Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Ayam Suka Makan Pasir atau Kerikil Kecil?

Mengapa Ayam Suka Makan Pasir atau Kerikil Kecil?
Ayam (unsplash.com/Erwin)
Intinya Sih
  • Ayam menelan kerikil atau pasir sebagai bagian penting dari sistem pencernaannya karena mereka tidak memiliki gigi untuk menggiling makanan.
  • Grit atau kerikil membantu ampela ayam menghancurkan biji-bijian dan serat, sementara jenis grit tertentu juga menyediakan kalsium untuk pembentukan tulang dan cangkang telur.
  • Ayam yang dipelihara di kandang tertutup perlu diberi tambahan kerikil atau cangkang tiram giling agar proses pencernaan dan kualitas cangkang telur tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jika diperhatikan, ayam memiliki perilaku yang unik. Mereka sering terlihat mematuk atau menelan butiran kerikil tajam. Uniknya, ini bukanlah karena mereka salah mengambil makanan, melainkan bagian dari mekanisme pencernaannya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa ayam selalu memakan kerikil atau pasir. Kalau kamu penasaran dengan kebiasaan ayam suka makan pasir atau kerikil kecil, baca artikel ini sampai habis, yuk!

1. Memahami sistem pencernaan ayam

Ayam
Ayam (unsplash.com/Zesio)

Pencernaan ayam dimulai dari makanan yang masuk ke dalam tubuh ayam dengan paruh, yang merupakan alat untuk mematuk pakan dalam bentuk remah atau pelet, biji-bijian, rumput, dan serangga.

Ayam merupakan omnivora, artinya selain pakan komersial, mereka dapat memakan daging seperti larva, cacing, dan terkadang tikus. Saat memamah makanan, mulut ayam akan mengeluarkan air liur dan enzim pencernaan ditambahkan saat makanan bergerak dari mulut ke kerongkongan.

Dari kerongkongan, makanan bergerak ke tembolok, tempat penyimpanan makanan yang dapat mengembang dan terletak di pangkal leher ayam. Selanjutnya, makanan menetas dari tembolok ke perut atau ampela, di mana enzim pencernaan ditambahkan ke dalam campuran dan penggilingan fisik makanan terjadi. Kemudian, bagian lambung ayam, yang merupakan bagian berotot dari perut, menggunakan kerikil untuk menggiling biji-bijian dan serat menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah dicerna.

Setelah dari ampela, makanan kemudian masuk ke usus halus, tempat di mana nutrisi akan diserap. Sisa makanan kemudian melewati sekum, kantung buntu di sepanjang saluran usus bagian bawah, tempat bakteri membantu memecah makanan yang tidak dicerna.

Dari sekum, makanan bergerak ke usus besar, menyerap air dan mengeringkan makanan yang tidak dapat dicerna. Sisa residu ini melewati kloaka, yakni tempat urin ayam yang kemudian bercampur dengan limbah. Keduanya kemudian keluar dari tubuh ayam melalui anus, yaitu lubang luar kloaka.

2. Mengapa ayam suka makan pasir atau kerikil?

Ayam
Ayam (unsplash.com/Erwin)

Selain memakan biji-bijian seperti biji jagung dan padi, ayam juga memakan batu-batu kecil atau kerikil. Dalam dunia peternakan, kerikil biasa disebut 'grit'. Grit merupakan batu-batuan kecil seperti batu kerikil, batu kapur, termasuk kulit kerang, yang dikonsumsi oleh ternak ayam dan dapat ditemukan dalam ampela.

Grit sendiri dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  • Grit yang dapat dicerna terdiri atas kapur dan kulit kerang

  • Grit yang tidak dapat dicerna terdiri dari pecahan granit dan batu

Jenis grit kulit kerang dan limestone mudah larut dalam ampela sebagai sumber kalsium dan fosfor. Senyawa tersebut akan dimanfaatkan untuk pembentukan tulang dan pembentukan kerabang telur ayam.

Kenapa ampela ayam membutuhkan bantuan kerikil atau pasir untuk mencerna makanan? Perlu diketahui bahwa pencernaan ini banyak terjadi pada ayam umbaran.

Ayam perlu memakan kerikil sebenarnya untuk membantu proses pencernaan ayam. Bisa dibilang, grit atau kerikil adalah pengganti gigi yang digunakan oleh ternak ayam untuk membantu ampela dalam memecahkan partikel yang besar dari pakan menjadi partikel yang lebih kecil.

3. Ayam juga makan cangkang kerang

Ayam
Ayam (pexels.com/Alexas)

Tidak hanya kerikil atau pasir, ayam juga dapat memakan serpihan cangkang kerang. Serpihan cangkang kerang sebenarnya adalah cangkang kerang kecil yang utuh dan pecah. Biasanya cangkang kerang ini ditemukan di tepi danau dan garis pantai. Bentuk serbuk cangkang bervariasi, bisa sangat halus, seragam, hampir putih, dan campuran cangkang kasar.

Serpihan cangkang telur untuk ayam membantu mereka mencerna makanan dan menjadi sumber kalsium lepas lambat, yang berperan untuk menjaga kesehatan tulang dan cangkang telur yang kuat. Ketika ayam tidak mendapatkan kalsium yang cukup dari makanannya, mereka akan mengambilnya dari cadangan kalsium pada tulang mereka.

4. Bagaimana cara memberi kerikil pada ayam ternak?

Ayam
Ayam (pexels.com/Naben)

Jika ayam yang kamu pelihara memiliki akses ke halaman rumah, tanah, atau padang rumput sekitar, kemungkinan besar mereka menemukan kerikil yang dibutuhkan sendiri. Sebaliknya, jika ayam lebih sering berada dalam kandang tertutup atau diberikan pakan pelet utuh, ketersediaan kerikil harus dipastikan dengan menyediakan kerikil tambahan, terutama jika pakan yang diberikan kurang halus atau berupa biji-bijian.

Bisa juga dengan menyediakan soluble grit atau cangkang tiram giling, khususnya bagi ayam petelur. Pemberian cangkang pada ayam petelur perlu dilakukan agar cangkang telur yang dihasilkan tidak lembek. Cara memberikannya pun cukup mudah. Hanya perlu menyiapkan kerikil atau cangkang di tempat terpisah atau dicampurkan sedikit ke makanannya.

Ayam suka makan pasir atau kerikil kecil bukanlah tanpa alasan. Hal ini bertujuan agar proses mencerna makanan yang dikonsumsi ayam bisa berlangsung lebih baik. Selain itu, ayam tidak memiliki gigi. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan kerikil untuk membantu proses pencernaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More