: Selain Thor, 10 Dewa-dewi Mitologi Nordik yang Juga Terkenal

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya