Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Bahaya Memotong Kuku Kucing Sendiri, Jangan Sembarangan!

ilustrasi paw kucing (pexels.com/Kevin Bidwell)
ilustrasi paw kucing (pexels.com/Kevin Bidwell)
Intinya sih...
  • Risiko memotong terlalu dalam: Quick yang terluka bisa menyebabkan nyeri, darah keluar, dan infeksi, membuat kucing trauma dan sulit berjalan.
  • Risiko infeksi akibat pemotongan tidak steril: Alat kotor atau teknik pemotongan yang salah bisa memicu infeksi dan membuat kucing lemah.
  • Kucing bisa terkejut dan melukai dirinya sendiri: Gerakan tiba-tiba saat pemotongan bisa membuat kucing panik, menyebabkan kuku rusak dan risiko infeksi meningkat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memotong kuku kucing sendiri kerap dianggap sebagai langkah sederhana, namun kenyataan tidak semudah yang terlihat dan sangat berisiko. Banyak pemilik kucing yang mencoba melakukannya secara mandiri tanpa memahami anatomi kuku kucing, sehingga prosesnya bisa menimbulkan rasa sakit hingga cedera serius.

Kesalahan kecil seperti memotong terlalu dalam, memegang posisi yang salah, atau menggunakan alat yang tidak tepat akan membuat kucing stres dan trauma. Oleh sebab itu, simaklah beberapa bahaya berikut ini apabila memotong kuku kucing sendirian yang wajib diketahui oleh pemilik hewan.

1. Risiko memotong terlalu dalam

ilustrasi paw kucing (unsplash.com/Michelle Calderon)
ilustrasi paw kucing (unsplash.com/Michelle Calderon)

Memotong kuku terlalu dalam adalah bahaya paling umum yang kerap terjadi pada saat pemilik kucing tidak memahami letak quick, yaitu jaringan sensitif yang berisikan pembuluh darah dan saraf. Jika quick terluka, maka kucing akan merasakan nyeri hebat, mengeluarkan darah, hingga berisiko mengalami infeksi jika tidak ditangani dengan benar.

Rasa sakit ini akan membuat kucing trauma, sehingga cenderung melarikan diri pada saat pemotongan berikutnya dan membuat proses grooming pun akan terasa lebih sulit. Selain itu, cidera pada quick akan meninggalkan sensitivitas berkepanjangan yang membuat kucing sulit berjalan atau menyentuh permukaan tertentu.

2. Risiko infeksi akibat pemotongan yang tidak steril

ilustrasi paw kucing (unsplash.com/Haein Kim)
ilustrasi paw kucing (unsplash.com/Haein Kim)

Peralatan yang tidak steril merupakan salah satu penyebab utama infeksi setelah kuku kucing dipotong tanpa prosedur yang memadai. Alat pemotong yang kotor atau berkarat bisa membawa bakteri untuk masuk melalui luka kecil, sehingga menyebabkan pembengkakan, kemerahan, hingga nyeri di area kuku.

Jika infeksi tidak segera terdeteksi, maka kondisi tersebut bisa menyebar dan membuat kucing merasa lemah, serta tidak nyaman pada saat berjalan. Selain peralatan, teknik pemotongan yang salah juga bisa memicu kuku retak atau terbelah, sehingga mempermudah bakteri masuk dan memicu infeksi dengan lebih cepat.

3. Kucing bisa terkejut dan melukai dirinya sendiri

ilustrasi paw kucing (pexels.com/Monica Silvestre)
ilustrasi paw kucing (pexels.com/Monica Silvestre)

Kucing merupakan hewan yang mudah terkejut, sehingga gerakan tiba-tiba pada saat kuku sedang dipotong bisa menyebabkan ia melompat, mencakar, atau menendang. Jika hal ini terjadi, maka risiko infeksi bisa menjadi lebih besar karena alat pemotong dapat mengenai bagian tubuh lain.

Reaksi panik yang ditunjukkan kucing bisa membuat kuku terpotong tidak beraturan, sehingga struktur kuku pun rusak dan mudah patah di kemudian hari. Ketakutan dan gerakan spontan kucing bisa menyebabkan otot atau persendiannya tertarik akibat posisi tubuh yang tidak stabil selama proses pemotongan berlangsung.

4. Meningkatkan risiko trauma dan stres

ilustrasi paw kucing (unsplash.com/Haein Kim)
ilustrasi paw kucing (unsplash.com/Haein Kim)

Tidak semua kucing merasa nyaman disentuh di bagian kaki, sehingga pemotongan kuku tanpa persiapan yang tepat akan memicu stres berat. Kucing yang stres akan menunjukkan perilaku defensif, seperti mendesis, menggigit, atau bersembunyi, sehingga membuat proses pemotongan menjadi semakin tidak nyaman.

Hal ini akan berdampak jangka panjang pada perilaku kucing karena ia akan mengasosiasikan sentuhan di area kaki sebagai pengalaman yang menyakitkan atau menakutkan. Trauma yang berulang bisa menurunkan kepercayaan kucing pada pemiliknya, terutama jika proses pemotongan sering berakhir dengan paksaan atau cidera.

Memotong kuku kucing sendiri memang terlihat mudan, namun risikonya bisa berdampak serius pada kesehatan dan kenyamanan hewan peliharaan. Dengan memahami beberapa bahaya di atas, maka kamu bisa mempertimbangkan apakah lebih aman menggunakan jasa groomer profesional atau dokter hewan. Perawatan yang tepat dan aman akan membantu kucing untuk tetap sehat dan nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Kota New York, Kota Global dengan Dinamika Urban Tanpa Henti

14 Jan 2026, 16:49 WIBScience