Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Burung Gagak Bisa Menyimpan Dendam Kepada Manusia?

Benarkah Burung Gagak Bisa Menyimpan Dendam Kepada Manusia?
Burung gagak (pexela.com/Nilim)
Intinya Sih
  • Penelitian Universitas Washington menunjukkan gagak mampu mengenali dan mengingat wajah manusia, bahkan bereaksi agresif terhadap individu yang dianggap berbahaya selama bertahun-tahun.
  • Otak gagak memiliki kepadatan neuron tinggi di bagian depan, memungkinkan mereka memproses memori visual dan emosional secara bersamaan saat mengenali wajah manusia.
  • Gagak tidak hanya menyimpan dendam pada manusia yang menyakitinya, tetapi juga mengingat interaksi positif serta membagikan informasi ancaman kepada sesama gagak melalui pembelajaran sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu merasa seperti sedang diintai oleh seekor gagak dengan tatapan tajam? Artinya kamu sedang dalam bahaya! Gagak dikenal mampu mengenali wajah manusia dan mengingat bagaimana orang-orang itu memperlakukan mereka, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Lalu, bagaimana burung cerdas ini bisa melakukan hal tersebut? Benarkah gagak benar-benar bisa menyimpan dendam kepada manusia? Berikut penjelasan lebih dalamnya!

Bagaimana burung gagak bisa mengenali wajah manusia?

Burung gagak
Burung gagak (pexels.com/Alexas)

Penelitian paling terkenal tentang pengenalan wajah oleh gagak berasal dari studi yang diterbitkan pada tahun 2010 di jurnal Animal Behavior, yang dipimpin oleh Dr. John Marzluff di Universitas Washington. Marzluff dan tim penelitiannya ingin mengungkap apakah gagak Amerika dapat membedakan antara individu manusia. Mereka juga ingin menilai apakah gagak tersebut akan mengingat individu dari waktu ke waktu. 

Berdasarkan data bertahun-tahun, tim peneliti menemukan bahwa reaksi burung gagak tersebut sangat stabil dari waktu ke waktu. Mereka hanya memarahi, mengeroyok, dan menyerang topeng yang dianggap berbahaya secara agresif. 

Namun, bagian yang  mengejutkan bukanlah hanya kemampuan burung gagak untuk mengingat wajah manusia secara individual. Melainkan bagaimana tepatnya otak mereka dirancang untuk melakukan hal itu.

Sejatinya, otak burung jauh lebih kecil daripada otak mamalia, otak burung dipenuhi dengan neuron yang padat. Secara khusus, jenis burung seperti gagak, raven, jay, dan magpie memiliki jumlah neuron yang sangat tinggi di otak depannya.

Lebih dari itu, gagak termasuk burung yang gemar bersosialisasi dan berumur panjang. Beberapa spesies hidup selama lebih dari 15 tahun di alam liar, dan diantara saling berpasangan.

Artinya, kelangsungan hidup mereka sangat bergantung pada kemampuan mereka bekerja sama, komunikasi, dan memahami siapa yang dapat dan tidak dapat dipercaya. Dalam istilah evolusi, kemampuan untuk melacak reputasi individu baik, baik teman atau musuh, memberikan keuntungan evolusi yang sangat besar.

Selama tugas pengenalan wajah, burung gagak tercatat secara bersamaan mengaktifkan wilayah pemrosesan visual mereka dan bagian otak mereka yang terkait dengan emosi dan penilaian ancaman. Dalam studi Marzluff, pemindaian PET menunjukkan aktivasi yang kuat di bagian yang setara dengan amigdala ketika mereka melihat topeng berbahaya.

Hal ini menunjukkan bahwa bagi burung gagak, mengenali wajah manusia merupakan tugas memori visual sekaligus emosional.

Burung gagak bisa menyimpan dendam dan memberi hadiah kepada manusia

Burung gagak
Burung gagak (pexels.com/Pixabay)

Dilansir Forbes.com, adanya penemuan dari studi Washington adalah bagaimana memori emosional tampak bekerja pada burung gagak. Artinya, burung ini tidak hanya menyimpan dendam terhadap mereka yang telah menyakitinya, mereka juga mencatat interaksi positif dan netral.

Beberapa hal pernah didokumentasikan, di mana gagak bisa memberi hadiah sebagai ucapan terimakasih atau menunjukkan perilaku sosial, seperti membawa hadiah kecil berupa tutup botol atau benda apapun yang ia dapat dan diberikan kepada orang yang memberinya makan, membela manusia yang mereka percayai dari hewan lain, berkumpul di sekitar anggota kelompok sosial yang terluka, hingga saling memperingatkan tentang individu tertentu yang menimbulkan ancaman.

Gagak tidak hanya ingat individu yang menyakiti mereka, tetapi juga berbagi info tersebut kepada gagak lain, bahkan jika mereka belum tentu dirugikan oleh individu tersebut. Artinya, gagak memiliki dua tingkat pembelajaran, antara lain:

  • Pembelajaran langsung: "Saya melihat orang ini menyakiti saya."
  • Pembelajaran sosial: "Teman-teman kelompokku mengatakan bahwa orang ini berbahaya."

Ingatan gagak untuk menandai wajah manusia didukung oleh penglihatan yang sangat berkembang. Mata mereka beradaptasi untuk mendeteksi perbedaan halus dalam pola, bentuk, dan gerakan, yang semuanya merupakan komponen penting dalam pengenalan wajah.

Mereka kemungkinan besar dapat melihat detail pada wajah manusia yang tidak dapat dilihat oleh banyak spesies burung lainnya. Artinya ketika seekor gagak bertemu dengan manusia, otaknya dengan cepat memproses sinyal visual dari wajah – susunan mata, hidung, mulut, bentuk kepala, dan bahkan ekspresi halus. Jika pertemuan awal ini signifikan (misalnya, terjebak, diganggu, atau sebaliknya, diberi makan secara konsisten), otak gagak membentuk asosiasi yang kuat antara pola wajah spesifik tersebut dan hasil interaksi.

Kemampuan gagak untuk menyimpan dendam pada dasarnya ditanamkan pada kapasitas memori jangka panjang yang mengesankan. Ini bukan sekedar mengingat yang sekilas; ini adalah kemampuan untuk mengkodekan, menyimpan, dan mengambil informasi terperinci tentang individu, tempat, dan peristiwa dalam jangka waktu yang lama, terkadang hingga bertahun-tahun.

Sebagai penutup, berdasarkan penelitian ilmiah yang signifikan, telah terbukti bahwa gagak memang menyimpan dendam, terutama terhadap individu manusia yang mereka anggap sebagai ancaman. Kemampuan kognitif mereka yang luar biasa meliputi pengenalan wajah individu dan kapasitas untuk pembelajaran sosial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More