Comscore Tracker

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah Mitos

Pemimpin yang barbar melekat pada citra dirinya

Attila the Hun adalah sosok yang mengintimidasi sepanjang sejarah. Orang Romawi memanggilnya "Flagellum Dei" atau "Scourge of God", seperti yang diungkapkan Britannica. Reputasi itu bergema sepanjang sejarah, lama setelah Attila meninggal pada abad kelima. Dalam Perang Dunia I, History Extra BBC mengungkapkan bahwa pasukan Inggris dan Amerika secara hina menjuluki tentara Jerman "Hun", mengacu pada kebiadaban dan kekerasan mereka. 

Tapi seberapa banyak yang benar-benar diketahui tentang Attila the Hun? Romawi memiliki banyak penulis sejarah. Mereka menggambarkan Attila sebagai penakluk yang rakus.

Namun, banyak sejarawan modern curiga bahwa cukup banyak dari gagasan yang diterima secara umum tentang Attila ternyata salah. Kisah Attila the Hun jauh lebih rumit dari apa yang kita ketahui.

1. Attila the Hun bukanlah pemimpin yang cerdas

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah MitosAttila the Hun pada masa kepemimpinannya. (awesomestories.com)

Attila the Hun bergemuruh di seluruh Asia dan Eropa saat dia mencoba menaklukkan. Siapa pun yang menghalangi akan menerima nasib buruknya. Dia membuat penganut Kristen Roma bertekuk lutut, meskipun dia seorang pemimpin yang tidak berpendidikan. Setidaknya, itulah kisah yang beredar. 

Faktanya, seperti yang dilaporkan ThoughtCo, Attila dilahirkan dengan hak istimewa dan mendapatkan pendidikan yang layak. Bahkan sebelum dia lahir, paman Attila, Rua, telah menyatukan klan Hun dengan membunuh semua pemimpin Hun lainnya, membawa keluarganya tepat di puncak struktur kekuasaan. 

Menurut History, Rua dan saudaranya sendiri, Octar, ikut memerintah dari sekitar 420 M pada tahun 430-an. Keponakan mereka, Bleda dan Attila, mengambil alih setelah mereka dewasa.

Ini berarti bahwa kedua anak laki-laki itu dibekali ilmu memanah, ilmu pedang, peternakan, taktik militer, dan diplomasi. Mereka juga tahu cara berbicara bahasa Yunani dan Latin. Jadi, tidak mungkin Attila bisa terkenal dalam masyarakatnya sendiri tanpa pendidikan yang tepat dan pemikiran yang penuh perhitungan.

2. Sejarawan kuno mengetahui banyak hal tentang suku Hun

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah MitosSuku Huns, orang-orang nomaden di Asia Tengah yang terkenal karena menyerbu Kekaisaran Romawi. (studyblue.com)

Meskipun Attila sangat legendaris, tapi tidak ada yang yakin dari mana suku Hun berasal atau bahasa apa yang digunakan, seperti yang dilaporkan Ancient History Encyclopedia. Suku Hun pertama kali disebutkan dalam sumber Romawi dari tahun 91 M, ketika sejarawan Tacitus mengatakan bahwa mereka tinggal di suatu tempat di sekitar Laut Kaspia, mungkin di Kazakhstan modern. 

Sejarah Hun semakin dikaburkan oleh semua propaganda yang dikeluarkan oleh orang Romawi dan penulis anti-Hun lainnya. Sejarawan abad keempat Ammianus Marcellinus, yang menurut Britannica menceritakan tentang gaya hidup suku Hun sekitar 395 M, menyebut bahwa suku Hun "primitif".

Sejarawan abad keenam, Jordanes, bahkan mengatakan bahwa mereka adalah "suku yang kerdil, hina, dan lemah". Suku Hun lahir ketika orang-orang Goth yang barbar mengusir para penyihir ke hutan belantara. Lalu, para penyihir menikah dengan roh-roh najis di tanah terlantar, menghasilkan suku Hun. Namun, kontingen kecil sejarawan seperti Priscus of Panium, yang pernah bertemu dengan Attila, menunjukkan bahwa semua kisah ini merupakan gosip kuno. 

3. Attila adalah "Scourge of God"

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah MitosAttila dalam pertempuran. (history.com)

Seperti yang diketahui, Attila menghancurkan setiap kota dan desa yang ditemui. Tetapi, bukti arkeologis baru-baru ini menunjukkan bahwa, bertentangan dengan kepercayaan populer, suku Hun justru hidup berdampingan dengan orang Romawi dan orang non-Romawi lainnya dengan cukup damai.

Menurut The Washington Post, para arkeolog menemukan sisa-sisa kerangka suku Hun yang terkubur di Erop. Para arkelog ini membuktikan bahwa mereka semua meninggal bukan karena luka atau cedera yang berhubungan dengan pertempuran, mereka diyakini hidup damai di wilayah tersebut, sering berdagang dengan tetangga mereka di Eropa. 

Beberapa orang kuno yang ditemukan di kuburan di perbatasan Romawi Pannonia, atau sekarang di Hongaria modern, menunjukkan ciri-ciri yang terkait dengan kelompok nomaden seperti Hun. Mereka menetap di desa dan menunggang kuda untuk kebutuhan pertanian dan perdagangan, bukan peperangan. 

Baca Juga: Selain Kisah Nuh, 7 Legenda Banjir Besar dalam Berbagai Mitologi

4. Attila membunuh kakaknya sendiri

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah MitosBleda dan Attila, ilustrasi gambar oleh Tulipán Tamás. (history-behind-game-of-thrones.com)

Attila dan kakak laki-lakinya, Bleda, mengambil alih kekaisaran Hun pada tahun 434 M. Hal ini dimulai dengan cukup baik, menurut laporan History, ketika mereka menegosiasikan perjanjian dengan Kaisar Theodosius II dari Kekaisaran Romawi Timur, yang di antaranya adalah pajak tahunan sebesar 700 pon emas untuk suku Hun dalam menjaga perdamaian.

Namun, Attila menuding bahwa Romawi telah melanggar perjanjian, yang menyebabkan amukan pertamanya di pemukiman Romawi pada tahun 441. Perdamaian kedua yang didirikan pada tahun 443 menuntut Theodosius untuk membayar 2.100 pon emas setiap tahun.

Suku Hun kemudian mundur ke wilayah mereka di Dataran Besar Hongaria, tempat di mana kisah Bleda menghilang. Menurut Ancient History Encyclopedia, catatan sejarah sangat tidak jelas. Bleda menghilang begitu saja dari banyak catatan. Penulis sejarah Romawi Priscus menyatakan bahwa Attila memerintahkan untuk membunuh Bleda. 

Akan tetapi, itu bisa jadi merupakan propaganda Romawi. Bleda mungkin tewas dalam pertempuran, atau meninggal di rumah. Seperti yang dicatat Majalah Smithsonian, istri Bleda akhirnya diangkat menjadi gubernur desa Hun. Satu-satunya hal yang diketahui dengan pasti adalah bahwa Attila sendiri menjadi pemimpin Hun pada tahun 445 M. 

5. Attila hidup dengan gaya yang mewah

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah Mitosreckontalk.com

Kita pasti membayangkan bahwa di antara semua penjarahan dan emas yang diserahkan Kaisar Theodosius II kepada Attila, membuat pemimpin Hun ini hidup dengan mewah. Sebenarnya, Attila tidak mau melepaskan gaya hidup nomadennya yang lebih rendah hati dan sederhana.

Majalah Smithsonian melaporkan bahwa Priscus, seorang sejarawan Romawi, pernah mengunjungi Attila di perkemahannya di dekat Sungai Danube. Faktanya, catatan Priscus adalah satu-satunya tulisan pertama yang bertatap muka langsung dengan Attila. 

Priscus menggambarkan perjamuan yang diadakan Attila untuk duta besar Romawi. Semua tamu yang datang dihormati dengan peralatan makan yang terbuat dari emas dan perak. Semuanya, kecuali Attila.

Sementara Attila hanya menikmati makanannya dari bahan kayu sederhana. Attila juga memakai pakaian sederhana tanpa perhiasan, tidak seperti suku Hun lainnya, tali kekang kudanya berhiaskan berlian, dan emas mewah di sepatu serta pakaian mereka.

6. Roma jatuh ke tangan Attila the Hun

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah MitosPertemuan Leo Agung dan Attila, 1514, Stanza di Eliodoro, Kamar Raphael, Istana Apostolik, Kota Vatikan. (commons.wikimedia.org)

Meskipun beberapa sumber menyalahkan suku Hun atas jatuhnya Kekaisaran Romawi, Attila sebenarnya tidak pernah menginvasi kota Roma. Tentu saja, dia gagal menyalip sebagian besar Eropa. 

Menurut National Geographic, tahun 451 pasukan Hun menginvasi Gaul. Tetapi, gabungan pasukan Romawi dan sekutu Jerman, termasuk Visigoth, Frank, dan Burgundi, mengalahkan Attila dalam Pertempuran Dataran Catalaunian di tempat yang sekarang menjadi Prancis timur laut. 

Pasukan Hun mundur dari kekalahan ini dan terus menyalip kota-kota besar di Italia utara, seperti Milan dan Aquileia. Attila dilaporkan mengincar ibu kota Roma berikutnya, tetapi Paus Leo I memintanya untuk mundur dengan memberinya upeti besar. Apa pun penyebabnya, Attila the Hun tidak pernah mengambil alih kota Roma. 

7. Attila the Hun tidak memiliki alasan untuk perang yang dilakukannya

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah MitosAttila dan pasukannya. (britannica.com)

Sekitar tahun 450, Attila menerima surat dari Justa Grata Honoria, seorang putri Romawi yang merupakan saudara perempuan Kaisar Valentinian III. Kakak Honoria menikahkannya dengan seorang bangsawan yang tidak disukainya, karena ingin mengejar takhta.

Seperti yang dilaporkan CNN, Honoria menulis surat kepada Attila dengan tawaran yang tidak bisa dia tolak. Jika Attila setuju untuk menyelamatkannya dari situasinya, Honoria akan menikah dengannya. Attila pun pergi berperang untuk mendapatkan tawaran tersebut. 

Tapi, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi keputusan Attila. Hal ini pun dijadikan alasan untuk menyerang Roma. Honoria sendiri bahkan akan memberikan mas kawin berupa setengah dari Kekaisaran Romawi Barat. Karena Attila tidak pernah menginvasi Roma, Honoria pun tidak pernah menjadi istrinya.

8. Attila tidak pernah kalah dalam pertempuran

https://www.youtube.com/embed/DnW6H0EEBBI

Mengingat caranya berperang melalui Eropa abad kelima, kita mungkin berpikir bahwa Attila selalu menang. Namun, kekalahan terbesarnya terjadi di Catalaunian Plains pada tahun 451. Seperti yang dilaporkan National Geographic, Kekaisaran Romawi sudah mengalami kemunduran pada saat Attila muncul di abad kelima.

Ketika pasukan Hun menghadapi pasukan Romawi di dataran sebelah utara Troyes, Prancis modern, Attila mendapatkan keuntungan lebih. Dataran memberi banyak ruang bagi kavalerinya untuk bermanuver. Namun, Romawi dipimpin oleh Aetius, seorang jenderal yang pernah disandera oleh pasukan Hun.

Karena hal itu, Aetius tahu banyak tentang kavaleri Attila. Mungkin itulah sebabnya dia memaksa pasukan Hun bertempur di antara bukit dan hutan lebat, yang justru melemahkan strategi pasukan Hun. Bangsa Romawi pun mampu mengalahkan pasukan Hun dalam serangan yang begitu intens sehingga Attila terpaksa mundur.

Seperti yang dikatakan ThoughtCo, ini bukanlah kekalahan yang memalukan seperti yang dikatakan para penulis sejarah - Attila mundur dengan membawa sejumlah besar jarahannya - tetapi Pertempuran Dataran Catalaunian masih merupakan kekalahan terbesarnya di medan pertempuran. 

9. Attila tidak mengerti tentang strategi

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah Mitoshistory.howstuffworks.com

Berabad-abad setelah Attila the Hun menjarah dan berjuang melintasi Eropa, banyak sejarawan dan penulis mengabadikan citra Attila sebagai penakluk yang haus darah dan hampir tidak berakal. Namun, Attila tidak seburuk itu.

Menurut Majalah Smithsonian, Attila pernah mengungkap upaya pembunuhannya. Tetapi, alih-alih melukai si pembunuh, Attila malah mengirim pria itu kembali ke Konstantinopel. Dia membawa sepucuk surat yang menjelaskan bagaimana Attila mengungkap rencana pembunuhan tersebut, mungkin untuk mempermalukan orang Romawi.

Mereka berasumsi bahwa orang barbar dan bodoh seperti Attila tidak akan mengetahuinya. Surat itu juga berisi permintaan upeti yang lebih banyak. 

10. Attila tewas dalam pertempuran

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah MitosIlustrasi kematian Attila the Hun di tempat tidurnya. (allposters.com)

Masuk akal jika Attila tewas di tengah pertempuran. Namun, faktanya tidak. Attila meninggal mendadak pada malam pernikahannya. Menurut ThoughtCo, Attila meninggal tak lama setelah menikahi Ildico, seorang wanita muda yang menjadi istri kesekiannya.

Attila menikah dengan Ildico pada tahun 453 M, mengadakan pesta besar untuk merayakannya, dan beristirahat di kamar bersama istri barunya. Pada pagi harinya, penjaga menemukan Ildico menangis di atas tubuh Attila. Pemimpin Hun itu tidak memiliki luka, tetapi dia kehilangan banyak darah yang keluar melalui hidung dan mulutnya. 

Penafsiran yang paling umum menjelaskan bahwa Attila mabuk parah, pingsan, dan kemudian tersedak mimisannya sendiri atau pendarahan esofagus. Beberapa yang lain mengatakan bahwa ia keracunan alkohol. Ada juga yang beranggapan bahwa Ildico merupakan agen yang dipekerjakan oleh Romawi untuk membunuh Attila.

Priscus, diplomat Romawi yang pernah bertemu dengan Attila, menyatakan bahwa Attila meninggal karena pembuluh darahnya pecah, yang diperburuk oleh konsumsi alkohol berlebih selama bertahun-tahun. 

11. Ditemukannya situs pemakaman Attila

Banyak Disalapahami, 11 Hal tentang Attila the Hun Ini Hanyalah Mitoscommons.wikimedia.org

Kita mungkin berpikir bahwa Attila dimakamkan seperti di pemakaman terkenal lainnya. Memang, menurut The End of Empire, suku Hun yang berduka karena kehilangan pemimpin mereka, menghormati Attila dengan menguburnya dalam tiga sarkofagus yang terbuat dari emas, perak, dan besi, bersama dengan harta karun lainnya dan senjata musuh yang dijarah. Lalu makamnya dirahasiakan.

Tetapi, tidak ada yang pernah menemukan situs pemakaman Attila. ThoughtCo melaporkan bahwa beberapa orang mengklaim telah menemukannya, meskipun tidak ada bukti yang pasti. Salah satu legenda mengatakan bahwa suku Hun mengubur Attila di dasar sungai. Sejauh ini, itu hanya legenda. Dan tidak ada yang menemukan sisa-sisa kerangka Attila sejak pertama kali dimakamkan pada abad kelima. 

Penggambaran sejarawan kuno tentang Attila sebagai penakluk yang rakus dan setengah gila, diyakini untuk memberikan citra yang buruk terhadapnya. Bagaimana pun juga, ada sisi-sisi yang belum terungkapkan. 

Baca Juga: 7 Pengkhianat Para Nabi di Sejarah Islam, Bagaimana Nasibnya?

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya